Path: TopS2-ThesesIndustrial Engineering and Management2000

ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PRIVATISASI BUMN DI INDONESIA
Studi Kasus PT Garuda Indonesia

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-14 18:12:35
Oleh : SALLY DHEWAYANI, PROGRAM MAGISTER TEKNIK DAN MANAIEMEN INDUSTRI PROGRAM PASCASARJANA - ITB 2000
Dibuat : 2003-07-29, dengan 1 file

Keyword : State-Owned Enterprises (SOE); airplane-staff ratio; optimalization load factor.
Url : http://

Upaya untuk memperbaiki kinerja clan performa BUMN dapat dibagi atas dua pilihan utama, yaitu merrlpertahankan BUMN atau melepaskannya ke sktor swasta, yang dikenal dengan istilah
privatisasi. Penelitian di beberapa negara membuktikan bahwa privatisasi dapat meningkatkan performa BUMN, clan program ini didukung oleh lembaga-lembaga bantuan internasional. Di Indonesia isu privatisasi mulai diperkenalkan sejak terjadinya krisis ekonomi 1997. Pada kenyataanya, kebijakan privatisasi bukan kerupakan sesuatu yang muclah dalam pelaksanaannya. Dalam dua tahun anggaran
terakhir, program privatisasi di Indonesia belum mencapai target. Hal i ni menunjukkan bahwa privatisasi memerlukan persiapan clan kesiapan
perusahaan yang akan cliprivatisasi. Studi ini mengetengahkan tentang pertimbangan-pertimbangan
ekonomik clan non-ekonomik untuk melaksanakan privatisasi BUMN, dengan kasus PT Garuda Indonesia. Metoda yang digunakan adalah simulasi payoff Pemerintah - PT Garuda Indonesia clan analisis taksonomi kerugian sektor publik. Simulasi payoff merupakan model yang menggambarkan interaksi payoff dalam situasi-situasi tertentu, dengan penclekatan aspek finansial. Seclangkan analisis taksonomi
kerugian sektor publik adalah penclekatan dengan menggunakan penilaian kerugian BUMN dalam empat kriteria yaitu legitimasi, transparansi, potensi turnaround, clan situasi persaingan. Dalam jangka menengah dan panjang, keputusan pemerintah untuk melakukan privatisasi dapat menjadi pilihan yang tepat. Akan tetapi dalam jangka pendek keputusan tersebut bukan alternatif terbaik tenitama karena PT Garuda Indonesia menghadapi masalah finansial
berkaitan dengan tingginya beban utang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa privatisasi perusahaan ini dalam jangka pendek tidak
menguntungkan Pemerintah, kecuali bila pihak swasta tertentu berminat mengambil alih kepemilikan pada harga yang jauh melebihi
nilai asetnya. Alternatif yang sesuai untuk saat ini adalah mempertahankan kepemilikan Negara atas BUMN tersebut, serta mengimplementasikan
strategi optimalisasi untuk memperbaiki kinerja clan meningkatkan performa perusahaan. Dalam mengamankan pelaksanaan agenda tersebut, Memorandum of Understanding antara Pemerintah clan PT Garuda Indonesia merupakan salah satu cara yang direkomendasikan. ABSTRACT Under consideration of ownership, improving performance of State-Owned Enterprises (SOE) is based on two main afematives retaining govemment ownership and privatization. Ernpncal studies in
many countries show that privatization can improve SOE performances This program is also supported by international foundations In
Indonesia, privatization issue has been introduced since economy crisis in 1997 when the low performance of SOEs was showed up as an
atinbut of the crisis In fact, privatization policy is not easy to be implemented. In the late two years budgeting, privatization program
did not reach government targets It indicates that the decision needs SOE feasibility to attract private sector. This study submits economic and non-economic considerations
for implementing SOE privadzadon; and PT Garuda Indonesia is adopted as the case study. The methods used in this study are Government - SOE payoff` simulation and taxonomy of public sector
losses: The payoff simulation is a model that shows interaction in set and controlled situations by financial approach. Meanwhile, the
taxonomy analysis is a qualitative approach to explain SOE losses represented in four riterias. legitimation, trarsparation, turnaround potency, and competition. In middle - long term, government deasion to divest PT Garuda
Indonesia could be the right choice. But in short term, it is not the best alternative, mainly because the enterprise towards financial problem related to its high debt: The conclusion of study shows that privatization of the enterprise in the next 5 years would result
government lost unless there would be any private willing to takeover ownership of this airline company at price which is higher than its asset value.An alternative in current situation is maintaining government ownership on this airline company and implementing strategy for improving its performance, such as efrdency of airplane-staff ratio and optimalization of load factor. Ensuring this agenda be well-controlled, Memorandum of Understanding between Government ofIndonesia and PT Garuda Indonesia is an option which is recommended.

Deskripsi Alternatif :

Upaya untuk memperbaiki kinerja clan performa BUMN dapat dibagi atas dua pilihan utama, yaitu merrlpertahankan BUMN atau melepaskannya ke sktor swasta, yang dikenal dengan istilah
privatisasi. Penelitian di beberapa negara membuktikan bahwa privatisasi dapat meningkatkan performa BUMN, clan program ini didukung oleh lembaga-lembaga bantuan internasional. Di Indonesia isu privatisasi mulai diperkenalkan sejak terjadinya krisis ekonomi 1997. Pada kenyataanya, kebijakan privatisasi bukan kerupakan sesuatu yang muclah dalam pelaksanaannya. Dalam dua tahun anggaran
terakhir, program privatisasi di Indonesia belum mencapai target. Hal i ni menunjukkan bahwa privatisasi memerlukan persiapan clan kesiapan
perusahaan yang akan cliprivatisasi. Studi ini mengetengahkan tentang pertimbangan-pertimbangan
ekonomik clan non-ekonomik untuk melaksanakan privatisasi BUMN, dengan kasus PT Garuda Indonesia. Metoda yang digunakan adalah simulasi payoff Pemerintah - PT Garuda Indonesia clan analisis taksonomi kerugian sektor publik. Simulasi payoff merupakan model yang menggambarkan interaksi payoff dalam situasi-situasi tertentu, dengan penclekatan aspek finansial. Seclangkan analisis taksonomi
kerugian sektor publik adalah penclekatan dengan menggunakan penilaian kerugian BUMN dalam empat kriteria yaitu legitimasi, transparansi, potensi turnaround, clan situasi persaingan. Dalam jangka menengah dan panjang, keputusan pemerintah untuk melakukan privatisasi dapat menjadi pilihan yang tepat. Akan tetapi dalam jangka pendek keputusan tersebut bukan alternatif terbaik tenitama karena PT Garuda Indonesia menghadapi masalah finansial
berkaitan dengan tingginya beban utang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa privatisasi perusahaan ini dalam jangka pendek tidak
menguntungkan Pemerintah, kecuali bila pihak swasta tertentu berminat mengambil alih kepemilikan pada harga yang jauh melebihi
nilai asetnya. Alternatif yang sesuai untuk saat ini adalah mempertahankan kepemilikan Negara atas BUMN tersebut, serta mengimplementasikan
strategi optimalisasi untuk memperbaiki kinerja clan meningkatkan performa perusahaan. Dalam mengamankan pelaksanaan agenda tersebut, Memorandum of Understanding antara Pemerintah clan PT Garuda Indonesia merupakan salah satu cara yang direkomendasikan. ABSTRACT Under consideration of ownership, improving performance of State-Owned Enterprises (SOE) is based on two main afematives retaining govemment ownership and privatization. Ernpncal studies in
many countries show that privatization can improve SOE performances This program is also supported by international foundations In
Indonesia, privatization issue has been introduced since economy crisis in 1997 when the low performance of SOEs was showed up as an
atinbut of the crisis In fact, privatization policy is not easy to be implemented. In the late two years budgeting, privatization program
did not reach government targets It indicates that the decision needs SOE feasibility to attract private sector. This study submits economic and non-economic considerations
for implementing SOE privadzadon; and PT Garuda Indonesia is adopted as the case study. The methods used in this study are Government - SOE payoff` simulation and taxonomy of public sector
losses: The payoff simulation is a model that shows interaction in set and controlled situations by financial approach. Meanwhile, the
taxonomy analysis is a qualitative approach to explain SOE losses represented in four riterias. legitimation, trarsparation, turnaround potency, and competition. In middle - long term, government deasion to divest PT Garuda
Indonesia could be the right choice. But in short term, it is not the best alternative, mainly because the enterprise towards financial problem related to its high debt: The conclusion of study shows that privatization of the enterprise in the next 5 years would result
government lost unless there would be any private willing to takeover ownership of this airline company at price which is higher than its asset value.An alternative in current situation is maintaining government ownership on this airline company and implementing strategy for improving its performance, such as efrdency of airplane-staff ratio and optimalization of load factor. Ensuring this agenda be well-controlled, Memorandum of Understanding between Government ofIndonesia and PT Garuda Indonesia is an option which is recommended.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiP
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: