Path: TopS2-ThesesIndustrial Engineering and Management-FTI2001

Kajian restrukturisasi kredit industri tekstil (studi kasus bank M)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:50:29
Oleh : JAYA, Hendra, S2-Business Administration - Technology based
Dibuat : 2001-05-00, dengan 1 file

Keyword : business in industrial, bank. credit

Bank M beroperasi mulai tgl. 01 Agustus 1999 merupakan hasil merger 4 bank BUMN, pada posisi tanggal 30 September 1999 outstanding kredit sebesar Rp 64.4 triliun dari jumlah tersebut yang termasuk kredit bermasalah (non performing loan) sebesar 74,6% atau sebesar Rp 48,0 triliun, salahsatu debitur kredit bermasalah bank M adalah PT. DM. Kredit bermasalah disebabkan oleh kegagalan usaha debitur, factor-faktor ekternal dan Bank sebagai pemberi kredit. Kegagalan usaha debitur antara lain disebabkan lemahnya manajemen, perusahaan terlalu ekspansif dan memburuknya kondisi perekonomian (faktor eksternal) sedangkan kredit bermasalah yang disebabkan oleh pihak bank antara lain lemahnya kemampuan melakukan analisis pemberian kredit. Dampak kredit bermasalah antara lain meningkatnya Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP), menurutnya tingkat kesehatan bank, merosotnya kepercayaan masyarakat dan tidak berfungsinya bank sebagai lembaga intermediary. PT. DM berdiri sejak tahun 1961 bergerak di sector indutri tekstil selain penghasil devisa terbesar dari sector non migas juga termasuk industri padat karya merupakan salah satu debitur bank M sejak tahun 1973, debitur ini telah mengalami 3 (tiga) kali rescue pinjamannnya. Bank M telah melakukan restrukturisasi kredit perusahaan ini berupa penyelamatan kredit, permasalahannya perusahaan ini dibebani hutang yang terlalu besar kepada kreditur sehingga tidak mampu memenuhi kewajibannya terhadap bank M. Ada 2 pendekatan dalam melakukan restrukturisasi kredit yaitu pendekatan penyelamatan dan penyelesaian (legal action), untuk mendukung apakah pendekatan penyelematan atau penyelesaian dalam menangani kredit bermasalah perlu dilakukan perhitungan-perhitungan, proyeksi keuangan dan analisa-analisa. Perhitungan yang dilakukan berupa Net Present Value (NPV) dari cash flow restrukturisasi kredit PT. DM dibandingkan dengan NPV likuidasi agunan, proyeksi keuangan mempertimbangkan proyeksi keuangan yang dibuat PT.DM dan asumsi-asumsi yang realistis dengan keadaan, sedangkan analisa-analisa meliputi; aspek pasar dan lingkungan industri, aspek produk, aspek manajemen, aspek keuangan dan fakstor eksternal perusahaan. Berdasarkan kajian yang dilakukan terhadap keputusan restrukturasi kredit bank M dalam menangani kredit bermasalah PT. DM , pendekatan penyelematan kredit solusi terbaik bagi bank M karena perusahaan masih prosfektif dengan penjualan eksport rata-rata diatas 80%, manajemen kooperatif dan memiliki itikad yang baik, perhitungan Net Present Value (NPV) cash flow restrukturasi kredit (sebesar Rp 117 milliar) lebih besar dari NPV likwidasi aguna PT.DM (sebesar Rp 62 milliar), dikuasainya dokumen perkreditan dan agunan serta kolektibilitas kredit Dalam Perhatian Khusus (kolektibilitas 2). Bila dilihat dari proyeksi cash flow perusahaan dan analisis berbagai aspek, penyelamatan kredit berupa penyelesaian kewajiban yang tertunda dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Total kewajiban bunga yang tertunda sebesar Rp 17,4 milliar, dimana Rp 5,7 milliar merupakan denda bunga diusulkan untuk dihapuskan dan sisanya Rp 11,7 milliar diusulkan dihapus sebesar 50% sedangkan sisanya sebesar Rp 5,8 milliar dibayar pada tahun 2000.

Opsi saham sebesar Rp 32 milliar dan kewajiban bunga tertunda sebesar Rp 11 milliar diselesaikan dengan cara pembayaran / angsuran mulai tahu 2000.

KMK industri Rupiah sebesar Rp 58,9 milliar dikonversi menjadi KMK Valas dalam USD dengan suku bunga 9,5% p.a dengan jangka waktu maksimal 7 tahun.

