Path: Top > Member > neneng@unix.lib.itb.ac.id

KAJIAN PELUANG MEKANISME PEMBANGUNAN BERSIH/CDM
SEKTOR KEH

Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-03-21 10:47:34
Oleh : RESMIANI, S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2005-03-00, dengan 1 file

Keyword :

Clean Development Mechanism (CDM),green house gas
Nomor Panggil (DDC) :
T 711.42 RES

Sumber pengambilan dokumen : 20051535

Abstrak :


Mekanisme Pembangunan Bersih atau yang lebih dikenal dengan Clean Development Mechanism (CDM) merupakan salah satu mekanisme fieksibel yang terdapat didalam Protokol Kyoto. Melalui CDM, negara berkembang dapat berperan aktif membantu negara maju yang terkena kewajiban dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca, dengan melakukan investasi di negara berkembang pada berbagai sektor, sementara negara berkembang berkepentingan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan sebagai agenda nasionalnya disamping untuk mencapai tujuan utama yaitu menstabilkan emisi gas rumah kaca dalam mengatasi efek pemanasan global. Beberapa sektor CDM yang dapat dilakukan adalah CDM sektor energi, transportasi, rumah tangga, persampahan dan juga sektor kehutanan. CDM sektor kehutanan merupakan mekanisme yang berbeda dengan CDM sektor lainnya, karena penurunan emisi dilakukan dengan cara penyerapan karbon di atmosfer oleh pohon (carbon sequestration), sedangkan sektor lainnya adalah penurunan emisi pada sumber emisinya.


Kegiatan yang dapat diusulkan untuk CDM sektor kehutanan dibatasi hanya untuk kegiatan aforestasi dan reforestasi. Aforestasi adalah penanaman kembali pada lahan yang sudah tidak berhutan sejak 50 tahun yang lalu, sedangkan reforestasi adalah penanaman hutan kembali lahan yang sudah tidak berhutan sebelum tahun 1990. Tahapan atau prosedur kegiatan CDM kehutanan yang dikenal sebagai siklus proyek CDM kehutanan arialah mulai dari kegiatan identifikasi proyek, desain proyek, dokumen rancangan proyek, persetujuan oleh Komisi nasional CDM, validasi, registrasi, implementasi dan monitoring, verifikasi dan sertifikasi, dan terakhir pengeluaran CER (Certified Emission Reduction) oleh Badan Pelaksana CDM. Tahap perancangan proyek merupakan tahap terpenting bagi keberhasilan proyek CDM ini karena diperlukan analisis yang matang mengenai desain proyek yang tepat termasuk metodologi, serta keterlibatan stakeholder terkait. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan proyek yang dapat memperoleh manfaat yang cukup dari CDM ini termasuk perolehan dana yang memadai agar biaya transaksi tidak melebihi dari dana yang dapat diterima.


Semakin meningkatnya kerusakan hutan dan lahan di Indonesia mengakibatkan semakin banyaknya kejadian 1-encana alam yang menimpa masyarakat. Akan tetapi terbatasnya sumber dana konvensional menyebabkan terbatasnya dana bagi kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan yang sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu, CDM dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pendanaan yang cukup potensial di sektor kehutanan. Indonesia dengan luas huian terbesar ketiga di dunia, bisa berperan penting untuk mengurangi emisi dunia rnelalui kegiatan carbon sink, dan memiliki potensi CDM kehutanan sekitar 15,8% dari total pasar dunia dengan opsi kegiatan reforestasi. Jenis pengelolaan hutan berbasis masyarakat (hutan kemasyarakatan/community forest, perhutanan sosial/social forestry : MPTS plantation, agroforestry) lebih tepat untuk dijadikan sasaran proyek CDM di daerah penelitian, karena jenis kegiatan kehutanan ini akan lebih konsisten didalam pelaksanaan proyek CDM kehutanan.


DAS Citarum Hulu dengan spesifik wilayah Kecamatan Kertasari, dipilih sebagai wilayah studi dengan pertimbangan bahwa wilayah ini merupakan zona inti dad DAS Citarum yang memberikan kontribusi yang sangat penting bagi beberapa kabupaten kota yang teraliri sungai tersebut, ba.hkan untuk kebutuhan air minum ibukota negara dan listrik bagi Jawa-Bali. Perkiraan daya serap karbon untuk rehabilitasi lahan di Kecamatan Kertasari ini adalah sebesar 13,395 ton/ha/tahun. Dengan luasan lahan kritis yang akan direhabilitasi sebagai proyek CDM kehutanan seluas 976,28 Ha (luas tahun 1983), maka perkiraan potensi dana CDM kehutanan yang dapat diperoleh dad kegiatan rehabilitasi lahan di Kecamatan Kertasari ini sebesar US$ 52.309,08 - US$ 65.386,35 per tahun, belum dikurangi biaya transaksi serta biaya kegiatan pembangunan kehutanannya. Perolehan dana sangat tergantung pada proses negosiasi intemasional, dinamika pasar karbon internasional dan kapasitas nasional dalam menyerap karbon, sehingga nilai dana yang didapat bisa lebih rendah ataupun lebih tinggi.


