Path: TopS2-ThesesHighway Engineering and Development-FTSL2000

ENGINEERING PROPERTIES AND PERMEABILITY PERFORMANCE OF POROUS ASPHALT

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:21:02
Oleh : I Wayan Diana
NIM. 269 97 024, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 2000-05-22, dengan 3 file

Keyword :

Porous asphalt, Engineering properties, Permeability performance


Abstrak:

Aspal porus adalah campuran beton aspal dengan kadar pasir yang rendah untuk mendapatkan kadar rongga udara yang tinggi. Aspal porus dipergunakan untuk lapisan permukaan jalan dan selalu dihampar di atas lapisan kedap air. Dipromosikan efektif untuk meningkatkan keselamatan lalulintas pada musim hujan, mengurangi percikan air dan mempunyai kekesatan permukaan yang baik pada kecepatan tinggi. Pada penelitian ini campuran aspal porus direncanakan dengan 3 metode Australia, Jepang dan Marshall. Karateristik campuran pada kadar aspal optimum (KAO) dievaluasi dengan Wheel Tracking Machine dan permeabilitas dengan uji tinggi jatuh, uji tinggi tetap dan simulasi curah hujan. Diperoleh (KAO) 5,31% (Australia) dan 5,51% (Jepang), masuk didalam rentang spesifikasi 5% ke 6%. Untuk metode Marshall KAO tidak dapat dihitung, sebab stabilitas Marshall lebih kecil dari persyaratan minimum (500 kg). Deformasi konsolidasi (Do) 3,20 mm (Australia)dan 5,03 mm (Jepang). Stabilitas dinamis (DS)5100 lintasan/menit dan 5059 lintasan/menit (Jepang), perbedaannya sebesar 0,8% tidak signifikan. Permeabilitas vertical rata-rata pada uji tinggi jatuh diperoleh (kV) 0,452 cm/detik (Australia) dan 0,473 cm/detik (Jepang). Pada uji tinggi tetap nilai kh menurun dari 7,224 cm/detik (e=2%) menjadi 3,637 cm/detik (e=12%) untuk benda uji dari metode Australia. Untuk benda uji dari metode Jepang diperoleh kh 3,591 cm/detik (e=2%) menurun menjadi 1,793 cm/detik (e=12%). Eksperimen dengan alat simulasi curah hujan menunjukan aliran dasar lebih besar 99,8% dari aliran permukaan, untuk variasi kemiringan antara 2% dan 12%, serta untuk kala ulang 10 tahun {I1=419,43 mm/jam) dan 25 tahun (I2=452,45 mm/jam). Rentang nilai kh 0,796 (e=12%)-4,513 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,856 (e=12%)-5,129 cm/detik (e=2%) untuk I2 (Australia). Untuk sampel dari metode jepang diperoleh rentang nilai kh 0,809 (e=12%)-4,173 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,853 (e=12%)-5,035 cm/detik (e=2%) untuk I2. Tipe aliran adalah laminer diprediksi berdasarkan angka Reynold, sehingga hukum Darcy berlaku untuk aliran melalui aspal porus. Dapat disimpulkan bahwa : (a) Metode Australia dan Jepang dapat dipakai untuk menentukan job mix formula aspal porus, metode Marshall hanya cocok untuk beton aspal gradasi padat; (b) Tipe aliran di dalam aspal porus adalah laminer dan aliran dasar meningkat tidak signifikan dengan meningkatnya kemiringan permukaan, tetapi aliran permukaan meningkat cukup signifikan.

Deskripsi Alternatif :

Abstrak:

Aspal porus adalah campuran beton aspal dengan kadar pasir yang rendah untuk mendapatkan kadar rongga udara yang tinggi. Aspal porus dipergunakan untuk lapisan permukaan jalan dan selalu dihampar di atas lapisan kedap air. Dipromosikan efektif untuk meningkatkan keselamatan lalulintas pada musim hujan, mengurangi percikan air dan mempunyai kekesatan permukaan yang baik pada kecepatan tinggi. Pada penelitian ini campuran aspal porus direncanakan dengan 3 metode Australia, Jepang dan Marshall. Karateristik campuran pada kadar aspal optimum (KAO) dievaluasi dengan Wheel Tracking Machine dan permeabilitas dengan uji tinggi jatuh, uji tinggi tetap dan simulasi curah hujan. Diperoleh (KAO) 5,31% (Australia) dan 5,51% (Jepang), masuk didalam rentang spesifikasi 5% ke 6%. Untuk metode Marshall KAO tidak dapat dihitung, sebab stabilitas Marshall lebih kecil dari persyaratan minimum (500 kg). Deformasi konsolidasi (Do) 3,20 mm (Australia)dan 5,03 mm (Jepang). Stabilitas dinamis (DS)5100 lintasan/menit dan 5059 lintasan/menit (Jepang), perbedaannya sebesar 0,8% tidak signifikan. Permeabilitas vertical rata-rata pada uji tinggi jatuh diperoleh (kV) 0,452 cm/detik (Australia) dan 0,473 cm/detik (Jepang). Pada uji tinggi tetap nilai kh menurun dari 7,224 cm/detik (e=2%) menjadi 3,637 cm/detik (e=12%) untuk benda uji dari metode Australia. Untuk benda uji dari metode Jepang diperoleh kh 3,591 cm/detik (e=2%) menurun menjadi 1,793 cm/detik (e=12%). Eksperimen dengan alat simulasi curah hujan menunjukan aliran dasar lebih besar 99,8% dari aliran permukaan, untuk variasi kemiringan antara 2% dan 12%, serta untuk kala ulang 10 tahun {I1=419,43 mm/jam) dan 25 tahun (I2=452,45 mm/jam). Rentang nilai kh 0,796 (e=12%)-4,513 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,856 (e=12%)-5,129 cm/detik (e=2%) untuk I2 (Australia). Untuk sampel dari metode jepang diperoleh rentang nilai kh 0,809 (e=12%)-4,173 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,853 (e=12%)-5,035 cm/detik (e=2%) untuk I2. Tipe aliran adalah laminer diprediksi berdasarkan angka Reynold, sehingga hukum Darcy berlaku untuk aliran melalui aspal porus. Dapat disimpulkan bahwa : (a) Metode Australia dan Jepang dapat dipakai untuk menentukan job mix formula aspal porus, metode Marshall hanya cocok untuk beton aspal gradasi padat; (b) Tipe aliran di dalam aspal porus adalah laminer dan aliran dasar meningkat tidak signifikan dengan meningkatnya kemiringan permukaan, tetapi aliran permukaan meningkat cukup signifikan.


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • 1st Supervisor:
    Bambang Ismanto Siswosubrotho, Ir., M.Sc., Ph.D.
    bis@trans.si.itb.ac.id

    2nd Supervisor:
    Rudy Hermawan Karsaman, Ir., M.Sc., Ph.D.
    rudy@trans.si.itb.ac.id

    Scan:
    Aep S. Sutresna
    (2004-11-30)

    Editor:
    Ena Sukmana, S.Sos.
    (2006-09-25)
    ena506@yahoo.co.id, Editor:

File PDF...