Path: TopMemberkory@cyberlib.itb.ac.id

ANALISIS VISUAL PERFORMA PENILAIAN MASSAL DALAM MENENTUKAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK (NJOP) PROPERTI PERUMAHAN DAN PROPERTI KOMERSIAL
(Studi Kasus : Kecamatan Bojongloa Kaler dan Babakan Ciparay, Kota Bandung)

Master Theses from / 2005-04-19 10:20:27
Oleh : Ikhsan, S2 - Geodetic Engineering
Dibuat : 2005-00-00, dengan 1 file

Keyword : commercial property, housing , distinction assessment level
Nomor Panggil (DDC) : T 333.32 IKH
Sumber pengambilan dokumen : 20050211

Menurut Slack (2001) perbedaan perlakuan terhadap properti perumahan dibandingkan dengan jenis properti perkotaan lainnya merupakan salah satu karakter pajak properti. Berbagai peraturan tentang PBB sebagai pajak properti di Indonesia belum memiliki fasilitas untuk itu. Oleh karenanya bentuk perlakuan yang paling mungkin menurut Youngman (1999) adalah membedakan assessment level (rata-rata persentase nilai yang ditetapkan dibandingkan nilai pasarnya). Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang sebenarnya hanya sebagai dasar pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) telah dijadikan sebagai rujukan dalam berbagai kebutuhan. Oleh karena itu apabila hal tersebut terjadi akan mengakibatkan inefisiensi dalam sistem ekonomi dan bertentangan dengan keadilan dan kewajaran pajak properti. Untuk membuktikan adanya perbedaan assessment level antara properti komersial dibandingkan perumahan dan bahan perbaikan sistem penilaian perlu dilakukan analisis performa penilaian massal. Hasil penelitian terhadap 86 sampel (54 perumahan, 32 komersial) di wilayah Kecamatan Bojongloa Kaler dan Babakan Ciparay diperoleh, rata-rata assessment ratio (AR) properti perumahan adalah 63,3%, dan komersial 56,2%. Dari perhitungan variabilitas (keseragaman individu dalam kelompok) diperoleh Coefficient of Dispersion (COD) perumahan 27,3%, dan COD komersial 18,5%. Angka COD perumahan terlampau tinggi dibandingkan dengan yang dipersyaratkan (15%) untuk itu harus dilakukan revaluasi. Hasil Uji komparatif dua sampel (Uji t) diperoleh hasil bahwa tidak terdapat perbedaan assessment level antara jenis properti komersial dengan properti perumahan Sedang hasil uji assessment level dengan Ho hipotesis 63,9% properti komersial masih dibawah dari level hipotesis tersebut. Dari hasil overlay antara peta nilai tanah dan peta klasifikasi properti, menunjukkan bahwa penentuan NJOP tanah kurang memperhitungkan jenis penggunaan lahan (properti). Kenyataan tersebut menjadikan rata-rata AR dari properti komersial lebih rendah dari properti lainnya.

Deskripsi Alternatif :

The one of another real property tax characteristics is favorable treatment residential property over business property (Slack:2001). Many rules of Indonesian property tax (PBB), hasn't yet facility for that. That why, the most possibility, a positive tax treatment of residential property has often been achieved through disproportional valuation in assessment practices (Youngman, 1999). The capital or "sales" value of the tax object (NJOP- Nilai Jual Objek Pajak) obviously just as a basic collection of property tax that used in many needs. That why, if distinction in assessment level between property type occurred, it will cause economic inefficiency dan contradictory in fairness dan equity in property tax system. To prove the distinction assessment level and the same time improve valuation system, so will be needed to make mass appraisal performance analysis. The result from 86 samples examination (54 housing, 32 commercial), in Kecamatan Bojongloa Kaler and Babakan Ciparay, obtained assessment ratio (AR) housing property in average is 63,3% dan commercial property 56,2%. In variability calculation (individual uniformity in property group) obtained coefficient of dispersion (COD) housing 27,3% and 18,5% COD commercial property. The value of COD housing property is higher than maximal standar (15%), so it must be revaluation. The result of difference two sample mean test (t test) obtained, there is no significant distinction assessment level between housing and commercial properti. In the result of level assessment test (one sample test) in Ho hypothesis 63,9% commercial property is in under hypothesis level. From the overlay analysis between land value map dan property classification map, provide evidence in land valuation (delimiting land value zone (Zona Nilai Tanah-ZNT)) less considering land use factor. That why, it makes average AR of commercial property lower than the others.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Bambang Edhi Leksono ; Iwan Kurniawan, Editor: kory@

File PDF...