Path: Top > S2-Theses > Architecture-SAPPK > 2001

ARSITEKTUR ERA PASCAINFORMASI

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:24:07
Oleh : Aris Maryadi, S2 - Architecture
Dibuat : 2001-00-00, dengan 1 file

Keyword :
teknologi arsitektur, material, konstruksi, infrastruktur,produksi, paradigma arsitektur, konsep ruang, estetika.

ABSTRAK:


Secara tidak disadari kita sedang berada dalam masa peralihan. Teknologi informasi berkembang dengan cepat dan hasil perkembangannya telah menghasilkan teknologi baru yang memiliki karakteristik baru pula. Teknologi informasi dengan karakteristik baru ini ternyata mampu mengubah proses dan metode kerja manusia, yang kemudian akan berakibat pada terjadinya perubahan perilaku dan paradigma masyarakat. Perubahan perilaku dan paradigma masyarakat tersebut akhirnya juga dapat berdampak pada arsitektur. Era pascainformasi yang dicetuskan oleh Negroponte, merupakan era yang sedang kita masuki. Penelitian mengenai arsitektur di era pascainformasi adalah penelitian yang bersifat futuristis dan merupakan sebuah kegiatan berteori (intellectual labor). Dengan adanya kegiatan berteori ini, diharapkan pihak-pihak yang berkaitan dengan arsitektur dapat lebih bersiaga dalam menghadapi peralihan era dan perubahan dalam arsitektur.

Penelitian dilakukan melalui analisis isi dari munculnya teknologi terkini, fenomenafenomena yang ada di saat ini, serta visi-visi masa depan yang sudah dicetuskan oleh beberapa pakar di bidang teknologi dan arsitektur. Kajian terhadap teknologi terkini, dilakukan terhadap potensi teknologi tersebut dalam mengubah perilaku dan kebutuhan ruang fisik manusia. Perilaku manusia serta sistem interaksinya dipelajari untuk mengidentifikasi paradigma yang berlaku di era pascainformasi. Paradigma ini, kemudian akan berguna untuk memprediksi arsitektur dan perubahan konsep ruang arsitekturnya. Teknologi, sebagai salah satu elemen dari kebudayaan, memiliki kekuatan dalam mempengaruhi arsitektur. Pengaruh teknologi pada arsitektur, terjadi melalui tiga jalan, yaitu: teknologi secara langsung diterapkan pada arsitektur (material, konstruksi), lewat persyaratan (infrastruktur) yang muncul akibat perubahan proses produksi, dan terakhir lewat perubahan paradigma arsitektur (konsep ruang, estetika, bentuk) akibat perubahan paradigma masyarakat.

Arsitektur di era pascainformasi seolah kembali pada maknanya yang lebih Iuas. Arsitektur dikembalikan pada hakikatnya sebagai pengatur interaksi kehidupan manusia. Munculnya ruang immaterial yang dapat digunakan oleh manusia untuk berinteraksi, menimbulkan perubahan dalam konsep ruang fisik arsitektur. Ruang-ruang yang babas dari definisi kegiatan, terdesentralisasi, merupakan ciri khas dari ruang arsitektur era pascainformasi selama ia masih memiliki akses terhadap ruang immaterial tersebut. Kebutuhan akses terhadap ruang immaterial, akhirnya juga mensyaratkan masuknya infrastruktur informasi ke dalam arsitektur fisik. Produk arsitektur era pascainformasi mengalami perubahan juga karena metode dan proses kerja arsitek yang dibantu oleh teknologi baru, mengalami perubahan. Selain itu dengan adanya teknologi baru dan ruang immaterial tersebut, timbul kemungkinan bagi arsitekllulusan arsitek untuk berkiprah di berbagai bidang-bidang baru yang berhubungan dengan ruang imaterial tersebut, seperti animator, information architect atau multimedia specialist. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada perubahan pendidikan arsitektur untuk mengantisipasi bidang-bidang baru tersebut yaitu dalam hal pemberian pengenalan terhadap teknologi pascainformasi dan juga terhadap bidang-bidang baru tersebut.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAK:


