Path: Top » S2-Theses » Highway Systems and Engineering » 1991
KESESUAIAN PENGGUNAAN CAMPURAN ASPAL MINYAK DAN ASBUTON MIKRO DENGAN PEN. 40 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DALAM HOT ROLLED SHEET
Oleh : F.X. Laksana Kesuma, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 1991-06-00, dengan 1 file
Keyword : Microasbuton bitumen, hot rolled sheet, refinery
Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki bagaimana aspal batuan Asbuton dapat digunakan sebaik mungkin pada konstruksi perkerasan lentur. Penggunaan lebih luas dari bahan tersebut akan memanfaatkan sumber daya yang kita miliki dan mengurangi kebutuhan aspal minyak. Penelitian atas material ini umumnya menggunakan Bunker Fuel Oil (BFO) sebagai bahan pelarut tetapi hasilhasil menunjukkan bahwa BFO tidak dapat digunakan secara efektif untuk melepaskan dan melunakkan aspalnya. Kadar aspal dari Asbuton yang tersedia juga bervariasi dengan kadar air yang umumnya tinggi. Suatu proses .baru telah dikembangkan untuk memproduksi apa yang disebut Asbuton mikro. Bahan ini kering dan memiliki kadar aspal yang hampir konstan. Diameter terbesar adalah 1 mm untuk memudahkan pelepasan aspal dan untuk membuat fraksi mineral bahan tersebut bisa digunakan sebagai bahan pengisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan penggunaan Asbuton mikro sebagai pengganti sebagian dari aspal minyak pen. 60 dan seluruh bahan pengisi. Campuran yang digunakan pada studi ini adalah lapis overlay Hot Rolled Sheet (HRS) berdasarkan spesifikasi Bina Marga. Hanya aspal minyak pen. 60 panas digunakan untuk melepaskan aspal dari Asbuton mikro. Penyelidikan tentang karakteristik campuran antara aspal minyak pen. 60 dan aspal yang diperoleh dari ekstraksi Asbuton mikro menunjukkan bahwa nilai pen. 40 didapat pada persentase aspal Asbuton dalam campuran sebesar 17.5 persen. Ada dua kesimpulan utama dari penelitian ini. Pertama, pelepasan aspal Asbuton tampaknya dapat mengadi efektif dengan memanaskan Asbuton mikro hingga 165 C sebelum aspal minyak panas ditambahkan. Kesimpulan kedua adalah bahwa campuran HRS menggunakan Asbuton mikro dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Bina Marga. Dalam penelitian ini, Asbuton mikro ditambahkan sebanyak yang dibutuhkan untuk mendapatkan aspal pen. 40. Ada sedikit perbedaan pada Marshall Proper-ties campuran HRS mengandung aspal pen. 40 yang nominal dan campuran HRS yang dibuat dengan aspal minyak pen. 60. Hal ini memberi kesan bahwa tidak semua aspal Asbuton dapat dilepaskan dari Asbuton mikro.
Deskripsi Alternatif :Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki bagaimana aspal batuan Asbuton dapat digunakan sebaik mungkin pada konstruksi perkerasan lentur. Penggunaan lebih luas dari bahan tersebut akan memanfaatkan sumber daya yang kita miliki dan mengurangi kebutuhan aspal minyak. Penelitian atas material ini umumnya menggunakan Bunker Fuel Oil (BFO) sebagai bahan pelarut tetapi hasilhasil menunjukkan bahwa BFO tidak dapat digunakan secara efektif untuk melepaskan dan melunakkan aspalnya. Kadar aspal dari Asbuton yang tersedia juga bervariasi dengan kadar air yang umumnya tinggi. Suatu proses .baru telah dikembangkan untuk memproduksi apa yang disebut Asbuton mikro. Bahan ini kering dan memiliki kadar aspal yang hampir konstan. Diameter terbesar adalah 1 mm untuk memudahkan pelepasan aspal dan untuk membuat fraksi mineral bahan tersebut bisa digunakan sebagai bahan pengisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan penggunaan Asbuton mikro sebagai pengganti sebagian dari aspal minyak pen. 60 dan seluruh bahan pengisi. Campuran yang digunakan pada studi ini adalah lapis overlay Hot Rolled Sheet (HRS) berdasarkan spesifikasi Bina Marga. Hanya aspal minyak pen. 60 panas digunakan untuk melepaskan aspal dari Asbuton mikro. Penyelidikan tentang karakteristik campuran antara aspal minyak pen. 60 dan aspal yang diperoleh dari ekstraksi Asbuton mikro menunjukkan bahwa nilai pen. 40 didapat pada persentase aspal Asbuton dalam campuran sebesar 17.5 persen. Ada dua kesimpulan utama dari penelitian ini. Pertama, pelepasan aspal Asbuton tampaknya dapat mengadi efektif dengan memanaskan Asbuton mikro hingga 165 C sebelum aspal minyak panas ditambahkan. Kesimpulan kedua adalah bahwa campuran HRS menggunakan Asbuton mikro dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Bina Marga. Dalam penelitian ini, Asbuton mikro ditambahkan sebanyak yang dibutuhkan untuk mendapatkan aspal pen. 40. Ada sedikit perbedaan pada Marshall Proper-ties campuran HRS mengandung aspal pen. 40 yang nominal dan campuran HRS yang dibuat dengan aspal minyak pen. 60. Hal ini memberi kesan bahwa tidak semua aspal Asbuton dapat dilepaskan dari Asbuton mikro.
Beri Komentar ?#(0) | Bookmark
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| ID Publisher | JBPTITBPP |
| Organisasi | S2 - Highway System Engineering |
| Nama Kontak | Drs. Mahmudin, SIP. |
| Alamat | Jl. Ganesha 10 |
| Kota | Bandung |
| Daerah | Jawa Barat |
| Negara | Indonesia |
| Telepon | 62-22-2509118, 2500089 |
| Fax | 62-22-2500089 |
| E-mail Administrator | digilib@lib.itb.ac.id |
| E-mail CKO | digilib@lib.itb.ac.id |
Print ...
Kontributor...
- Pembimbing I: Sri Hendarto; Pembimbing II: James McElvaney; Scan: Agus, Editor: agus salim
Review...

File : 1990_TS_PP_KESUMA_1.pdf
(545238 bytes)