Path: Top > Member > kory@cyberlib.itb.ac.id

HUBUNGAN KARAKTERISTIK ANTARA BIAYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DENGAN SKALA PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMAHAN DAN
IMPLIKASINYA

Master Theses from / 2005-04-28 13:58:06
Oleh : Dian Afriyanie, S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2004-00-00, dengan 1 file

Keyword : development of KASIBA and LISIBA pattern
Nomor Panggil (DDC) : T 711.58 AFR
Sumber pengambilan dokumen : 20042301

Peran infrastruktur dalam pengembangan perumahan dan permukiman dinilai sangat panting, karena infrastruktur merupakan syarat mutlak bagi terciptanya lingkungan permukiman yang sehat, aman, harmonis dan berkelanjutan. Naniun di sisi lain infrastruktur juga berpengaruh terhadap peningkatan nilai dan harga lahan. Peningkatan harga lahan ini merupakan salah satu penyebabnya sulitnya pengadaan rumah yang terjangkau di perkotaan. Pembangunan perumahan skala besar di pinggiran kota melalui pola KASIBA dan LISIBA dipercaya sebagai salah satu solusi dalam menjawab tantangan tersebut, dengan asumsi bahwa harga lahan yang berada di pinggiran kota relatif lebih murah dibandingkan dengan harga lahan di kota. Namun disinyalir bahwa kebutuhan biaya infrastruktur per unit lahan matang dan per unit rumah pads pengembangan perumahan skala besar lebih tinggi dibandingkan dengan perumahan skala kecil. Hal ini disebabkan karena kebutuhan infrastruktur pada pengembangan perumahan skala besar lebih beragam dan kompleks dibandingkan dengan perumahan skala kecil. Berbeda dengan perumahan skala kecil, perumahan skala besar memerlukan off-site infrastruktur dan kenyamanan (amenity) lingkungan yang diwujudkan dengan pembangunan berbagai fasilitas social yang beragam. Besarnya kebutuhan biaya infrastruktur tersebut menyebabkan tingginya beban social overhead cost yang harus ditanggung oleh pengembang perumahan skala besar, dan hal ini menyebabkan tingginya harga jual rumah dan lahan pada perumahan skala besar. Berdasarkan hal tersebut kajian penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa besar proporsi kebutuhan biaya infrastruktur pada perumahan skala besar dan sejauh mana implikasinya terhadap biaya produksi dan harga jual lahan dan rumah. Dari informasi tersebut diharapkan dapat diketahui keefektifan pola pengembangan KASIBA dan LISIBA sebagai penyedia perumahan skala besar dengan pola hunian berimbang. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan identifikasi terhadap hubungan karakteristik antara kebutuhan biaya infrastruktur dengan skala kawasan serta implikasinya dari hubungan tersebut terhadap biaya. produksi dan harga jual rumah dan lahan. Alat analisis yang digunakan dalam mengidentifikasi hubungan tersebut adalah metode power regression. Penggunaan metode power regression dilakukan berdasarkan asumsi bahwa prilaku biaya infrastruktur terhadap skala kawasan mengalami kecenderungan yang monoton naik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan biaya infrastruktur mengalami peningkatan dengan laju kenaikan yang monoton terhadap skala kawasan. hnplikasi dari peningkatan ini berdampak sangat besar terhadap peningkatan harga jual lahan dan rumah. Hal ini menyebabkan tingginya harga jual lahan dan rumah pads perumahan skala besar. Sebagai akibatnya maka pola pengembangan KASIBA dan LISIBA menjadi tidak efektif lagi jika diperuntukkan sebagai penyedia perumahan dengan pola human yang berimbang, karena telah tarjadi pergeseran segmen pasar yang menjauh dari segmen masyarakat berpendapatan rendah sebagai akibat dari tingginya harga jual lahan dan rumah pads perumahan skala besar. Berdasarkan hal tersebut, agar pola pengembangan KASIBA dan LISIBA dapat mencapai tujuannya secara efektif maka diperlukan suatu insentif yang dapat memungkinkan KASIBA dan LISIBA dapat berfungsi secara efektif sebagai penyedia perwnahan dengan pola human yang berimbang. Insentif dapat berupa paket subsidi dari Pemerintah untuk masyarakat yang berpendapatan rendah, agar dapat meningkatkan keterjangkauan mereka untuk membeli rumah atau lahan pads KASIBA dan LISIBA.

Deskripsi Alternatif :

The role of infrastructure in housing and settlement development is very important, since infrastructure is a main requirement for developing a healthy, save harmony, and sustainable settlement. On the other side, infrastructure gives an influence in increasing the land price and value. The rising of land price was one of the most influence factor that caused the difficulty of affordability housing provision in urban. The development of large scale housing in fringe area through KASIBA (Kawasan Siap Bangun-Ready to Build Area) and LISIBA (Lingkungan Siap Bangun-Ready to Build Environment) pattern was considered as one of solution to answer the challenge, along with the assumption that the land price in fringe area is cheaper than the price in urban. But the need of infrastructure cost per serviced allotment and per house in large scale housing is more expensive than small scale housing. This caused by the complexity of infrastructure that needed in large scale housing. Large scale housing needs off-site infrastructure and also amenity of public service which is make the differences to small scale housing. The higher amount of infrastructure cost will caused the rising burden of social overhead cost that will be endured by large scale housing developer, and this will cause the high land price and house price in large scale housing. Based on those facts, this research is aim to identify how far the proportion of infrastructure cost in large scale housing and its implication to the production cost and land price. The information will be used to identify the effectiveness of the KASIBA and LISIBA pattern development as an effort to provide large scale housing in mixed use pattern. To achieve the aim of research, some activities was being conducted, such as identify the characteristic of relationship between the need of infrastructure cost and scale of area, and also its implication to the production cost and land price. To identify the characteristic, the method of power regression was being used, based on the assumption that infrastructure cost will tend to be rise monotone toward the scale of area. The research findings show that infrastructure cost will rise continually toward scale of area. Its implication has a significant influence to the rising of house and land price. This implies the highest land price and house price in large scale housing. So that the development of KASIBA and LISIBA pattern will be no longer effective in order to provide mixed-use pattern housing, since the shift of market segment was move away from low income people as an implication of the high land price and house price in large scale housing. However, incentive is needed to achieve the goal of the development of KASIBA and LISIBA pattern, and also to enable KASIBA and LISIBA as a provider of mixed use housing pattern. The incentive could be a package of subsidy from government for low income people, to increase their affordability to buy house or land in KASIBA and LISIBA

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Widiarto, Editor: kory@

File PDF...