Path: TopS2-ThesesCivil Engineering-FTSL2002

Kajian akuifer dan potensi airtanah di wilayah kecamatan Mendoyo dan kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:26
Oleh : Siti Nurul Chusnah, S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2002-01-00, dengan 1 file

Keyword : Groundwater, morphology

Daerah penelitian meliputi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan, Kabupaten jembrana, propinsi Bali. Daerah tersebut terletak antara 114o43’19” –114o56’45” Bujur Timur dan 08o15’00”-08o27’13” lintang Selatan. Morpologi daerah penelitian bervariasi mulai dari satuan dataran di tepi pantai selatan sampai satuan perbukitan di bagian utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem dan menduga dan menduga potensi air tanah, agar dapat dipakai sebagai pertimbangan dalam perencanaan pengembangan di kedua wilayah kecamatan tersebut maupun Kabupaten Jembrana. Dari hasil penelitian diketahui bahwa, di daerah tsb terdapat sistem airtanah bebas yang tersebar di seluruh daerah penelitian dengan pola aliran airtanah bebas, dari utara menuju ke selatan mengikuti lereng perbukitab yang ada. Parameter akuifer yang dapat dikenali adalah transmisivitas (T) sebesar 40.00 –90.00 m2/hari dengan ketebalan akuifer (b) = 0.50 – 42.50 m, dan konduktivitas hidraulik (k) antara 2.80 x 10 pangkat -3 – 6.31 x 10 pangkat -3 cm/det. Dari data bor yang ada, diduga didaerah penelitian terdapat pula sistem airtanah tertekan, dengan batuan akuifer berupa pasr dengan fragmen-fragmen kerikil, breksi dan batuan beku. Nilai transmisivitas (T) akuifer tersebut adalah 64.94 –210.00 , ketebalan (b) = 55 –65 m, dan konduktivitas hidraulik (K) = 1.20 x 10 pangkat -3 – 4.40 x 10 pangkat -3 cm/det serta storativitas (S) = 1.8 x 10 pangkat--4 – 2.13 x 10 pangkat -4.
Dari hasil perhitungan neraca air didapatkan, potensi sistem airtanah bebas di daerah penelitian cukup besar yaitu 137.52 juta meter kubik/tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 134.34 juta meter kubik/tahun terdapat di Kecamatan Mendoyo, sedangkan sisanya 3.18 juta meter kubik/tahun terdapat di kecamatan Pekutatan. Untuk kecamatan Pekutatan, karena potensinya sangat kecil maka dalam pengembangannya harus dipertimbangkan distribusinya. Sampai saat ini kebutuhan air minum dikedua kecamatan tersebut masih kecil dan tidak ada masalah dalam penyediaannya, namun dimasa mendatang mungkin perlu direncanakan dengan lebih serius. Sampai tahun 2000 pun kebutuhan air minum di kedua kecamatan tersebut masih dapat dipenuhi oleh potensi airtanah bebas, karena kebutuhan air penduduk di Kecamatan Mendoyo diperkirakan hanya 4.16 juta meter kubik/tahun dan Kecamatan Pekutatan hanya 1.38 juta meter kubik/tahun saja.,


Deskripsi Alternatif :

Daerah penelitian meliputi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan, Kabupaten jembrana, propinsi Bali. Daerah tersebut terletak antara 114o43’19” –114o56’45” Bujur Timur dan 08o15’00”-08o27’13” lintang Selatan. Morpologi daerah penelitian bervariasi mulai dari satuan dataran di tepi pantai selatan sampai satuan perbukitan di bagian utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem dan menduga dan menduga potensi air tanah, agar dapat dipakai sebagai pertimbangan dalam perencanaan pengembangan di kedua wilayah kecamatan tersebut maupun Kabupaten Jembrana. Dari hasil penelitian diketahui bahwa, di daerah tsb terdapat sistem airtanah bebas yang tersebar di seluruh daerah penelitian dengan pola aliran airtanah bebas, dari utara menuju ke selatan mengikuti lereng perbukitab yang ada. Parameter akuifer yang dapat dikenali adalah transmisivitas (T) sebesar 40.00 –90.00 m2/hari dengan ketebalan akuifer (b) = 0.50 – 42.50 m, dan konduktivitas hidraulik (k) antara 2.80 x 10 pangkat -3 – 6.31 x 10 pangkat -3 cm/det. Dari data bor yang ada, diduga didaerah penelitian terdapat pula sistem airtanah tertekan, dengan batuan akuifer berupa pasr dengan fragmen-fragmen kerikil, breksi dan batuan beku. Nilai transmisivitas (T) akuifer tersebut adalah 64.94 –210.00 , ketebalan (b) = 55 –65 m, dan konduktivitas hidraulik (K) = 1.20 x 10 pangkat -3 – 4.40 x 10 pangkat -3 cm/det serta storativitas (S) = 1.8 x 10 pangkat--4 – 2.13 x 10 pangkat -4.
Dari hasil perhitungan neraca air didapatkan, potensi sistem airtanah bebas di daerah penelitian cukup besar yaitu 137.52 juta meter kubik/tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 134.34 juta meter kubik/tahun terdapat di Kecamatan Mendoyo, sedangkan sisanya 3.18 juta meter kubik/tahun terdapat di kecamatan Pekutatan. Untuk kecamatan Pekutatan, karena potensinya sangat kecil maka dalam pengembangannya harus dipertimbangkan distribusinya. Sampai saat ini kebutuhan air minum dikedua kecamatan tersebut masih kecil dan tidak ada masalah dalam penyediaannya, namun dimasa mendatang mungkin perlu direncanakan dengan lebih serius. Sampai tahun 2000 pun kebutuhan air minum di kedua kecamatan tersebut masih dapat dipenuhi oleh potensi airtanah bebas, karena kebutuhan air penduduk di Kecamatan Mendoyo diperkirakan hanya 4.16 juta meter kubik/tahun dan Kecamatan Pekutatan hanya 1.38 juta meter kubik/tahun saja.,



Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: