Path: TopMembermudjiono@cyberlib.itb.ac.id

IDENTIFIKASI TAHAPAN USAHA PENGUSAHA FOUNDER DAN NON FOUNDER (Studi Kasus Pengusaha Komoditas Karet dan Logam, Komoditas Rajut dan Komoditas Keramik Industri Kecil di Bandung )

Master Theses from / 2006-01-02 09:40:08
Oleh : Ayi Intan Putriyanti, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 2005-06-23, dengan 1 file

Keyword : business stages, founder and non founder, comodities
Nomor Panggil (DDC) : T.658.11 PUT
Sumber pengambilan dokumen : 20051047

ABSTRAK:

IDENTIFIKASI TAHAPAN USAHA PENGUSAHA FOUNDER
DAN NON FOUNDER
(Studi Kasus Pengusaha Komoditas Karet Dan Logam,
Rajut Dan Keramik Industri Kecil Di Bandung)
Oleh
Ayi Intan Putriyanti
MM : 23402027
Di semua hampir negara, khususnya di Indonesia, ada masalah pengangguran. Masalah pengangguran biasanya dikaitkan dengan besar lowongan pekerjaan. Sehingga kemudian pemerintah mentargetkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi agar tersedia lowongan pekerjaan yang cukup untuk menampung pertumbuhan tenaga kerja. Logika bahwa untuk mengurangi pengangguran dengan meningkatkan tingkat pertumbuhan muncul dari logika berfikir bahwa orang pada usia kerja lebih banyak yang mencari pekerjaan, menjadi pegawai daripada membuka usaha sendiri. Bagaimana bila ternyata cukup besar yang bukan ingin menjadi pegawai , tetapi ingin membuka usaha sendiri?
Salah satu solusinya adalah dengan menumbuhkan sentra industri kecil. Industri kecil dan pedesaan menyerap lebih dari 85% dari total tenaga kerja Indonesia. Dan 65% tenaga kerja tersebut diserap oleh usaha-usaha kecil yang hidup di dalam Master (Bulger et al, 2001). Departemen Perindustrian dan Perdagangan telah mendefinisikan Master sebagai sentra industri kecil.


Dalam sentra industri kecil, di lapangan, kita mengenal dua kelompok besar pelaku bisnis (entrepreneur), yaitu entrepreneur founder dan non founder. Bila ingin menumbuhkan sentra industri tentu harus mengetahui bagaimana menumbuhkan entrepreneur founder dan non founder.
Penelitian ini fokus rnencoba untuk melihat secara empirik pola umum tahapan ngaha. entrepreneur founder dan non founder, perbedaan antara tahapan usaha founder dan non founder dan perbedaan tahapan usaha antara komoditas yang berbeda. Komoditas yang dipilih adalah komoditas karet dan logam, komoditas rajut dan komoditas keramik di kota Bandung.


Data yang digunakan adalah data life story pengusaha founder dan nonfounder. Pengolahan data menggunakan metode matriks tertata waktu dan matrik meta tertata waktu untuk membandingkan antar sampel.
Secara umum pola tahapan usaha yang berhasil diidentifikasi adalah tahap (1) Pre Start Up stage, yaitu saat seorang pengusaha termotivasi menjadi seorang entrepreneur, mengidentifikasi peluang usaha dan melakukan persiapan-persiapan awal, (2) Start Up stage, tahap memulai usaha, memulai produksi dan pemasaran awal, (3) Early Growth Stage, pertumbuhan awal yang ditandai denganmenaiknya penjualan, (4) Later Growth Stage, being manager, pertumbuhan lanjut yang ditandai dengan mulai berkembangnya usaha dengan mulai melegalkan usaha, pengembangan pasar dan pengusaha berperan sebagai manajer, (5) Later Growth Stage, indirect control, perusahaan telah mengadopsi sistem produksi dan tim-tim yang profesional, maka pengusaha dapat mengawasi perusahaan dengan total indirect control.


Pada fenomena sentra industri yang diteliti, diidentifikasi perbedaan tahapan usaha antara founder dan non founder ada pada tahap Pre Start Up stage, dimana semua founder menguasai aspek teknis dulu, berbeda dengan non founder, ada yang menguasai pasar dulu. Kemudian pada perkembangan berikutnya founder belum banyak saingan sehingga ketika tahap Early Growth Stage, lebih mudah menguasai pasar. Di lain pihak, karena zaman non founder lebih maju akses sarana komunikasinya dan mendapat bantuan dari pemerintah, non founder lebih maju dari pada founder dalam segi pengembangan pasar yaitu pada tahap Later Growth Stage, being manager dan hal ini yang menyebabkan pengusaha non founder dapat masuk ke tahap usaha selanjutnya, yaitu Later Growth Stage, indirect control.


