Path: TopS2-ThesesUrban and Regional Planning-SAPPK2003

PENGELOLAAN TAMAN MELALUI KERJASAMA PEMERINTAH-SWASTA: Studi Kasus Kota Bandung

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:25:28
Oleh : Arif Yoga Samekto, S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2003-00-00, dengan 1 file

Keyword : Public private partnership, urban park management

Fasilitas umum di perkotaan yang dikaji peluang kemitraannya dalam studi ini adalah taman. Permasalahan taman yang ingin dipecahkan melalui pendekatan kemitraan adalah kurangnya anggaran dan tenaga kerja pemerintah kota untuk mengelola dan memelihara. Dampak dari permasalahan ini adalah sejumlah taman yang terbengkalai dan beberapa diantaranya sulit untuk dikendalikan penggunaan atau pemanfaatannya. Permasalahan serupa pun dialami di berbagai negara. Salah satu negara dimana beberapa pemerintahan kota telah berhasil dalam menerapkan kemitraan adalah Amerika Serikat. Aspek yang dikaji meliputi maksud dan tujuan kerjasama, obyek dan lingkup kerjasama, proses kerjasama, sumber-sumber pendanaan, dan faktor kunci dari keberhasilan kerjasama di 8 taman di 8 kota di Amerika Serikat. Faktor-faktor kunci tersebut adalah

a) apresiasi masyarakat dan sektor swasta terhadap taman,

b) komunitas masyarakat, lembaga swadaya masyarakat pemerhati taman, atau organisasiorganisasi nonprofit lain yang berdedikasi untuk kepentingan taman,

c) obyek komersial taman seperti obyek wisata, fasilitas rekreasi, street market, atau pusat-pusat penjualan makanan/minuman di dalam taman atau di sekitar kawasan taman,

d) keterbukaan pemerintah kota untuk peranserta masyarakat dan sektor swasta, dan

e) stakeholder utama. Pembentukan basis model kemitraan pemerintah-swasta menggunakan pendekatan model kemitraan di bidang infrastruktur.

Hasil modifikasi model diperoleh dengan kombinasi basis model dengan bentuk-bentuk kemitraan di studi kasus. Sebagian besar mitra kerjasama dalam pengelolaan taman di Amerika Serikat merupakan organisasi nirlaba yang berbeda dengan sektor swasta murni yang dijumpai pada kemitraan di bidang infrastruktur umumnya. Oleh karenanya kemitraan pemerintah-swasta didefinisi ulang sebagai bentuk kolaborasi dari berbagai komponen sektor pemerintah, pengusaha swasta, organisasi nirlaba, masyarakat dan komunitasnya, serta pengusaha kecil-menengah. Kemungkinan penerapan kerjasama di Kota Bandung menghasilkan skenario kemitraan progresif di tiap sub-sistem taman. Dua berbentuk kontrak kelola di sub-sistem Taman Ganesha dan Gasibu, serta satu kontrak sewa di sub-sistem Taman Cilaki. Skenario ini terdiri dari kerangka kerjasama, stakeholder yang terlibat, pilihan obyek dan lingkup pekerjaan, lingkup area kerjasama, pilihan durasi/lama kontrak, serta hak dan kewajiban mitra kerjasama.

Deskripsi Alternatif :

Fasilitas umum di perkotaan yang dikaji peluang kemitraannya dalam studi ini adalah taman. Permasalahan taman yang ingin dipecahkan melalui pendekatan kemitraan adalah kurangnya anggaran dan tenaga kerja pemerintah kota untuk mengelola dan memelihara. Dampak dari permasalahan ini adalah sejumlah taman yang terbengkalai dan beberapa diantaranya sulit untuk dikendalikan penggunaan atau pemanfaatannya. Permasalahan serupa pun dialami di berbagai negara. Salah satu negara dimana beberapa pemerintahan kota telah berhasil dalam menerapkan kemitraan adalah Amerika Serikat. Aspek yang dikaji meliputi maksud dan tujuan kerjasama, obyek dan lingkup kerjasama, proses kerjasama, sumber-sumber pendanaan, dan faktor kunci dari keberhasilan kerjasama di 8 taman di 8 kota di Amerika Serikat. Faktor-faktor kunci tersebut adalah

a) apresiasi masyarakat dan sektor swasta terhadap taman,

b) komunitas masyarakat, lembaga swadaya masyarakat pemerhati taman, atau organisasiorganisasi nonprofit lain yang berdedikasi untuk kepentingan taman,

c) obyek komersial taman seperti obyek wisata, fasilitas rekreasi, street market, atau pusat-pusat penjualan makanan/minuman di dalam taman atau di sekitar kawasan taman,

d) keterbukaan pemerintah kota untuk peranserta masyarakat dan sektor swasta, dan

e) stakeholder utama. Pembentukan basis model kemitraan pemerintah-swasta menggunakan pendekatan model kemitraan di bidang infrastruktur.

Hasil modifikasi model diperoleh dengan kombinasi basis model dengan bentuk-bentuk kemitraan di studi kasus. Sebagian besar mitra kerjasama dalam pengelolaan taman di Amerika Serikat merupakan organisasi nirlaba yang berbeda dengan sektor swasta murni yang dijumpai pada kemitraan di bidang infrastruktur umumnya. Oleh karenanya kemitraan pemerintah-swasta didefinisi ulang sebagai bentuk kolaborasi dari berbagai komponen sektor pemerintah, pengusaha swasta, organisasi nirlaba, masyarakat dan komunitasnya, serta pengusaha kecil-menengah. Kemungkinan penerapan kerjasama di Kota Bandung menghasilkan skenario kemitraan progresif di tiap sub-sistem taman. Dua berbentuk kontrak kelola di sub-sistem Taman Ganesha dan Gasibu, serta satu kontrak sewa di sub-sistem Taman Cilaki. Skenario ini terdiri dari kerangka kerjasama, stakeholder yang terlibat, pilihan obyek dan lingkup pekerjaan, lingkup area kerjasama, pilihan durasi/lama kontrak, serta hak dan kewajiban mitra kerjasama.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Budhi Tjahjati; Scan: Irwan, Editor:

File PDF...