Path: Top S2-Theses Regional and City Planning 2003

EVALUASI PROSES IUUG DALAM PEMBERIAN IJIN FACTORY OUTLET DI KOTA BANDUNG

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-04-09 19:21:23
Oleh : TITIEK SULANDARI, S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2003-09-00, dengan 1 file

Keyword : Hinder Ordonantie, factory outlet, urban spatial plan

Sebagai bentuk perijinan, Ijin Undang-undang Gangguan (IUUG) merupakan salah satu bentuk perangkat pengendalian pemanfaatan ruang. Salah satu pengeluaran IUUG adalah dalam pemberian ijin factory outlet. Factory outlet sudah ada di Kota Bandung sejak tahun 1990-an dan makin berkembang pada tahun 1999-an. Persoalan yang diangkat dalam studi ini adalah bagaimana pengaruh kegiatan factory outlet pada penerapan rencana kota dan konsistensi proses IUUG dalam pengeluaran ijin factory outlet. Berdasarkan persoalan tersebut tujuan studi ini adalah mengetahui proses pengeluaran ijin factory outlet yang tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Studi ini bersifat evaluatif menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan teknik perhitungan dan pengidentifikasian pola. Pendekatan studi yang dilakukan adalah : pertama, mengidentifikasi pola perkembangan kegiatan factory outlet; kedua, menganalisis pola perubahan rencana peruntukan pada jalur jalur utama kota; ketiga, memetakan rangkaian perijinan pemanfaatan ruang; serta keempat, melakukan evaluasi proses IUUG berdasarkan kriteria konsistensi dengan faktor yang dievaluasi meliputi: ketersediaan dokumen persyaratan, kesesuaian substansi ijin tetangga,IPPT dan IMB, serta mekanisme koordinasi. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa pada pelaksanaannya IUUG tidak dapat dipakai sebagai perangkat pengendalian pemanfaatan ruang karena terdapat beberapa kelemahan, yaitu : ijin tetangga pada lingkungan terbatas; pengurusan IPPT dan IMB yang tidak menjadi persyaratan pada perubahan penggunaan tanah dan bangunan; serta dalam banyak kasus mekanisme koordinasi hanya formalitas.

Deskripsi Alternatif :

Sebagai bentuk perijinan, Ijin Undang-undang Gangguan (IUUG) merupakan salah satu bentuk perangkat pengendalian pemanfaatan ruang. Salah satu pengeluaran IUUG adalah dalam pemberian ijin factory outlet. Factory outlet sudah ada di Kota Bandung sejak tahun 1990-an dan makin berkembang pada tahun 1999-an. Persoalan yang diangkat dalam studi ini adalah bagaimana pengaruh kegiatan factory outlet pada penerapan rencana kota dan konsistensi proses IUUG dalam pengeluaran ijin factory outlet. Berdasarkan persoalan tersebut tujuan studi ini adalah mengetahui proses pengeluaran ijin factory outlet yang tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Studi ini bersifat evaluatif menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan teknik perhitungan dan pengidentifikasian pola. Pendekatan studi yang dilakukan adalah : pertama, mengidentifikasi pola perkembangan kegiatan factory outlet; kedua, menganalisis pola perubahan rencana peruntukan pada jalur jalur utama kota; ketiga, memetakan rangkaian perijinan pemanfaatan ruang; serta keempat, melakukan evaluasi proses IUUG berdasarkan kriteria konsistensi dengan faktor yang dievaluasi meliputi: ketersediaan dokumen persyaratan, kesesuaian substansi ijin tetangga,IPPT dan IMB, serta mekanisme koordinasi. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa pada pelaksanaannya IUUG tidak dapat dipakai sebagai perangkat pengendalian pemanfaatan ruang karena terdapat beberapa kelemahan, yaitu : ijin tetangga pada lingkungan terbatas; pengurusan IPPT dan IMB yang tidak menjadi persyaratan pada perubahan penggunaan tanah dan bangunan; serta dalam banyak kasus mekanisme koordinasi hanya formalitas.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Haryo Winarso;, Editor:

Download...