Path: TopS2-ThesesGeodesy and Geomatics Engineering-FITB2005

RANCANG BANGUN SISTEM BASIS DATA OBYEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEKTOR PERKEBUNAN

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:15:52
Oleh : Anandita Budi Suryana, S2 - Geodetic Engineering
Dibuat : 2005-00-00, dengan 1 file

Keyword :
PBB, plantation, imposition, database system.

Abstrak
Obyek PBB terbagi dalam sektor pedesaan, perkotaan, perkebunan, perhutanan dan pertambangan. Sektor perkebunan adalah obyek PBB di bidang budidaya perkebunan yang dimiliki BUMN, BUMD dan pihak swasta. Obyek pajak perkebunan memiliki peranan yang signifikan dalam penerimaan PBB secara nasional. Penatausahaan PBB sektor perkebunan yang dilakukan oleh KPPJ3B Bandung Dua masih dilakukan secara manual. Kondisi menyebabkan inkonsistensi dalam pendataan data wajib pajak perkebunan. Sistem infonnasi yang telah ada pada KPPBB yaitu SISMIOP untuk mengelola data deskriptif dan SIGPBB untuk mengelola data spasial sektor pedesaaan dan perkotaan.

Sistem informasi yang ada belum bisa menangani penatausahaan PBB perkebunan sehingga banyak obyek perkebunan yang dimasukkan pada sektor pedesaan. Proses penatausahaan secara manual dan jumlah obyek perkebunan yang banyak menyebabkan pelaporan KPPBB mengenai penetapan PBB perkebunan kepada DJP bersifat global dan tidak rinci. Ketiadaan informasi spasial menyebabkan DJP tidak dapat memantau penatausahaan PBB perkebunan, terutama penetapan klasifikasi bumi perkebunan dan status pembayaran wajib pajak.

Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk sistem basisdata atribut perkebunan yang terintegrasi dengan SISMIOP dan sistem basisdata spasial perkebunan yang terintegrasi dengan SIG untuk penatausahaan PBB perkebunan, khususnya proses pendataan, penilaian, penetapan, penerimaan dan penagihan PBB perkebunan. Dari pelaksanaan penelitian disimpulkan bahwa sistem basisdata atribut perkebunan dan sistem basisdata spasial perkebunan dapat diintegrasikan dengan SISMIOP dan SIGPBB yang saat ini telah ada pada. KPPBB. Dampak dari implementasi aplikasi SISMIOP dan SIGPBB perkebunan antara lain dapat mengurangi inkonsistensi data wajib pajak, mempercepat proses penatausahaan, mempermudah penyajian pelaporan PBB perkebunan secara rinci, dan visualisasi data tematik klasifikasi NJOP bumi dan status pembayaran PBB.

Deskripsi Alternatif :

Abstrak
Obyek PBB terbagi dalam sektor pedesaan, perkotaan, perkebunan, perhutanan dan pertambangan. Sektor perkebunan adalah obyek PBB di bidang budidaya perkebunan yang dimiliki BUMN, BUMD dan pihak swasta. Obyek pajak perkebunan memiliki peranan yang signifikan dalam penerimaan PBB secara nasional. Penatausahaan PBB sektor perkebunan yang dilakukan oleh KPPJ3B Bandung Dua masih dilakukan secara manual. Kondisi menyebabkan inkonsistensi dalam pendataan data wajib pajak perkebunan. Sistem infonnasi yang telah ada pada KPPBB yaitu SISMIOP untuk mengelola data deskriptif dan SIGPBB untuk mengelola data spasial sektor pedesaaan dan perkotaan.

Sistem informasi yang ada belum bisa menangani penatausahaan PBB perkebunan sehingga banyak obyek perkebunan yang dimasukkan pada sektor pedesaan. Proses penatausahaan secara manual dan jumlah obyek perkebunan yang banyak menyebabkan pelaporan KPPBB mengenai penetapan PBB perkebunan kepada DJP bersifat global dan tidak rinci. Ketiadaan informasi spasial menyebabkan DJP tidak dapat memantau penatausahaan PBB perkebunan, terutama penetapan klasifikasi bumi perkebunan dan status pembayaran wajib pajak.

Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk sistem basisdata atribut perkebunan yang terintegrasi dengan SISMIOP dan sistem basisdata spasial perkebunan yang terintegrasi dengan SIG untuk penatausahaan PBB perkebunan, khususnya proses pendataan, penilaian, penetapan, penerimaan dan penagihan PBB perkebunan. Dari pelaksanaan penelitian disimpulkan bahwa sistem basisdata atribut perkebunan dan sistem basisdata spasial perkebunan dapat diintegrasikan dengan SISMIOP dan SIGPBB yang saat ini telah ada pada. KPPBB. Dampak dari implementasi aplikasi SISMIOP dan SIGPBB perkebunan antara lain dapat mengurangi inkonsistensi data wajib pajak, mempercepat proses penatausahaan, mempermudah penyajian pelaporan PBB perkebunan secara rinci, dan visualisasi data tematik klasifikasi NJOP bumi dan status pembayaran PBB.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...


  • Pembimbing I:
    Dudung Muhally

    Pembimbing II:
    Dicky Speria Atmadja

    Scanner:
    Kory
    , Editor:

File PDF...