Path: Top > S2-Theses > Transportation-SAPPK > 1999

IMPACT OF DIRECTIONAL SPLIT ON TRAFFIC

PERFORMANCE AND CAPACITY OF AN UNDIVIDED

URBAN ROAD

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:29:55
Oleh : M. NAZLI, S2 - Transportation
Dibuat : 2004-10-07, dengan 1 file

Keyword :
Split on Traffic


Abstrak
PENGARUH PEMBAGIAN ARAB PADA KINERJA LALU LINTAS DAN KAPASITAS DI SATU JALAN PERKOTAAN TANPA PEMISAH.



M.Nazli, 1999 Program Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya, Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung. Pembagian arah merupakan faktor yang sangat penting dalam analisa kapasitas jalan raya perkotaan dua lajur dua arah tanpa pemisah. Kapasitas jalan tersebut tinggi untuk pembagian arah 50/50 pada saat arus sama pada kedua arah dan untuk pembagian arah lainnya berkurang terhadap pembagian arah 50/50.

Penelitian ini difokuskan pada pengaruh pembagian arah 50/50, 60/40 dan 70/30 terhadap hubungan kecepatan - kerapatan dan kapasitas dari ruas Jalan Moh. Toha di Bandung antara persimpangan J1. Radio Palasari dan J1. Mengger. Pengumpulan data dilaksanakan selama dua hari dari jam 06.00 pagi sampai jam 18.00 sore dan direkam dengan menggunakan video kamera agar bisa dilakukan analisa berulang. Hubungan kecepatan kerapatan menggunakan metode Regresi Linear. Dari hubungan kecepatan - kerapatan untuk arah gabungan rata-rata kemiringan garis diperoleh -0,4246, -0.4629, -0,4624, -0,4629 dan - 0,5101 untuk pembagian arah 50/50, 60/40, 70/30, 40/60, dan 30/70. Garis pembagian arah 50/50 dan 60/40 berpotongan pada kerapatan 29,5 smp/km dan pembagian arah 50/50 dan 70/30 berpotongan pada kerapatan 11,0 smp/km. Garis pembagian arah 50/50, 40/60 dan 30/70 berpotongan pada kerapatan 27,6 smp/km. Kecepatan arus bebas taksiran diperoleh 40,6 km/jam, 41,9 km/jam, 42,1 km/jam; dan taksiran kerapatan lalu lintas jalan pada saat macet didapat 95,7 smp/km, 90,0 smp/km dan 86,6 smp/km untuk pembagian arah 50/50, 60/40 dan 70/30 masing-masingnya.

Kapasitas taksiran yang didapatkan dari hubungan kecepatan - kerapatan adalah 1943 smp/jam, 1890 smp/jam dan 1839 smp/jam untuk pembagian arah 50/50, 60/40 dan 70/30 masing-masingnya. Nilai ini lebih kecil dari pada hasil perhitungan metode IHCM yaitu 2427 smp/jam, 2282 smp/jam dan 2136 smp/jam untuk pembagian arah 50/50, 60/40 dan 70/30 masing-masingnya. Dengan asumsi bahwa pembagian arah 50/50 merupakan dasar faktor penyesuaian kapasitas pembagian arah, dengan Fsp 1,0, Fsp lainnya yang didapatkan dari data penyelidikan adalah 0,97 untuk pembagian 60/40, dan 0,94 untuk pembagian 70/30. Harga ini lebih tinggi dari harga pada IHCM yaitu 0,94 untuk pembagian arah 60/40 dan 0,88 untuk pembagian arah 70/30.

Deskripsi Alternatif :


Abstrak
PENGARUH PEMBAGIAN ARAB PADA KINERJA LALU LINTAS DAN KAPASITAS DI SATU JALAN PERKOTAAN TANPA PEMISAH.



M.Nazli, 1999 Program Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya, Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung. Pembagian arah merupakan faktor yang sangat penting dalam analisa kapasitas jalan raya perkotaan dua lajur dua arah tanpa pemisah. Kapasitas jalan tersebut tinggi untuk pembagian arah 50/50 pada saat arus sama pada kedua arah dan untuk pembagian arah lainnya berkurang terhadap pembagian arah 50/50.

Penelitian ini difokuskan pada pengaruh pembagian arah 50/50, 60/40 dan 70/30 terhadap hubungan kecepatan - kerapatan dan kapasitas dari ruas Jalan Moh. Toha di Bandung antara persimpangan J1. Radio Palasari dan J1. Mengger. Pengumpulan data dilaksanakan selama dua hari dari jam 06.00 pagi sampai jam 18.00 sore dan direkam dengan menggunakan video kamera agar bisa dilakukan analisa berulang. Hubungan kecepatan kerapatan menggunakan metode Regresi Linear. Dari hubungan kecepatan - kerapatan untuk arah gabungan rata-rata kemiringan garis diperoleh -0,4246, -0.4629, -0,4624, -0,4629 dan - 0,5101 untuk pembagian arah 50/50, 60/40, 70/30, 40/60, dan 30/70. Garis pembagian arah 50/50 dan 60/40 berpotongan pada kerapatan 29,5 smp/km dan pembagian arah 50/50 dan 70/30 berpotongan pada kerapatan 11,0 smp/km. Garis pembagian arah 50/50, 40/60 dan 30/70 berpotongan pada kerapatan 27,6 smp/km. Kecepatan arus bebas taksiran diperoleh 40,6 km/jam, 41,9 km/jam, 42,1 km/jam; dan taksiran kerapatan lalu lintas jalan pada saat macet didapat 95,7 smp/km, 90,0 smp/km dan 86,6 smp/km untuk pembagian arah 50/50, 60/40 dan 70/30 masing-masingnya.

Kapasitas taksiran yang didapatkan dari hubungan kecepatan - kerapatan adalah 1943 smp/jam, 1890 smp/jam dan 1839 smp/jam untuk pembagian arah 50/50, 60/40 dan 70/30 masing-masingnya. Nilai ini lebih kecil dari pada hasil perhitungan metode IHCM yaitu 2427 smp/jam, 2282 smp/jam dan 2136 smp/jam untuk pembagian arah 50/50, 60/40 dan 70/30 masing-masingnya. Dengan asumsi bahwa pembagian arah 50/50 merupakan dasar faktor penyesuaian kapasitas pembagian arah, dengan Fsp 1,0, Fsp lainnya yang didapatkan dari data penyelidikan adalah 0,97 untuk pembagian 60/40, dan 0,94 untuk pembagian 70/30. Harga ini lebih tinggi dari harga pada IHCM yaitu 0,94 untuk pembagian arah 60/40 dan 0,88 untuk pembagian arah 70/30.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...


  • Pembimbing I:
    Trisno Soegondo

    Pembimbing II:
    Sri Hendarto

    Scan:
    Irwan Sofiya
    , Editor:

File PDF...