Path: TopMembermudjiono@cyberlib.itb.ac.id

KAJIAN PENENTUAN URUTAN PRIORITAS PENANGANAN LAHAN KRITIS
STUDI KASUS SUB SUB DAS CIMANUK HULU

Master Theses from #PUBLISHER# / 2005-02-21 15:29:59
Oleh : AGUS BUDI SANTOSA, S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2003 - 11 , dengan 1 file

Keyword : critical land, stakeholder analysis, Delphi method,geographical information system
Subjek : Erosion, sedimentation, watershed,
Nomor Panggil (DDC) : T 711.8 SAN

Laju pertumbuhan lahan kritis yang semakin besar ternyata tidak mampu diimbangi oleh kemampuan untuk merehabilitasinya. Untuk itu diperlukan suatu cara menentukan prioritas penanganan lahan kritis. Institusi kehutanan melakukannya berdasarkan Aspek Biofisik yakni dengan menggunakan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) pada DAS dengan permasalahan utamanya erosi dan sedimentasi. Tujuan penelitian ini adalah meruskan suatu urutan prioritas guna kepentingan penanganan lahan kritis di lokasi penelitian. Sasaran penelitian ini adalah : a) Mengidentifikasi faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penentuan urutan prioritas, dan b). Menyusun urutan prioritas berdasarkan faktor-faktor yang teridentifikasi berbasis sistem informasi geografis Berdasarkan analisis persepsi (melalui analisis stakeholder dan menggunakan metode Delphi) diperoleh hasil bahwa para ahli berpendapat perlunya ditambahkan aspek sosial ekonomi dalam bentuk indeks tekanan penduduk, dan aspek rencana penggunaan lahan dalam bentuk rencana fungsi kawasan lindung & budi daya.
Penggabungan ketiga faktor diatas menggunakan sistem informasi geografis dengan memakai software Arc view 3.1. Agar dapat digabungkan masing-masing faktor dilakukan perangkingan dengan metode rank sum serta penormalan skala.
Terjadi perubahan luasan dan pergeseran lokasi urutan prioritas yang disebabkan oleh adanya penambahan aspek sosial ekonomi dan aspek rencana penggunaan lahan.
umlah kelas prioritas berubah dari 5 kelas prioritas menjadi 14 kelas prioritas.

Deskripsi Alternatif :

The greater critical land growth rate unable to meet balance to the ability of rehabilitating it. So, determining sequence priority on handling of critical land is needed. Forestry Institution conduct it by pursuant to biophysical aspects namely Erosion Danger Level (TBE) to the watershed with erosion and sedimentation as a main problems. The objective of this research is to conduct sequence priority of handling the critical land, by a). dentifying factors that should taken into consideration on making sequence priority of
sequence priority of handling the critical land; and b). conduct sequence priority of handling the critical land using the identified factors above.
According to perception analysis (stakeholder analysis and Delphi Method), experts have a notion the importance of enhanced by adding
social economic aspect using population pressure index and spatial planning aspect using assigned conservation area and crops spatial use.
The merger of three aspects above using geographical information system by ArcView release 3.1. Rank Sum method and Normalization of scale are used to conduct sequence priority, hanging areas and location shifting were occur on new sequence priority which caused by adding two aspects above.
Sequence priority change from 5 to 14

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1: Teti Armiati Argo 2.Hastu scan Prabatmodjo
    scan: Mudjiono, Editor: mudjiono@#publisher#

Download...