Path: TopS2-ThesesDesign-FSRD2001

KAJIAN AWAL PENERAPAN MODIFIKASI PROSES

TWO IN ONE DALAM PENGOLAHAN BESI SPON

DENGAN SIMULASI BERBASIS KOMPUTER

(STUDI KASUS PADA PT. KRAKATAU STEEL)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:46:46
Oleh : MARINDA RAHIM, S2- Department of Chemistry
Dibuat : 2001, dengan 1 file

Keyword : iron ore reduction, viz. the reactor.

pengolahan besi spon adalah dengan menerapkan apa yang disebut

sebagai modifikasi two in one. Pada dasarnya modifikasi ini dilakukan

dengan cara melangsungkan dua proses utama dalam pembuatan besi

spon dengan metode reduksi secara langsung (direct reduction), yaitu

proses penyediaan gas pereduksi via reaksi katalitik reformasi gas alam

dan proses reduksi biji besi, dalam satu unit operasi, yaitu reaktor.

Dalam kebanyakan proses yang digunakan pada pembuatan besi

spon dengan metode reduksi secara langsung, termasuk pada

PT. Krakatau Steel, kedua proses utama tersebut selama ini masih

dilakukan dalam dua unit operasi terpisah, yaitu masing-masing dalam

steam reformer dan reaktor.

Dipandang perlu untuk melakukan suatu kajian guna meninjau

apakah modifikasi ini dapat diterapkan pada PT. Krakatau Steel,

khususnya pada pabrik HYL III, mengingat modifikasi ini mendwarkan

berbagai keuntungan, seperti pengoperasian yang lebih sederhana,

eliminasi penggunaan katalis nikel pada steam reformer, dan adanya

penghematan konsumsi energi.

Kajian akan difokuskan untuk mendapatkan suatu informasi awal

mengenai tingkat kualitas dan kuantitas produk besi spon yang

dihasilkan jika modifikasi two in one ini akan diterapkan pada reaktor

yang telah ada pada pabrik HYL III, dengan dimensi dan ketahanan

material tertentu. Selama ini satu unit reaktor pada pabrik HYL III

mampu menghasilkan 2045 ton per hari besi spon, dengan kualitas

derajat metalisasi sebesar 92% dan kadar karbon 2-2,5 %.

Kajian akan dilakukan dengan cara simulasi berbasis komputer

diawali dengan pembentukan model matematis pada zona-zona di dalam

reaktor yang dianggap berpotensi menghasilkan gas pereduksi.

Penyususan skema pengoperasian dilakukan untuk mengadopsi

sebanyak mungkin potensi pembentukan gas pereduksi yang

berlangsung secara simultan dengan proses reduksi besi spon.

Dari hasil simulasi, diperoleh produk dengan kapasitas sebesar

2045 ton besi spon per hari dengan derajat metalisasi sebesar 65,3% dan

keunungan karbon 3,67%. Jika kualitas derajat metalisasai mencapai

92%, kapasitas besi spon yang dihasilkan hanya

mampu

mencapai

1296 ton per hari. Hasil simulasi ini masih belum memadai terutama

karena faktor model dan parameter kinetika reaksi serta asumsi

pemodelan yang tidak menyertakan proses reduksi besi oksida dalam

zona pendinginan dan zona reformasi harus diperbaiki.

Deskripsi Alternatif :

pengolahan besi spon adalah dengan menerapkan apa yang disebut

sebagai modifikasi two in one. Pada dasarnya modifikasi ini dilakukan

dengan cara melangsungkan dua proses utama dalam pembuatan besi

spon dengan metode reduksi secara langsung (direct reduction), yaitu

proses penyediaan gas pereduksi via reaksi katalitik reformasi gas alam

dan proses reduksi biji besi, dalam satu unit operasi, yaitu reaktor.

Dalam kebanyakan proses yang digunakan pada pembuatan besi

spon dengan metode reduksi secara langsung, termasuk pada

PT. Krakatau Steel, kedua proses utama tersebut selama ini masih

dilakukan dalam dua unit operasi terpisah, yaitu masing-masing dalam

steam reformer dan reaktor.

Dipandang perlu untuk melakukan suatu kajian guna meninjau

apakah modifikasi ini dapat diterapkan pada PT. Krakatau Steel,

khususnya pada pabrik HYL III, mengingat modifikasi ini mendwarkan

berbagai keuntungan, seperti pengoperasian yang lebih sederhana,

eliminasi penggunaan katalis nikel pada steam reformer, dan adanya

penghematan konsumsi energi.

Kajian akan difokuskan untuk mendapatkan suatu informasi awal

mengenai tingkat kualitas dan kuantitas produk besi spon yang

dihasilkan jika modifikasi two in one ini akan diterapkan pada reaktor

yang telah ada pada pabrik HYL III, dengan dimensi dan ketahanan

material tertentu. Selama ini satu unit reaktor pada pabrik HYL III

mampu menghasilkan 2045 ton per hari besi spon, dengan kualitas

derajat metalisasi sebesar 92% dan kadar karbon 2-2,5 %.

Kajian akan dilakukan dengan cara simulasi berbasis komputer

diawali dengan pembentukan model matematis pada zona-zona di dalam

reaktor yang dianggap berpotensi menghasilkan gas pereduksi.

Penyususan skema pengoperasian dilakukan untuk mengadopsi

sebanyak mungkin potensi pembentukan gas pereduksi yang

berlangsung secara simultan dengan proses reduksi besi spon.

Dari hasil simulasi, diperoleh produk dengan kapasitas sebesar

2045 ton besi spon per hari dengan derajat metalisasi sebesar 65,3% dan

keunungan karbon 3,67%. Jika kualitas derajat metalisasai mencapai

92%, kapasitas besi spon yang dihasilkan hanya

mampu

mencapai

1296 ton per hari. Hasil simulasi ini masih belum memadai terutama

karena faktor model dan parameter kinetika reaksi serta asumsi

pemodelan yang tidak menyertakan proses reduksi besi oksida dalam

zona pendinginan dan zona reformasi harus diperbaiki.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Ir. Iri Partono Adhi, Editor:

File PDF...