Path: TopMembermudjiono@cyberlib.itb.ac.id

KAJIAN PERKIRAAN KEBUTUHAN PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN TANJUNG PANDAN UNTUK MENDUKUNG EKSPOR CPO DI KABUPATEN BELITUNG

Master Theses from / 2005-05-30 10:46:56
Oleh : Andi Yuliestiono, S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2004-00-00, dengan 1 file

Keyword : This region has manifold potential that pertinent primary commodity such as farming
Nomor Panggil (DDC) : T.711.14 YUL
Sumber pengambilan dokumen : 20042296

Kabupaten Belitung merupakan kawasan masa depan, terdapat banyak potensi yang termasuk komoditi primer seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, pertaanan, dan peternakan belum sepenuhnya dieksplorasi secara optimal. Pada saat ini, sektor perkebunan dan perikanan menjadi andalan baru bagi Kabupaten Belitung. Khususnya sektor perkebunan, terdapat beberapa komoditi yang sedang berkembang, yaitu lada, kelapa sawit, coklat, dan kopi. Sub sektor perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahannya untuk menghasilkan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) yang akan menjadi komoditi andalan ekspor Kabupaten Belitung pada masa mendatang. Selama ini, tanaman kelapa sawit tersebar di seluruh Pulau Belitung. Pada tahun 2000, terdapat 46.548 hektar perkebunan kelapa sawit dengan produksi 399.479 ton, sedangkan satu tahun kemudian produksinya meningkat hampir dua kali lipat menjadi 604.035 ton dan akan terus meningkat pada masa yang akan datang. Kabupaten Belitung akan menjadi produsen baru yang akan memenuhi pasokan CPO dalam negeri maupun luar negeri. Ekspor komoditi CPO tersebut akan dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Pandan. Oleh karena itu, perlu adanya suatu studi yang memperkirakan kebutuhan pengembangan fasilitas Pelabuhan Tanjung Pandan untuk mendukung pergerakan komoditi CPO pada masa mendatang. Perkiraan kebutuhan pengembangan fasilitas pelabuhan tersebut dilakukan sampai tahun 2010, hal ini disesuaikan dengan ketersediaan data konsumsi CPO per /capita. Melalui pembahasan yang dilakukan dengan menggunakan empat buah skenario, maka dapat diketahui prediksi volume ekspor CPO yang akan melalui Pelabuhan Tanjung Pandan pada tahun 2010. Berdasarkan prediksi tersebut, maka dilakukan perkiraan kebutuhan pengembangan fasilitas Pelabuhan Tanjung Pandan untuk mendukung kegiatan ekspor CPO di Kabupaten Belitung pads masa mendatang. Berdasarkan perhitungan terhadap keempat skenario tersebut dapat diketahui bahwa Pelabuhan Tanjung Pandan memerlukan fasilitas tangki timbun CPO yang jumlahnya sebanyak 2 buah (skenario 1 dan 3), 3 buah (skenario 2), dan 4 buah (skenario 4) sampai dengan tahun 2010. Sedangkan untuk perkiraan kebutuhan pengembangan fasilitas dermaga pips terpadu sampai tahun 2010, dapat diketahui bahwa untuk mencapai nilai BOR 60% maka panjang dermaga harus diperpanjang sebesar 20 meter (skenario 1), 50 meter (skenario 2), 26 meter (skenario 3), dan 61 meter (skenario 4)

Deskripsi Alternatif :

Belitung regent is a future region. This region has manifold potential that pertinent primary commodity such as farming, plantation, forestry and fishery, which has not fully explored optimally. At moment today, plantation and fishery become a new main commodity to Belitung regent, especially plantation sector, which has some growing commodities such as pepper, palm, cocoa, and coffee beans. Palm plantation sub sector and its processing industry to produce Crude Palm Oil/CPO will become the future's Belitung regent main export commodity. At today, palm trees spread all over Belitung island. At year 2000, there are 46.548 hectare palm plantation with 399.479 ton production of CPO, while first year posterior the production increased almost twice to 604.035 ton and still growing at to future. Belitung regent will become a new producer that will fulfill CPO need inside and outside country. This CPO export will be done through Tanjung Pandan Port. Therefore, there most be a study to estimate the requirement of Tanjung Pandan Port's facility to support CPO commodity movement in the future. The estimation will be done until year 2010. This matter is adjusting with CPO data per capacity. Through 4 scenarios that will be done, the CPO export volume prediction that will done through Tanjung Pandan Port at 2010 will be known. Based on prediction, there will be estimation of Tanjung Pandan Port's facility requirement to support CPO export in Belitung regent in the future. Based on the calculation to the 4 scenarios, it is known that Tanjung Pandan Ports need 2 CPO saved tank (scenario 1 and 3), 3 CPO saved tank (scenario 3) and 4 CPO saved tank (scenario 4) until year 2010. while for prediction of quay pipe requirement, it is known that to reach 60% BOR value, the length of the quay must be extended 20 meters (scenario 1), 50 meters (scenario 2), 26 meters (scenario 3) and 61 meters (scenario 4)

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing :1. Iwan.P.Kusumantoro, 2. Roos Akbar, Scan :Mudjiono, Editor: mudjiono@

File PDF...