KMK Valas dalam USD sebesar USD 3 juta diperpanjang dengan jangka waktu maksimal 6 tahun dengan suku bunga 9,5% p.a

Deskripsi Alternatif :

Bank M beroperasi mulai tgl. 01 Agustus 1999 merupakan hasil merger 4 bank BUMN, pada posisi tanggal 30 September 1999 outstanding kredit sebesar Rp 64.4 triliun dari jumlah tersebut yang termasuk kredit bermasalah (non performing loan) sebesar 74,6% atau sebesar Rp 48,0 triliun, salahsatu debitur kredit bermasalah bank M adalah PT. DM. Kredit bermasalah disebabkan oleh kegagalan usaha debitur, factor-faktor ekternal dan Bank sebagai pemberi kredit. Kegagalan usaha debitur antara lain disebabkan lemahnya manajemen, perusahaan terlalu ekspansif dan memburuknya kondisi perekonomian (faktor eksternal) sedangkan kredit bermasalah yang disebabkan oleh pihak bank antara lain lemahnya kemampuan melakukan analisis pemberian kredit. Dampak kredit bermasalah antara lain meningkatnya Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP), menurutnya tingkat kesehatan bank, merosotnya kepercayaan masyarakat dan tidak berfungsinya bank sebagai lembaga intermediary. PT. DM berdiri sejak tahun 1961 bergerak di sector indutri tekstil selain penghasil devisa terbesar dari sector non migas juga termasuk industri padat karya merupakan salah satu debitur bank M sejak tahun 1973, debitur ini telah mengalami 3 (tiga) kali rescue pinjamannnya. Bank M telah melakukan restrukturisasi kredit perusahaan ini berupa penyelamatan kredit, permasalahannya perusahaan ini dibebani hutang yang terlalu besar kepada kreditur sehingga tidak mampu memenuhi kewajibannya terhadap bank M. Ada 2 pendekatan dalam melakukan restrukturisasi kredit yaitu pendekatan penyelamatan dan penyelesaian (legal action), untuk mendukung apakah pendekatan penyelematan atau penyelesaian dalam menangani kredit bermasalah perlu dilakukan perhitungan-perhitungan, proyeksi keuangan dan analisa-analisa. Perhitungan yang dilakukan berupa Net Present Value (NPV) dari cash flow restrukturisasi kredit PT. DM dibandingkan dengan NPV likuidasi agunan, proyeksi keuangan mempertimbangkan proyeksi keuangan yang dibuat PT.DM dan asumsi-asumsi yang realistis dengan keadaan, sedangkan analisa-analisa meliputi; aspek pasar dan lingkungan industri, aspek produk, aspek manajemen, aspek keuangan dan fakstor eksternal perusahaan. Berdasarkan kajian yang dilakukan terhadap keputusan restrukturasi kredit bank M dalam menangani kredit bermasalah PT. DM , pendekatan penyelematan kredit solusi terbaik bagi bank M karena perusahaan masih prosfektif dengan penjualan eksport rata-rata diatas 80%, manajemen kooperatif dan memiliki itikad yang baik, perhitungan Net Present Value (NPV) cash flow restrukturasi kredit (sebesar Rp 117 milliar) lebih besar dari NPV likwidasi aguna PT.DM (sebesar Rp 62 milliar), dikuasainya dokumen perkreditan dan agunan serta kolektibilitas kredit Dalam Perhatian Khusus (kolektibilitas 2). Bila dilihat dari proyeksi cash flow perusahaan dan analisis berbagai aspek, penyelamatan kredit berupa penyelesaian kewajiban yang tertunda dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Total kewajiban bunga yang tertunda sebesar Rp 17,4 milliar, dimana Rp 5,7 milliar merupakan denda bunga diusulkan untuk dihapuskan dan sisanya Rp 11,7 milliar diusulkan dihapus sebesar 50% sedangkan sisanya sebesar Rp 5,8 milliar dibayar pada tahun 2000.

Opsi saham sebesar Rp 32 milliar dan kewajiban bunga tertunda sebesar Rp 11 milliar diselesaikan dengan cara pembayaran / angsuran mulai tahu 2000.

KMK industri Rupiah sebesar Rp 58,9 milliar dikonversi menjadi KMK Valas dalam USD dengan suku bunga 9,5% p.a dengan jangka waktu maksimal 7 tahun.

KMK Valas dalam USD sebesar USD 3 juta diperpanjang dengan jangka waktu maksimal 6 tahun dengan suku bunga 9,5% p.a


Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: