Path: Top S2-Theses Industrial Engineering and Management 2001

Analisis koordinasi: studi kasus PT X

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-14 18:12:33
Oleh : Indah Victoria Sandroto, S2-Industrial Management
Dibuat : 2001-03-09, dengan 1 file

Keyword : goal, actors, activities.

Koordinasi memegang peranan penting dalam memadukan bagian-bagian yang berbeda untuk mencapai tujuan bersama. Dalam konteks manajemen organisasi perusahaan saat ini, perusahaan harus bertahan menghadapi peningkatan persaingan dan ketidakpastian lingkungan yang tinggi. Sayangnya, literatur teori koordinasi masih sangat jarang. Teori Organisasi sendiri sebagai induk dari Teori Koordinasi dianggap belum memenuhi persyaratan untuk dinamakan “Teori”. Oleh karena itu, Penulis mengambil bentuk penelitian studi kasus. Studi Kasus dimaksudkan untuk melakukan eksplorasi secara mendalam pada suatu perusahaan tertentu bagaimana koordinasi dilakukan. Perusahaan memiliki tujuan, pelaku (karyawan/anggota perusahaan), dan melakukan kegiatan-kegiatan. Penulis mengambil studi kasus pada PT X. PT X adalah sebuah perusahaan yang bergerak di dalam bisnis fashion yang berlokasi di Jakarta. Yang menjadi pertanyaan dalam penelitian yang Penulis lakukan adalah: (1) bagaimana para pelaku melakukan koordinasi proses?, (2) bagaimana model mental atau kognitif para pelaku terhadap koordinasi proses tersebut?, (3) mengapa tidak terjadi pencapaian tujuan perusahaan?, dan (4) apa yang dapat dijadikan rekomendasi atau arah perbaikan agar bagian-bagian sistem mau mencapai tujuan bersama atau tujuan perusahaan?Hasil studi menunjukkan perusahaan memilah-milah tujuan yang ingin dicapai menjadi kegiatan-kegiatan dan sub-sub kegiatan. Pemilahan ini tampak jelas pada Struktur Organisasi PT X yang bersifat fungsional. Setiap divisi memiliki tugas fungsional tertentu. Untuk melakukan koordinasi antarbagian, perusahaan melakukan mekanisme koordinasi (yang terutama): lima rapat koordinasi per season. Dalam pelaksanaan kegiatan operasional, tujuan perusahaan tidak tercapai karena terjadi konflik-konflik, yaitu (1) konflik yang berhubungan dengan supplier, (2) konflik akibat mekanisme Rapat Koordinasi, (3) konflik akibat ketidakpastian pelanggan. Penulis mengajukan rekomendasi agar PT X melakukan koordinasi dengan : (1) fokus pada divisi Kreatif, atau (2) mekanisme koordinasi situasional (organisasi fleksibel) sesuai dengan strategi yang dipilih PT X.

Deskripsi Alternatif :

Koordinasi memegang peranan penting dalam memadukan bagian-bagian yang berbeda untuk mencapai tujuan bersama. Dalam konteks manajemen organisasi perusahaan saat ini, perusahaan harus bertahan menghadapi peningkatan persaingan dan ketidakpastian lingkungan yang tinggi. Sayangnya, literatur teori koordinasi masih sangat jarang. Teori Organisasi sendiri sebagai induk dari Teori Koordinasi dianggap belum memenuhi persyaratan untuk dinamakan “Teori”. Oleh karena itu, Penulis mengambil bentuk penelitian studi kasus. Studi Kasus dimaksudkan untuk melakukan eksplorasi secara mendalam pada suatu perusahaan tertentu bagaimana koordinasi dilakukan. Perusahaan memiliki tujuan, pelaku (karyawan/anggota perusahaan), dan melakukan kegiatan-kegiatan. Penulis mengambil studi kasus pada PT X. PT X adalah sebuah perusahaan yang bergerak di dalam bisnis fashion yang berlokasi di Jakarta. Yang menjadi pertanyaan dalam penelitian yang Penulis lakukan adalah: (1) bagaimana para pelaku melakukan koordinasi proses?, (2) bagaimana model mental atau kognitif para pelaku terhadap koordinasi proses tersebut?, (3) mengapa tidak terjadi pencapaian tujuan perusahaan?, dan (4) apa yang dapat dijadikan rekomendasi atau arah perbaikan agar bagian-bagian sistem mau mencapai tujuan bersama atau tujuan perusahaan?Hasil studi menunjukkan perusahaan memilah-milah tujuan yang ingin dicapai menjadi kegiatan-kegiatan dan sub-sub kegiatan. Pemilahan ini tampak jelas pada Struktur Organisasi PT X yang bersifat fungsional. Setiap divisi memiliki tugas fungsional tertentu. Untuk melakukan koordinasi antarbagian, perusahaan melakukan mekanisme koordinasi (yang terutama): lima rapat koordinasi per season. Dalam pelaksanaan kegiatan operasional, tujuan perusahaan tidak tercapai karena terjadi konflik-konflik, yaitu (1) konflik yang berhubungan dengan supplier, (2) konflik akibat mekanisme Rapat Koordinasi, (3) konflik akibat ketidakpastian pelanggan. Penulis mengajukan rekomendasi agar PT X melakukan koordinasi dengan : (1) fokus pada divisi Kreatif, atau (2) mekanisme koordinasi situasional (organisasi fleksibel) sesuai dengan strategi yang dipilih PT X.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: