Path: TopS2-ThesesInstrumentation and Control-FTI2002

STUDI TENTANG AKSI REGULASI DAN KOMPLEKSITAS ALUR INFORMASI DALAM SISTEM MANUSIA-MESIN : Kasus Pengoperasian Sistem Kontrol Aliran Steam Di PUSRI-IB

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:49:17
Oleh : Abdullah, S2 - Instrumentation and Control
Dibuat : 2002-05-00, dengan 1 file

Keyword : auto/manual operational modes, human-machine interaction, cybernetics, Statistical Process Control, performance technical assessment.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi kontrol proses, kini terdapat desakan pada industri-industri proses kimia untuk mengunakan teknologi DCS. Namun demikian, kenyataan praktis mengindikasikan bahwa tingkat pemfungsian teknologi DCS ini masih belum optimal, dan kinerja pengontrol PID pada DCS belum memuaskan. Hal ini tak jarang mendorong operator untuk beralih ke modus pengoperasian pengontrol PID secara manual (manual loader). Mengamati fenomena demikian, sering kali orang menduga bahwa faktor penyebabnya adalah : rendahnya kompetensi manuasia (operator) atau teknologi pendukung yang tidak memadai. Dalam tugas akhir ini, perhatian ditujukan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pengoperasian proses yang menggunakan pengontrol PID. Penelitian ini menggunakan SPC (Statistical Process Control) untuk mengukur kinerja pengoperasian pengontrol PID secara statisik, dan teori sibernetika untuk mendeskripsikan pola alur informasi interaksi manusiamesin. Teori sibernetika yang digunakan adalah yang dikembangkan oleh W. Ross Ashby, yang dapat mendeskripsikan alur-alur informasi interaksi manusia-mesin. Penelitian ini berfokus pada permasalahan pengontrolan aliran steam ke Primary Reformer di Pabrik Ammoniak Pusri-IB, yang umumnya dioperasikan secara manual. Pengumpulan data dilakukan pada pengoperasian pengontrol baik secara auto maupun manual. Analisa memperlihatkan bahwa pengoperasian secara auto menghasilkan nilai process variable cenderung berada di atas harga rata-rata. Hal ini bersesuaian dengan pembebanan yang relatif besar pada proses downstream, dibandingkan dengan pengoperasian manual. Model sibernetika pengoperasian secara auto memperlihatkan pola sistem tertutup dengan umpan balik, sedangkan modus manual memperlihatkan pola sistem terbuka. Secara keseluruhan, riset ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: (i) faktor interaksi manusia-mesin memberikan pengaruh yang berarti terhadap kinerja regulasi, (ii) alat-alat analisis sibernetika dan SPC berpotensi untuk menjadi sarana untuk melakukan technical assessment bagi kinerja otomasi industri proses.

Deskripsi Alternatif :

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi kontrol proses, kini terdapat desakan pada industri-industri proses kimia untuk mengunakan teknologi DCS. Namun demikian, kenyataan praktis mengindikasikan bahwa tingkat pemfungsian teknologi DCS ini masih belum optimal, dan kinerja pengontrol PID pada DCS belum memuaskan. Hal ini tak jarang mendorong operator untuk beralih ke modus pengoperasian pengontrol PID secara manual (manual loader). Mengamati fenomena demikian, sering kali orang menduga bahwa faktor penyebabnya adalah : rendahnya kompetensi manuasia (operator) atau teknologi pendukung yang tidak memadai. Dalam tugas akhir ini, perhatian ditujukan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pengoperasian proses yang menggunakan pengontrol PID. Penelitian ini menggunakan SPC (Statistical Process Control) untuk mengukur kinerja pengoperasian pengontrol PID secara statisik, dan teori sibernetika untuk mendeskripsikan pola alur informasi interaksi manusiamesin. Teori sibernetika yang digunakan adalah yang dikembangkan oleh W. Ross Ashby, yang dapat mendeskripsikan alur-alur informasi interaksi manusia-mesin. Penelitian ini berfokus pada permasalahan pengontrolan aliran steam ke Primary Reformer di Pabrik Ammoniak Pusri-IB, yang umumnya dioperasikan secara manual. Pengumpulan data dilakukan pada pengoperasian pengontrol baik secara auto maupun manual. Analisa memperlihatkan bahwa pengoperasian secara auto menghasilkan nilai process variable cenderung berada di atas harga rata-rata. Hal ini bersesuaian dengan pembebanan yang relatif besar pada proses downstream, dibandingkan dengan pengoperasian manual. Model sibernetika pengoperasian secara auto memperlihatkan pola sistem tertutup dengan umpan balik, sedangkan modus manual memperlihatkan pola sistem terbuka. Secara keseluruhan, riset ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: (i) faktor interaksi manusia-mesin memberikan pengaruh yang berarti terhadap kinerja regulasi, (ii) alat-alat analisis sibernetika dan SPC berpotensi untuk menjadi sarana untuk melakukan technical assessment bagi kinerja otomasi industri proses.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing I: Deddy Kurniadi; Pembimbing II: Sonny Yuliar; Scan: Irwan, Editor:

File PDF...