Path: Top > Member > aep@unix.lib.itb.ac.id

PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT
DALAM PEMBANGUNAN PERUMAHAN
BERTUMPU PADA KELOMPOK
Studi Kasus : Tiga lokasi P2BPK di Kota Semarang)

Master Theses from / 2004-07-28 12:03:09
Oleh : SUNARTI, BIDANG KHUSUS MANAJEMEN PERKOTAAN PROGRAM STUDI PERENCANAAN W ILAYAH DAN KO TA
Dibuat : 2001-00-00, dengan 1 file

Keyword : circumstance,different condition,housing development
Nomor Panggil (DDC) : T. 711.45 SIT

Pembangunan perumahan khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah makin lama makin meningkat. Hal ini bukan hanya merupakan
tanggung jawab pemerintah tetapi juga merupakan tanggung jawab masyarakat sendiri. Masyarakat tidak hanya sebagai obyek pembangunan
tetapi juga sebagai subyek pembangunan. Hal ini sesuai dengan Kepmenpera 06/KPTS/1994 yaitu tentang Pedoman Pembangunan Perumahan Bertumpu
Pada Kelompok (P2BPK). Pemerintah disini tidak lagi sebagai penyedia (provider) tetapi bergeser menjadi pendorong (enabler). Dalam mekanisme
pelaksanaannya untuk keberhasilan pembangunan tersebut membutuhkan partisipasi masyarakat pada setiap tahap pembangunan. Partisipasi sering
dianggap sebagai "obat mujarab" untuk mengatasi masalah perkotaan (Soetrisno, 1995 :238), namun banyak pihak yang menggunakan istilah
partisipasi hanya sebagai "slogan" dan tidak melibatkan masyarakat. Di Kota Semarang terdapat tiga kelompok swadaya masyarakat yang melaksanakan program tersebut dan sudah sampai tahap pemeliharaan, yaitu Muktiharjo Kidul dan Tlumpak terbentuknya kelompok atas inisiatif masyarakat sendiri (bollonz up) dan Kalialang Baru terbentuknya kelompok karena terpaksa atau
bersifat lop down. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat usulan dalam upaya untuk
meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan P2BPK khususnya di Kota Semarang, agar dapat mengoptimalkan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perumahan untuk golongan masyarakat berpenghasilan
rendah secara terorganisasi. Adapun sasaran untuk mencapai tujuan tersebut adalah mengidentifikasi bentuk partisipasi, tingkat partisipasi, dan mencari faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi pada setiap tahap pembangunan di tiga lokasi studi.
Berdasarkan dari basil analisis deskriptif clan tabulasi silang diperoleh, bahwa bentuk partisipasi yang diberikan masyarakat sebagian kecil berbentuk usulan, saran, tenaga dan uang. Sedangkan sebagian besar tidak memberi kontribusi, tetapi berusaha untuk berpartisipasi dengan melakukan komunikasi dan mencari informasi tentang program. Dalam pelaksanaan
P213PK partisipasinya kurang berhasil, menurut Hamdi dan Goethert tingkat partisipasinya termasuk pada tingkat pengendalian terbagi (shared conb -ol). Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang pembangunan rumah,
penghasilan yang pas-pasan clan pola jam kerja yang tidak teratur sehingga menyebabkan mereka tidak mempunyai waktu luang. Untuk meningkatkan
partisipasi hingga pada tingkat pengendalian penuh, maka masyarakat diberi pendidikan dan pelatihan tentang pembangunan perumahan oleh LSM dan Dinas Perumahan, masyarakat ikut bertanggung jawab melakukan kegiatan yang telah disepakati bersama, masyarakat meluangkan waktunya untuk
rnembangun rumah agar Maya pembangunan rumah dapat ditekan.

Deskripsi Alternatif :

Housing development, particularly, for low income community is gradually increasing. Responsibility for housing development is not only in the hand of government, but also in the community themselves. The community
also participate as subject of development as well as they become object of the
development. This matter is in accordance with Kepmenpera 06/KPTS/1994,which pronounces Pedoman Pembangunan Perumahan Bertumpu Pada Kelompok P2BPK, (Housing Development Direction Based On Community Group). Government, in this circumstance, no longer acts as provider, instead, it takes a role of enabler. In its mechanism of practice, for the success of the
development, participation of the community is necessary in every stage of the development. Participation is often regarded as "Effective Medicine" for overcoming urban problems (Soetrisno, 1995 : 238), however, there are still
plenty that use term of participation only as slogan and indeed, do not involve community. In City of Semarang, there are three independent, self-supporting groups which run the participation program and have achieved stage of
persistence with different condition. The participation groups are Muktiharjo Kidul and Tlumpak that are founded upon initiative of the community themselves (bottom up), and Kalialang Baru that was founded by top-down enforcement.
The objective of this research is to propose an idea in effort to increase participation of community in implementation of P2BPK, mainly in City of Semarang, in order to optimise self-reliance of community in meeting housing
demand for low income community in organised manner. The objective aims at i dentifying from of participation, level participation, and at determining factors that influence the participation in every stage of development in the three study l ocations or objects.
Based on result of descriptive analysis and cross tabulation, it is found that participation of the minority of community takes from of idea, suggestion, manpower, and finance, while, the majority of community do not give direct
contribution, instead, they attempt to participate by conducting communication,
and pursuing information on the participation program. In implementation of P2BPK, the participation program does not proceed successfully, and according to Hamdi and Goethert, the level of participation falls into "shared control" category. This is due to lack of information on housing development, just
adequate income, and irregularity of working hour so that almost no time can be allocated for the participation program. To increase participation up to level of "full control", it is recommended that community should be given education and training on housing development by Non Government Organitation (NGO), and Housing Body, community get involved in taking responsibility for activities already agreed collectively, community should allocate time for
housing development issue so that cost of housing development can be kept at reasonable level.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiB
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Ir. NIA KURNIASIH PONTOH,,MSA., Editor: aep@

File PDF...