Path: Top > S2-Theses > Geodesy and Geomatics Engineering-FITB > 2005

PEMODELAN NILAI TANAH INDUSTRI DI KECAMATAN NONGSA DAN BATU AMPAR KOTA BATAM

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:15:52
Oleh : Wagiyono, S2 - Geodetic Engineering
Dibuat : 2005-06-00, dengan 1 file

Keyword :
industry, land value, model, multiplelinear regression analysis.

Abstrak:

Objek industri merupakan objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) maupun berbagai jenis pungutan lainnya yang sangat potensial bagi negara. Seiring dengan semakin beratnya tugas yang diemban oleh Direktorat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam rangka penarikan pajak, khususnya KP PBB Batam, maka perlu dilakukan penyempurnaan terhadap sistem penentuan nilai.

Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, pembuatan model dan pengujian. Data yang digunakan adalah data transaksi jual bell objek industri sebanyak 36 sampel, yang tersebar di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Batu Ampar dan Nongsa, Kota Batam. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan Ordinary Least Square (OLS), dengan mecoba tiga model regresi yaitu model linear, model semilog, dan model logaritma. Pengujian model dengan uji kriteria apriori ekonomi, uji statistik (uji t, uji F, uji R2), dan uji asumsi klasik (uji multikolinieritas dan uji heterokedastisitas).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga model regresi yang dicoba menghasilkan model yang terbaik adalah adalah model semilog (lin-log). Variabel yang signifikan dan berpengaruh terhadap nilai tanah industri adalah jarak ke pelabuhan laut, jarak ke CBD, dan lebar jelan. Koefisien determinasi (adjusted R2) dari model adalah 0,804, hal ini berarti kekuatan model dalam menjelaskan nilai tanah industri di Kecamatan Batu Ampar dan Nongsa, Kota Batam adalah 80,4 %. Dari hasil evaluasi model didapatkan bahwa akurasi model sebesar 13,51% (diluar batas toleransi 10 %), dengan demikian tingkat akurasi model dalam meprediksi nilai tanah industri di daerah penelitian adalah kurang baik. Tetapi tingkat keseragaman model dapat menghasilkan prediksi nilai tanah industri yang seragam yaitu sebesar 1,015 (berada dalam batas toleransi 0,98 sampai dengan 1,03) sehingga tidak terjadi regresifitas maupun progresifitas.

Deskripsi Alternatif :

Abstrak:

Objek industri merupakan objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) maupun berbagai jenis pungutan lainnya yang sangat potensial bagi negara. Seiring dengan semakin beratnya tugas yang diemban oleh Direktorat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam rangka penarikan pajak, khususnya KP PBB Batam, maka perlu dilakukan penyempurnaan terhadap sistem penentuan nilai.

Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, pembuatan model dan pengujian. Data yang digunakan adalah data transaksi jual bell objek industri sebanyak 36 sampel, yang tersebar di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Batu Ampar dan Nongsa, Kota Batam. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda dengan Ordinary Least Square (OLS), dengan mecoba tiga model regresi yaitu model linear, model semilog, dan model logaritma. Pengujian model dengan uji kriteria apriori ekonomi, uji statistik (uji t, uji F, uji R2), dan uji asumsi klasik (uji multikolinieritas dan uji heterokedastisitas).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga model regresi yang dicoba menghasilkan model yang terbaik adalah adalah model semilog (lin-log). Variabel yang signifikan dan berpengaruh terhadap nilai tanah industri adalah jarak ke pelabuhan laut, jarak ke CBD, dan lebar jelan. Koefisien determinasi (adjusted R2) dari model adalah 0,804, hal ini berarti kekuatan model dalam menjelaskan nilai tanah industri di Kecamatan Batu Ampar dan Nongsa, Kota Batam adalah 80,4 %. Dari hasil evaluasi model didapatkan bahwa akurasi model sebesar 13,51% (diluar batas toleransi 10 %), dengan demikian tingkat akurasi model dalam meprediksi nilai tanah industri di daerah penelitian adalah kurang baik. Tetapi tingkat keseragaman model dapat menghasilkan prediksi nilai tanah industri yang seragam yaitu sebesar 1,015 (berada dalam batas toleransi 0,98 sampai dengan 1,03) sehingga tidak terjadi regresifitas maupun progresifitas.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...


  • Pembimbing I:
    Agoes S. Soedomo

    Pembimbing II:
    Bambang Edhi Leksono

    Scan :
    Mudjiono
    , Editor:

File PDF...