Path: Top > Member > Dewi@unix.lib.itb.ac.id

PERGESERAN BUDAYA MAKAN
MASYARAKAT TIONGHOA PERKOTAAN DAN
PENGARUHNYA TERHADAP DESAIN PIRANTI MAKAN
STUDI KASUS: MASYARAKAT TIONGHOA DI KAWASAN GLODOK,
JAKARTA

Master Theses from / 2006-05-10 13:45:09
Oleh : Riska Sandika, S2 - Design
Dibuat : 2002-09-00, dengan 1 file

Keyword :

The Object to analyze was the eating culture, which is containing two components
Nomor Panggil (DDC) : T 745.593 SAN
Sumber pengambilan dokumen : 20051867

Abstrak


Tesis ini berusaha untuk menggali pergeseran budaya makan dalam masyarakat Tionghoa perkotaan saat ini, dengan memilih sampel masyarakat Tionghoa di kawasan pecinan Glodolc, Jakarta.


Sasaran yang dikaji adalah budaya makan yang terdiri dari dua komponen utama: komponen idea, berupa pandangan serta etika; dan komponen fisik yang terdiri dari pengaturan ruang, piranti, dan makanan. Dengan menggunakan metodologi penelitian kualitatif dalam bentuk komparasi, maka penelitian ini berupaya menjelaskan pergeseran budaya makan dengan cara memperbandingkan (mencari persarnaan clan perbedaan) antara budaya makan masyarakat tradisional Cina dan masyarakat Tionghoa di kawasan Glodok, Jakarta.



Secara umum dapat dikatakan bahwa telah terjadi pergeseran budaya makan dalam masyarakat Tionghoa perkotaan sebagaimana tampak pada masyarakat Tionghoa di kawasan Glodok, Jakarta.


Pergeseran itu terjadi pada komponen idea dan fisik sekaligus. Pergeseran komponen idea terlihat pada etiket makan yang telah berubah beradaptasi dengan pola budaya luar yang bersinggungan dengannya; clan pergeseran komponen fisik ditunjukkan oleh perubahan piranti dan jenis makanan yang dikonsumi.


Sementara pandangan tentang makan dan pengaturan ruang dalam budaya makan tampak tidak mengalami pergeseran yang berarti.



Pergeseran itu dapat dilacak dalam perbandingan antara budaya makan masyarakat tradisional Cina dan masyarakat Tionghoa di kawasan Glodok, Jakarta. Masyarakat traditional Cina lebih melihat ke makna simbolik dari makanannya, dengan landasan pandangan tradisional yang berusaha menekankan identitas sosial di dalam masyarakatnya. Bagi mereka, makan merupakan cara terbaik untuk menjaga keutuhan hubungan hirarkis dal= keluarga, sehingga terus diterapkan secara ketat untuk mempertahankan status tiap anggota keluarga itu. Sementara itu masyarakat Tionghoa di Glodok Jakarta dilandasi pandangan yang lebih melihat ke makna simbolik dari peralatan makan yang dipergunakannya. Etiket diterapkan secara lebih egaliter, dengan mencairkan hubungan hirarkis keluarga. Selain menggunakan peralatan makan yang asli Cina, mereka juga memakai peralatan dari budaya luar. Janis makanan pun telah bervariasi dengan memasukkan menu makanan dari budaya luar.



Meski demikian, masyarakat tradisional Cina dan masyarakat Tionghoa di kawasan Glodok, Jakarta masih memiliki persamaan. Kedua masyarakat itu sama-sama memandang bahwa dalam budaya makan terdapat identitas yang panting dijaga untuk mengisyaratkan siapa yang sedang makan. Keduanya juga sepakat bahwa dalam rumah harus ada pembagian ruang interaksi antara ruang yang khusus bagi anggota keluarga terdekat dengan ruang yang terbuka bagi tamu-tamu dari luar:
Pergeseran budaya makan tersebut terjadi disebabkan interaksi sosial akibat persentuhan budaya masyarakat Tionghoa dengan budaya-budaya lain di daerah Glodok. Interaksi sosial itu menurunkan sikap penerimaan atau penolakan, yang melahirkan semangat adaptasi, resistensi, akulturasi, asimilasi, atau sosialisasi yang akhirnya mempengaruhi budaya makannya.

Deskripsi Alternatif :

Abstract


This thesis is trying to dig the changed of present eating culture on urban Chinese society, with the sample from Chinatown Glodok, Jakarta.


The Object to analyze was the eating culture, which is containing two components: Idea component in term of paradigm and attitude; and physical component that contain space management, device, and the food. By using qualitative research methodologist in comparison (searching for differences and similarity) between eating culture traditional Chinese society and Chinese society in Glodok, Jakarta.



In generally there's have been change eating culture on urban Chinese society which is can be seen on Chinese society in Glodok area, Jakarta.


The change is happening on idea and physical component together. Changing on idea component can be seen on the adaptation of eating attitudes contacted to the outside culture. The change of physical component can be seen on the device and the food type, meanwhile paradigm on eating and space management on eating culture does not have a major change.



The change can be track on comparison of eating culture between traditional Chinese society and Chinese society in Glodok area. Traditional Chinese society is more concern to symbolic meaning of the food, with the traditional paradigm, which is trying to pressure social identity in the group..For them eating is the best way to keep hierarchy connection solidity on family, so it's being apply tightly to maintain the status of each family member.


Meanwhile Chinese society in Glodok area were base on paradigm of symbolic meaning of eating device they used. This attitude is applying more loosely, with the family hierarchy. They used outside culture eating device beside Chinese original eating device.



Even though, tradisional and Chinese society in Glodok area, is still having the similarity. The two groups look on eating culture as contain important identity to be keep for showing that's eating. Both group also agree that in house should have a divider interaction room between special room for member of the family and the room for the guest.



The change of eating culture is happening because of contact social interaction between Chinese culture society and other culture in Glodok area. This social interaction is reducing accepting and rejecting behaviors and making adaptation, resistance, acculturation, assimilation, or socialization on the end affected eating culture.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1:
    Ratna Panggabean, Dra.,M.Sn.

    Pembimbing 2 :
    Imam Santoso, Drs.,M.Sn.

    Scan :
    Dewi(2006-05-10)

    , Editor: Dewi@