Path: TopS2-ThesesCivil Engineering-FTSL2003

KAJIAN GRADIEN KECEPATAN PADA SISTIM FLOKULASI DAN SEDIMENTASI MELALUI MODEL LABORATORIUM INSTALASI PENGOLAHAN AIR - IPA: Micro Water Treatment Plant

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:26
Oleh : Rusnandi Garsadi, S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2003-12-29, dengan 1 file

Keyword : Hydraulic, Gradient Velocity, mixing, Coagulation, Flocculation, Sedimentation, Head Loss, In-Plant Loses, Circular Submerged gate, Agitations, turbidity

Cakupan pelayanan air bersih nasional masih sangat rendah dengan tarif air semakin tinggi. Air baku sebagai sumber instalasi pengolahan air (IPA) konvensional yaitu sumber air permukaan / sungai danau. Dengan kuantitas dan kualitas menurun. Sistim IPA Konvensional untuk mengolah kekeruhan/ turbidity dengan jenis polutan colloidal. Telah banyak dibangun di Indonesia dengan kapasitas sekitar 40m3/detik. Efisiensi IPA konvensional rata rata belum optimal. Inplant losses relatif tinggi, Gradient velocity merupakan indikator penting disamping Reynolds number dan Fraud number. Dalam proses hydrolika untuk meningkatkan kapasitas produksi sistim pengolahan air konvensional khususnya pada mixing basin (coagulation, flocculation) yang mempengaruhi kinerja sedimentasi basin dan filtering basin. Gradient velocity sebagai agitasi pencampuran coagulant memanfaatkan turbulence dari circular submerged gate diatur melalui energy head loss di dalam mixing tank untuk menghasilkan floc optimal. Head loss merupakan energy yang diperlukan untuk proses mixing (fast mix/Coagulation dan slow mix/Flocculation). Dosis coagulant dan energy, turbulences yang effective mengacu pada hasil variasi percobaan jartes yang menghasilkan turbidity terbaik melalui konversi Rpm, G, Td, Power, Re, Doses dari hasil percobaan jartes, Dan selanjutnya diterapkan pada Pilot Plant Model sehingga menghasilkan kajian antara system pedel dan system hydraulic dari G, Gtd, Td, Re, doses coagulant, Debit, power, Head loss dari setiap langkah proses pengolahan.

Deskripsi Alternatif :

Cakupan pelayanan air bersih nasional masih sangat rendah dengan tarif air semakin tinggi. Air baku sebagai sumber instalasi pengolahan air (IPA) konvensional yaitu sumber air permukaan / sungai danau. Dengan kuantitas dan kualitas menurun. Sistim IPA Konvensional untuk mengolah kekeruhan/ turbidity dengan jenis polutan colloidal. Telah banyak dibangun di Indonesia dengan kapasitas sekitar 40m3/detik. Efisiensi IPA konvensional rata rata belum optimal. Inplant losses relatif tinggi, Gradient velocity merupakan indikator penting disamping Reynolds number dan Fraud number. Dalam proses hydrolika untuk meningkatkan kapasitas produksi sistim pengolahan air konvensional khususnya pada mixing basin (coagulation, flocculation) yang mempengaruhi kinerja sedimentasi basin dan filtering basin. Gradient velocity sebagai agitasi pencampuran coagulant memanfaatkan turbulence dari circular submerged gate diatur melalui energy head loss di dalam mixing tank untuk menghasilkan floc optimal. Head loss merupakan energy yang diperlukan untuk proses mixing (fast mix/Coagulation dan slow mix/Flocculation). Dosis coagulant dan energy, turbulences yang effective mengacu pada hasil variasi percobaan jartes yang menghasilkan turbidity terbaik melalui konversi Rpm, G, Td, Power, Re, Doses dari hasil percobaan jartes, Dan selanjutnya diterapkan pada Pilot Plant Model sehingga menghasilkan kajian antara system pedel dan system hydraulic dari G, Gtd, Td, Re, doses coagulant, Debit, power, Head loss dari setiap langkah proses pengolahan.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing I: M. Cahyono; Pembimbing II:Dantje Kardana N.; Scan: Caca, Editor:

File PDF...