Path: Top S2-Theses Civil Engineering 2004

KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL DENGAN SUBSTITUSI BAN BEKAS SEBAGAI AGREGAT

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-04-10 17:27:06
Oleh : Nelly Kurniati, S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2004-00-00, dengan 1 file

Keyword : Scrapped rubber tire, Asphalt concrete mixture, Marshall analysis, Aggregate, Road surface layers.

Ban bekas merupakan salah satu bahan buangan dan bekas pakai yang dapat dengan mudah dicari dan ditemukan di setiap daerah di Indonesia dan jumlahnya juga relatif cukup tinggi. Penggunaan ban bekas ini sebagai pengganti sebagian agregat adalah didasarkan pada keterbatasan agregat alami yang tersedia di alam, contohnya pasir, batu, sirtu, tanah liat dan lain-lain, dimana agregat alam tersebut jumlahnya semakin lama semakin berkurang karena merupakan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui. Tesis ini menguraikan evaluasi laboratorium dari beton aspal untuk campuran tanpa ban bekas, campuran dengan 50% dan 100% pengganti agregat pada fraksi No. 50 dan campuran dengan 100% pengganti agregat pada fraksi No. 50. Semua campuran direncanakan berdasarkan analisa Marshall, perendaman Marshall, pengujian kuat tarik tidak langsung dan pengujian jejak roda yang penentuan kinerjanya dipersiapkan pada kadar aspal optimum. Analisa Marshall menunjukkan campuran tanpa ban bekas memiliki kadar aspal optimum 7,1%, campuran dengan 50% pengganti agregat pada fraksi No. 50 memiliki kadar aspal optimum 7,4% dan campuran dengan 100% pengganti agregat pada fraksi No. 50 memiliki kadar aspal optimum 7,2%. Campuran dengan 50% pengganti agregat pada fraksi No. 50 memiliki ketahanan terhadap air yang tertinggi (93,09%) bila dibandingkan campuran dengan 100% pengganti agregat pada fraksi No. 50 (91,81%) dan campuran tanpa ban bekas (91,07%). Campuran dengan 50% dan 100% pengganti agregat pada fraksi No. 50 mempunyai ketahanan tarik yang lebih kecil bila dibandingkan dengan campuran tanpa ban bekas. Untuk pengujian jejak roda, campuran dengan 100% pengganti agregat pada fraksi No. 50 mempunyai ketahanan terhadap deformasi permanen lebih tinggi bila dibandingkan dengan campuran tanpa ban bekas dan campuran dengan 50% pengganti agregat pada fraksi No. 50. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ban bekas secara teknis dapat diterima sebagai pengganti sebagian agregat dalam campuran aspal untuk lapis permukaan jalan.

Deskripsi Alternatif :

Ban bekas merupakan salah satu bahan buangan dan bekas pakai yang dapat dengan mudah dicari dan ditemukan di setiap daerah di Indonesia dan jumlahnya juga relatif cukup tinggi. Penggunaan ban bekas ini sebagai pengganti sebagian agregat adalah didasarkan pada keterbatasan agregat alami yang tersedia di alam, contohnya pasir, batu, sirtu, tanah liat dan lain-lain, dimana agregat alam tersebut jumlahnya semakin lama semakin berkurang karena merupakan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui. Tesis ini menguraikan evaluasi laboratorium dari beton aspal untuk campuran tanpa ban bekas, campuran dengan 50% dan 100% pengganti agregat pada fraksi No. 50 dan campuran dengan 100% pengganti agregat pada fraksi No. 50. Semua campuran direncanakan berdasarkan analisa Marshall, perendaman Marshall, pengujian kuat tarik tidak langsung dan pengujian jejak roda yang penentuan kinerjanya dipersiapkan pada kadar aspal optimum. Analisa Marshall menunjukkan campuran tanpa ban bekas memiliki kadar aspal optimum 7,1%, campuran dengan 50% pengganti agregat pada fraksi No. 50 memiliki kadar aspal optimum 7,4% dan campuran dengan 100% pengganti agregat pada fraksi No. 50 memiliki kadar aspal optimum 7,2%. Campuran dengan 50% pengganti agregat pada fraksi No. 50 memiliki ketahanan terhadap air yang tertinggi (93,09%) bila dibandingkan campuran dengan 100% pengganti agregat pada fraksi No. 50 (91,81%) dan campuran tanpa ban bekas (91,07%). Campuran dengan 50% dan 100% pengganti agregat pada fraksi No. 50 mempunyai ketahanan tarik yang lebih kecil bila dibandingkan dengan campuran tanpa ban bekas. Untuk pengujian jejak roda, campuran dengan 100% pengganti agregat pada fraksi No. 50 mempunyai ketahanan terhadap deformasi permanen lebih tinggi bila dibandingkan dengan campuran tanpa ban bekas dan campuran dengan 50% pengganti agregat pada fraksi No. 50. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ban bekas secara teknis dapat diterima sebagai pengganti sebagian agregat dalam campuran aspal untuk lapis permukaan jalan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing I: Bambang Ismanton; Pembimbing 2: Sri Hendarto; Scanner: caca@unix.lib.itb.ac.id, Editor:

Download...