Path: Top > S2-Theses > MBA-Technology > 1999

UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI PLYWOOD: Studi Kasus PT. Putra Sumber Utama Timber, Jambi

Master Theses from #PUBLISHER# / 2004-10-29 19:49:45
Oleh : Ekabudi Kasih, S2 - MBA-Technology
Dibuat : 1999-00-00, dengan 1 file

Keyword : Plywood Industry, competitive strategy, Value
Chain Management, Overall Strategy, Differentiation Strategy, Low Cost Strategy
Subjek : Executive management: Strategic management
Kepala Subjek : Management
Nomor Panggil (DDC) : T 658.401 2 KAS
Sumber pengambilan dokumen : Thesis Magister Manajemen Bisnis dan Administrasi Teknologi (20021511)

Industri Plywood Indonesia yang mengalami masa keemasan dengan predikat produsen eksportir plywood kayu tropis terbesar di dunia pada tahun 1990, mulai terusik dengan masuknya plywood dari Malaysia dan Amerika Latin di Pasar Internasional dan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan menyusul Kamboja, Vietnam, Laos, Papua Nugini yang mulai memanfaatkan hutan tropis yang dimilikinya untuk memproduksi plywood, sehingga persaingan Industri Plywood di masa yang akan datang akan makin ketat di Pasar Global. Dengan pembubaran sistim pemasaran bersama melalui Apkindo, sesuai dengan kesepakatan IMF dengan Republik Indonesia pada tahun 1998, maka masing-masing industri plywood di Indonesia termasuk PT. PSUT perlu melakukan kajian terhadap sistim operasi bisnis secara menyeluruh untuk menekan biaya produksi ke tingkat optimal dan menjaga kualitas produksi sesuai standar Internasional secara konsisten melalui evaluasi Internal (Kekuatan dan Kelemahan) dan Eksternal (Peluang dan Ancaman) perusahaan untuk menentukan posisi stratejik perusahaan serta melalui "Value Chain Management" dengan sasaran peningkatan nilai tambah melalui :
* Gabungan Mata Rantai Nilai Tambah dengan supplier,
* Gabungan Mata Rantai Nilai Tambah dengan konsumen
* Gabungan Mata Rantai Nilai Tambah lintas fungsional di dalam unit bisnis/operasi
* Gabungan Mata Rantai Nilai Tambah lintas sektoral diantara unit bisnis.
Dilanjutkan dengan optimasi biaya melalui evaluasi faktor-faktor penentu biaya, dan melakukan perubahan konfigurasi produk dan proses produksi jika diperlukan, untuk mendapatkan solusi optimal sistim operasi perusahaan, yang dapat meningkatkan nilai tambah secara keseluruhan. Dari hasil-hasil evaluasi tersebut selanjutnya dapat diformulasikan strategi bersaing perusahaan, yang mengusulkan strategi harga rendah untuk produk ordinary plywood, dan strategi diferensiasi dan fokus untuk produk LVL dan produk sampingan. Selanjutnya dilakukan penjabaran strategi bersaing ke dalam sistim operasi, yang dibagi dalam 3 kategori yakni :
Penjabaran Strategi Umum, yaitu aliansi strategis dengan perusahaan HPH/HTI, meningkatkan kerjasama dan gabungan mata rantai nilai tambah dengan supplier, antar unit operasi dan konsumen secara lintas fungsional dan lintas sektoral, serta peningkatan kualitas dan motivasi tenaga kerja.
Penjabaran Strategi Diferensiasi, yaitu meningkatkan promosi produk LVL dan produk sampingan lainnya, meningkatkan motivasi dan kemampuan team R & D dan melakukan investasi teknologi/ proses baru, serta meningkatkan kerjasama antara team produksi dan R & D, dengan pelanggan di Jepang dan Korea Selatan.
Penjabaran Strategi Harga Rendah, yaitu melakukan kontrol biaya produksi dan kualitas yang ketat melalui "VATPS" dan 5 prinsip kualitas perusahaan, meningkatkan koordinasi yang baik antara team R & D, grader log, PPC dan pemasaran, menemukan proyek penelitian proses drying, menurunkan stok WIP, melakukan utilisasi Co-generation plant dan fasilitas produksi secara maksimal, meningkatkan aktivitas team pemasaran untuk penetrasi pasar baru, serta melakukan produksi plywood ukuran khusus (odd size) untuk mendapatkan harga jual yang baik Dengan penerapan strategi bersaing tersebut secara konsisten dan berkesinambungan diharapkan dapat menaikkan nilai tambah perusahaan secara menyeluruh, dan menghasilkan keunggulan bersaing yang berkelanjutan, sehingga PT. PSUT, sebagai salah satu Industri Plywood Indonsia siap bersaing dengan produsen regional pada tahun 2003 mendatang.

Deskripsi Alternatif :

Indonesian Plywood Industry which has the golden years with the affirmation as the largest plywood exporter of tropical timber in the world in 1990, begin to be annoyed by the incoming plywood from Malaysia and Latin America in the International Market and within short time, Cambodia, Vietnam, Laos, Papua New Guinea follow, by taking advantage of their tropical forest to produce plywood, so the competition of Plywood Industry in the near future will be tighter in the Global Market. With dissolution of united marketing system through Apkindo, as agreed between IMF and Indonesia's government in 1998, each plywood industry in Indonesia including PT. PSUT requires to reevaluate the firm operation system in order to minimize the production cost and to maintain the product quality as required in the International Standard, through Internal Evaluation (Strength and Weakness), External Evaluation (Opportunity and Threat) to set up company's competitive strategy and the application of "Value Chain Management" with the objective of increasing the added value/profit through :
* Linkage with suppliers
* Linkage with customers
* Process linkages within the value chain of business units
* Linkages across business unit value chain within the firm
Follow by cost driver analysis and reconfiguration the value chain as and when required, in order to obtain the optimal solution for the firm operation system, which will increase the overall value added for the company. From the result of system evaluation, the recommended competitive strategy will be low cost strategy for the ordinary plywood, and differentiation strategy for LVL and other special products, and will be described into the firm operation system, as follows :
The Overall Strategy, such as improving the strategic alliance with the forestry and plantation company, improving the value chain, linkage with supplier, inter operation / business unit, and customer, and the improvement of the quality and motivation of the workers.
Differentiation Strategy, such as improving the promotion of new product, the qualification and motivation of R & D team, investing in new technology/process and improving the coordination between production and R & D team with Japanese, and Korean Customer.
Low Cost Strategy, such as high cost & quality control through VATPS and the 5 quality-principles, improving the coordination between R & D, grader log, PPC and marketing team, the research project in drying process, reduce WIP, maximize the utilisation of the Co-generation plant and production capacity, penetration into new market and produce odd size product according to customer's requirements.
Through the application of the operational strategies described above. it is expected to increase the overall firm value added, and create / generate the sustainable competitive advantages, so that PT PSUT, as one of the Indonesian Plywood Mill is ready to compete with the regional plywood producers in the Year 2003.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Senator Nur Bahagia; Scan: Irwan, Editor: irwan@#publisher#

File PDF...