Dari segi kelembagaan, pada dasamya birokrasi yang rumit akan menghambat implementasi proyek. Diperlukan kesiapan dalam sumber daya dan sistem kelembagaan yang dapat mendukung kelancaran dalam pelaksanaan CDM. Dengan segala potensi dan hambatan yang ada didalamnya, CDM kehutanan tetap merupakan sebuah peluang yang cukup menjanjikan bagi kegiatan rehabilitasi lahan di daerah, yaitu selain manfaat ekonomi, perlu diperhatikan manfaat lain seperti manfaat dari segi lingkungan dan sosial, diantaranya diharapkan kesadaran masyarakat akan fungsi kelestarian hutan serta rasa memilikinya akan meningkat, disamping bahwa hutan tersebut akan terjaga kelestariannya disamping dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitamya.

Deskripsi Alternatif :

Abstract :


Clean Development Mechanism (CDM) is one of the flexible mechanisms contained in the Kyoto Protocol. Through CDM, developing countries may be able to actively participate in helping developed countries obligated to decrease the emission of green house gas, by doing investment in developing countries in various sectors, while the developing countries benefit in reaching continuous development objective as the national agenda besides reaching the main objective to stabilize the emission of green house gas in handling the effect of global warming. Some CDM sectors to be implemented is CDM in the sectors of energy, transportation, household, garbage and forestry. Forestry sector CDM is a different mechanism to CDM of other sectors since the emission decrease is conducted by carbon absorption in the atmosphere by trees (carbon sequestration) while other sectors apply emission decrease at the source of emission.


The activities to be proposed for forestry sector CDM are limited only for afforestation and reforestation activities. Afforestation is the re-planting on land cleared since 50 years ago while reforestation is the re-planting of land which is clear of trees before the year 1990. The stages or procedures of forestry CDM activities, known as forestry CDM project cycle, begin with project identification activity, project designing, project design documentation, agreement by the CDM National Commission, validation, registration, implementation and monitoring, verification and certification, and finally, the issuing of CER (Certified Emission Reduction) by the CDM Board of Executors. The stage of project designing is the most important stage for the success of the CDM project since good analysis on accurate project designing, including methodology and the involvement of related stakeholders, is necessary. This is intended to produce projects which can sufficiently benefit from CDM, including sufficient funding provision in order that the transaction cost does not exceed the available fund.


The increase of forest and land destruction in Indonesia results in the increase in natural disaster on people. However, the limited conventional source of fund causes the limited fund for the activity of forest and land rehabilitation which is extremely needed. Therefore, CDM may become an alternative funding which is quite potential in the forestry sector. Indonesia, with the third largest forest area in the world, may have an important role in reducing world emission through carbon sink, and has a forestry CDM potential of approximately 15,8% from the total world market with the option of reforestation. The type of community based forest management (community forest, social forestry: MPTS plantation, agro forestry) is more appropriate as the aim of CDM project in the study area since the type of forestry activity will be more consistent in the implementation of forestry CDM project.


The Citarum upper course river basin, specifically Kertasari sub district area, was chosen as the study area with the consideration that the area is the core zone of Citarum river basin which gives important contribution for several town regencies through which the river runs, even for the need of drinking water in the capital city and electricity for Java-Bali. The estimated carbon absorption capacity for land rehabilitation in Kertasari sub district is 13,395 ton/ha/year with the area of critical land to be rehabilitated as forestry CDM project of 976,28 Ha (the area in 1983). The estimated forestry CDM budget potential which may be obtained from land rehabilitation activity in Kertasari Regency is US$ 52.309,08 - US$ 65.386,35 per year, excluding the reduction of transaction fee as well as the forestry development on the international negotiation process, international carbon market dynamic and the national capacity in absorbing carbon, so that the budget value obtained may be lower or higher.


From the institutional aspect, basically, complicated bureaucracy will hamper the project implementation. Readiness in resources and institutional system which can support the success in CDM implementation is needed. With all the potentials and obstacles within, forestry CDM is still a promising opportunity for the act of land rehabilitation in regional areas, i,e besides economic benefit, others, such as benefit from environmental and social aspects should be considered, among others, it expects people's awareness on the function of forest preservation and an increase in the sense of belonging, besides the fact that the forest will be preserved and the welfare of the people around it may be increas

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing :
    Teti Armiati Argo,Ir.MES.,Ph.D.

    Scan :
    Neneng
    (2006-03-21)

    , Editor: neneng@#publisher#

File PDF...