Path: TopMembermudjiono@cyberlib.itb.ac.id

VISUALISASI DAN IMPLEMENTASI
METODE PEMBOBOTAN UNTUK PENENTUAN
PRIORITAS WILAYAH KEGIATAN
EKSTENSIFIKASI DAN INTENSIFIKASI PBB

Master Theses from / 2005-05-17 11:14:41
Oleh : Andry, S2 - Geodetic Engineering
Dibuat : 2005-02-04, dengan 1 file

Keyword : area of extensflcation and intensification PBB, AHP, GIS.
Nomor Panggil (DDC) : T.333.332 AND
Sumber pengambilan dokumen : 200500400

Di dalam upaya untuk mencapai target penerimaan negara di sektor perpajakan, Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KPPBB) harus menerapkan strategi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan. Ekstensifikasi dan intensifikasi PBB merupakan salah satu strategi yang dilakukan untuk mencapai target penerimaan yang dibebankan pada setiap KPPBB. Dalam kenyataannya, penentuan prioritas wilayah kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi tersebut dilakukan hanya berdasarkan intuisi dan pengalaman pimpinan, sehingga seringkali keputusan yang diambil kurang mengenai sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas wilayah kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi PBB yang dilakukan melalui pengembangan model pengambilan keputusan. Pengembangan model ini dilakukan melalui implementasi metode pembobotan berbasis Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). AHP digunakan untuk menentukan besarnya bobot kriteria dan subkriteria, sedangkan SIG digunakan untuk membuat berbagai peta kriteria, melakukan analisis spasial, dan visualisasi berbagai peta tematik PBB. Penyetaraan skala peta kriteria dilakukan melalui transformasi skala linier dengan prosedur jarak skor, sedangkan pemilihan alternatif keputusan dilakukan melalui penerapan metode penambahan bobot sederhana. Hasil dari implementasi metode pembobotan tersebut adalah urutan prioritas wilayah kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi PBB. Urutan prioritas wilayah dari yang tertinggi sampai dengan yang terendah adalah Kelurahan Nagri Kaler, Kelurahan Nagri Tengah, Kelurahan Tegal Munjul, Kelurahan Nagri Kidul, Kelurahan Sindang Kasih dan Kelurahan Cipaisan. Urutan prioritas wilayah yang dihasilkan, terindikasi memiliki korelasi dengan luas penggunaan lahan. Kelurahan Nagri Kaler sebagai prioritas pertama, memiliki penggunaan lahan komersial terluas dibandingkan dengan kelurahan lainnya. Kelurahan Cipaisan sebagai prioritas terakhir, memiliki kawasan pemukiman tidak teratur yang terluas dibandingkan dengan kelurahan lainnya

Deskripsi Alternatif :

In order to secure national revenue and obtaining good administration in taxation sector, KPPBB has to apply strategies in many activity. One of the strategies is by doing extensification and intensification PBB to reach PBB revenue which has charged at each KPPBB. In fact, determination of extensification and intensification PBB priority area was only based on intuition and experience of the head, so that manytimes the yielded decision less exactly to the goal. The objective of this research is to determine priority area of extensification and intensification PBB which has carried out by developing a decision model. This model was developed by implementating weigthing methods based on Analytical Hierarchy Process (AHP) and Geographic Information System (GIS). AHP is used to determine the criteria and subcriteria weight, while SIG used to make various map of subcriteria, doing spatial analysis, and visualisation various PBB's thematic map. For generating commensurate subcriteria map were used linear scale transformation with score range, while determination of decision alternative was done by applying addition simple weight method. The result from weighting method implementation is priority area of extensification and intensification PBB. Priority area from the first until sixth are Kelurahan Nagri Kaler, Kelurahan Nagri Tengah, Kelurahan Tegal Munjul, Kelurahan Nagri Kidul, Kelurahan Sindang Kasih dan Kelurahan Cipaisan. Priority area was indicated has a correlation with commercial and irregular land use area. Kelurahan Nagri Kaler as the first priority, owning the biggest area of commercial compared to others. Kelurahan Cipaisan as the last priority, owning the biggest area of irregular housing compared to others

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : 1. Irwan Sumarto,2.Dikdik Wihardi.W.S , Scan : Mudjiono, Editor: mudjiono@

File PDF...