Secara tidak disadari kita sedang berada dalam masa peralihan. Teknologi informasi berkembang dengan cepat dan hasil perkembangannya telah menghasilkan teknologi baru yang memiliki karakteristik baru pula. Teknologi informasi dengan karakteristik baru ini ternyata mampu mengubah proses dan metode kerja manusia, yang kemudian akan berakibat pada terjadinya perubahan perilaku dan paradigma masyarakat. Perubahan perilaku dan paradigma masyarakat tersebut akhirnya juga dapat berdampak pada arsitektur. Era pascainformasi yang dicetuskan oleh Negroponte, merupakan era yang sedang kita masuki. Penelitian mengenai arsitektur di era pascainformasi adalah penelitian yang bersifat futuristis dan merupakan sebuah kegiatan berteori (intellectual labor). Dengan adanya kegiatan berteori ini, diharapkan pihak-pihak yang berkaitan dengan arsitektur dapat lebih bersiaga dalam menghadapi peralihan era dan perubahan dalam arsitektur.

Penelitian dilakukan melalui analisis isi dari munculnya teknologi terkini, fenomenafenomena yang ada di saat ini, serta visi-visi masa depan yang sudah dicetuskan oleh beberapa pakar di bidang teknologi dan arsitektur. Kajian terhadap teknologi terkini, dilakukan terhadap potensi teknologi tersebut dalam mengubah perilaku dan kebutuhan ruang fisik manusia. Perilaku manusia serta sistem interaksinya dipelajari untuk mengidentifikasi paradigma yang berlaku di era pascainformasi. Paradigma ini, kemudian akan berguna untuk memprediksi arsitektur dan perubahan konsep ruang arsitekturnya. Teknologi, sebagai salah satu elemen dari kebudayaan, memiliki kekuatan dalam mempengaruhi arsitektur. Pengaruh teknologi pada arsitektur, terjadi melalui tiga jalan, yaitu: teknologi secara langsung diterapkan pada arsitektur (material, konstruksi), lewat persyaratan (infrastruktur) yang muncul akibat perubahan proses produksi, dan terakhir lewat perubahan paradigma arsitektur (konsep ruang, estetika, bentuk) akibat perubahan paradigma masyarakat.

Arsitektur di era pascainformasi seolah kembali pada maknanya yang lebih Iuas. Arsitektur dikembalikan pada hakikatnya sebagai pengatur interaksi kehidupan manusia. Munculnya ruang immaterial yang dapat digunakan oleh manusia untuk berinteraksi, menimbulkan perubahan dalam konsep ruang fisik arsitektur. Ruang-ruang yang babas dari definisi kegiatan, terdesentralisasi, merupakan ciri khas dari ruang arsitektur era pascainformasi selama ia masih memiliki akses terhadap ruang immaterial tersebut. Kebutuhan akses terhadap ruang immaterial, akhirnya juga mensyaratkan masuknya infrastruktur informasi ke dalam arsitektur fisik. Produk arsitektur era pascainformasi mengalami perubahan juga karena metode dan proses kerja arsitek yang dibantu oleh teknologi baru, mengalami perubahan. Selain itu dengan adanya teknologi baru dan ruang immaterial tersebut, timbul kemungkinan bagi arsitekllulusan arsitek untuk berkiprah di berbagai bidang-bidang baru yang berhubungan dengan ruang imaterial tersebut, seperti animator, information architect atau multimedia specialist. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada perubahan pendidikan arsitektur untuk mengantisipasi bidang-bidang baru tersebut yaitu dalam hal pemberian pengenalan terhadap teknologi pascainformasi dan juga terhadap bidang-bidang baru tersebut.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...


  • Pembimbing I:
    Iwan Sudradjat

    Pembimbing II:
    Armehedi Mahzar

    scanner:
    kory
    , Editor:

File PDF...