Perbedaan tahapan usaha antar komoditas, disebabkan adanya perbedaan karakteristik komoditas dan karakteristik pengusaha. Capaian tahapan usaha lebih maju pada karakteristik komoditas yang menjadi part banyak produk, seperti pada komoditas karet dan logam yang merupakan part produk dengan spektrum yang luas, dari mulai alat-alat otomotif, sampai alat-alat tulis. Pabrik-pabrik besar penghasil produk-produk tersebut diuntungkan dengan bisa mensubkontrakkan pembuatan sparepart yang jumlahnya ribuan ini ke industri kecil, memudahkan pekerjaaan dan lebih murah karena dikerjakan industri kecil yang memiliki mesin dan keterampilan khusus dan struktur ongkosnya sederhana. Tak hanya itu pabrik besarpun membantu peningkatan teknologi industri kecil agar produknya berkualitas. Karena mendapatkan bantuan teknologi dari pabrik besar, volume perljualan yang besar dan kontinu, maka industri kecil bisa mengernbangkan sistem produksinya dan sistem perusahaan secara keseluruhan. Bila ditinjau dari teori Staley dan Morse (1965), komoditas karet dan logam termasuk komoditas usaha yang mengerjakan proses manufaktur secara terpisah, yang di Amerika terbukti merupakan usaha kecil yang paling sukses dan mampu berkembang menjadi perusahaan besar.
Dalam komoditas yang sama, ditemukan bahwa tidak semua pengusaha mengalami tahapan usaha yang sama. Tahapan usaha lebih maju terjadi pada pengusaha dengan karakteristik mau terbuka dan mau bersulit-sulit berhubungan dengan pihak luar seperti pemerintah, dengan mendaftarkan usahanya, mau proaktif dalam forum-forum yang difasilitasi pemerintah yang menghubungkan industri keeil dan besar, dan kemudian mau berusaha menarik perhatian industriindustri besar untuk bekerja sama, berhasil mendapatkan training peningkatan kemampuan teknologi dan berhasil menjaga kepercayaan dari pemerintah dan pabrik-pabrik besar dengan menghasilkan produk-produk bermutu tinggi.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAC:

IDENTIFICATION OF FOUNDER AND NON FOUNDER
ENTERPRENEUR BUSINESS STAGES
(Case Study Of Steel And Rubber, Knit And Ceramics Small
Industries Comodities Entrepreneurs, At Bandung City)


Ayi Intan Putriyanti
MM : 23402027
Generally in almost every countries, especially in Indonesia, have unemployed problem. Unemployed problem, usually related with job opportunities. To anticipate high labor growth, the government has to increase the ecenomic growth to incerasing job opportunities. By logic thingking, to solve the unemployed problem is increasing economic growth, where most peoples prefer to become an employees rather than to create the jobs. How about if a lot of people prefer to create the job as entrepreneur?
One of the solution to overcome unemployed problem is to increase small industries centre. Small industries centre and rural activities has absorbed 85% of Indonesian labors, and 65 % of the labor absorbed by small business that lives at cluster (Bulger .et.al,2001). Trade and Industry Department has defined cluster as small industry centre.
In small industries centre, the fact in field, knowing 2 group of entrepreneur. There are founder and non founder entrepreneur. To grow small industries centre, of course have to increase founder and non founder entrepreneur growth.


This research is focused to find out empirically of common pattern of founder and non founder entrepreneur business stages, the different stages among them and also different on comodities. The comodities was selected are steel and rubber , knit and ceramics comodities at Bandung city.
Data used is founder and non founder entrepreneur life story. Data processed by time order matrics and meta time order matrics to compare between samples.
Commonly, business stages pattern indentified as follow, (1) Pre Start Up stage, when the entrepreneur motivied to became entrepreneur, they identified business opportunities then doing early preparation, (2) start up stage, the entrepreneur dicided to start to produce and market the product, (3) early growth stage, early growth by indicated increasing of sale, (4) later growth stage, being manager, further grow indicated by further developing business as business legalized, market development, and being as manager, (5) later growth stage, indirect control, the company has adopt production sistem and have professional team, then the entrepreneur manage company by totally indirect control.


Indentified in this research, the different business stages between founder founder first mastery technical aspects, the non founder, part of them first mastery on marketing aspects. On development stage, on founder era has limited competitor, therefore at early growth stage can dominate the market. In other side, because of at non founder era, the communication system has been developed better and also have support from government, non founder more easier to develop market as in later growth stage, being manager and this condotion causes the non founder enterpreneur has acces to further stages as later growth stages indirect control.
Different business stages among comodities, caused by different characteristic of comodities and the entrepreneur. Business stages of comodities as part of a lot of products proved more better as steel and rubber comodities which as part of large otomotive equipment spectrum and stationary tools. The big manufacture have benefit by subcontracted sparepart made on big scales to small industries, simplicity the jobs stages, cheaper cost due to done by small industries which have the special machine and skill and simple cheap financial structure. The big company have only responsible to support small industries on technology to developed good quality product.

Due to have support on technology from parent big company and countinous big market, then the small industries can develop production system and overall company systems. If look out on Staley and Morse Theory (1965), steel and rubber comodities which doing separable manufactur process, at United Stated prooved that small industries most succses and can develop as become big company.
At the same comodities, founded that not all have the same business stage. Higher business stage can be happen to entrepreneur have characteristic openmind , willing to work hard to communicate with out side, as legalized the business, proactive to attend the seminar facilitated by government on development comunication between big company and small industries to get relationship between them on business, training to increase technology and develop trust from government and big company to produce high quality product.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • S.H.Hari Lubis, Scan : Mudjiono, Editor: mudjiono@

File PDF...