Path: TopMembersuwadji@lib.itb.ac.id

KAJIAN BUDAYA RUPA
TERHADAP BENDA UPACARA ADAT CARANO
PADA MASYARAKAT MINANGKABAU

Master Theses from #PUBLISHER# / 2004-04-12 14:45:58
Oleh : Zubaidah, PROGRAM MAGISTER SENI MURNI
Dibuat : 2001, dengan 1 file

Keyword : The Carano, dulamak
Nomor Panggil (DDC) : T 730.959 81 ZUB

Masyarakat Minangkabau memperingati peristiwa-peristiwa penting
dengan upacara adat. Peristiwa-peristiwa yang diperingati dengan
upacara adat adalah, Batagak Pangulu, sidang musyawarah pemuka-pemuka
adat, upacara adat perkawinan clan upacara adat lainnya.
Upacara adat dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan adat yang
telah berlaku dalam masyarakat tersebut. Pelaksanaan upacara adat
selalu memiliki perlengkapan-perlengkapan, salah satu perlengkapan
yang selalu hadir dalam upacara adat disebut carano.
Carano merupakan wadah diisi dengan kelengkapan sirih, pinang, gambir,
clan kapur sirih, serta dulamak atau kain penutup carano. Keberadaan
carano clan kelengkapannya dalam upacara adat sangat penting sekali.
Tanpa menggunakan carano clan kelengkapannya tersebut, maka
upacara adat belum dapat dilaksanakan. Carano memiliki makna yang
khusus dalam upacara adat, yaitu keindahan carano, bentuk, motif-motif
ukirannya, serta kelengkapan carano, disanjung dengan kata-kata
perumpamaan yang disampaikan oleh orang-orang tertentu.
Carano clan kelengkapannya, memiliki makna yang kompleks dalam
budaya masyarakat Minangkabau. Di dalamnya terkanclung berbagai
makna yang erat kaitannya dengan ajaran-ajaran clan falsafah adat yang
bersendikan kepada syariat I slam. Dalam sidang musyawarah
pengukuhan Pangulu, Carano melambangkan kekuatan kata mufakat
yang clihasilkan melalui musyawarah, clan disahkan dengan carano.
Begitu juga dalam adat perkawinan, carano mencerminkan kemuliaan
bagi kaum wanita, is merupakan lambang kekerabatan di Minangkabau.
Bentuk clan kelengkapan carano memiliki perlambangan yang erat
hubungannya dengan falsafah adat Minangkabau. Makna yang tersimpan
dalam kelengkapan carano merupakan simbol komunikasi dalam
masyarakat yang sesuai dengan ajaran adat. Makna bentuk carano
merupakan simbol falsafah adat alam takambang jadi guru bagi
masyarakat Minangkabau, yang berlandaskan syariat Islam.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Carano adalah lambang adat
Minangkabau, i s merupakan himpunan pokok-pokok pikiran yang
dilekatkan ke dalam simbol-simbol yang terdapat dalam Carano.

Deskripsi Alternatif :

The Minangkabau ethnic group commemorates events in custom
ceremony manners. The celebration of significant events are Batagak
Pangulu, custom leaders meetings, weeding ritual, etc. the custom
ceremonies are subject to prevailing traditional norms i n such a
community. There are several equipments in the custom ceremonies
performance, one of wich is called Carano.
A Carano is a container containing completeness of betel, areca nuts,
gambier, and lime, as well as dulamak - the Carano cap closth. Being
Carano and it completeness in a custom ceremony is vital. If the Carano
and it completeness are not applied, the custom ceremony cannot to be
performed. The Carano have specific meaning in a custom ceremony in
that beauty, shape, motives, and completeness, honored by certain
persons in parable words.
The Carano and completeness have complex senses in the Minangkabau
ethnic group culture. It is containing a variety of meanings closely in
relation to Islamic law - based traditional tenets and philosophy. In such a
custom ceremony the Batagak Pangulu, Carano is a leadership symbol.
The leadership symbol is made an anlogy of Rajo, the truth. Thus, in the
meeting of Pangulu inauguration, the Carano symbolize a strength or force
i n making concensus and decisions as a result of the meeting. Both
concensus and decision generated in such meeting a ratified by Carano.
Meanwhile, Carano in a wedding ceremony is reflecting men honors
deeply women, on the contrary, the Carano shows how women are
responsible for men. So in such a wedding ceremony the Carano
represents a the Minangkabau relationship system.
Moreover, the Carano form and completeness have a symbolism closely in
relation to the Minangkabau traditional philosophy. Meanings contained in
the Carano completeness is a communication symbol in the community in
comformity wish traditional tenets. The Carano shape is a symbol of
reasonings or life philosophy coming from alam takambang jadi guru.
Furthermore, in the Carano from structure have a meaning in relation to
tenets, regulations, based on basandi syarak, syarak basandi kibullah
tradition.
Thus, we may drawn a conclusion that Carano is symbol of the
Minangkabau ethnic group tradition, it is a set of reasionings put on
symbols in the Carano.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiP
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Prof. Yusuf Affendi, MA., Drs. Yasraf Amir Piliana. MA., DR. Subarna., Editor: suwadji@#publisher#

File PDF...