Path: TopS2-ThesesChemistry-FMIPA2001

STUDI EKSPRESI MUTAN sup45 HIPERSENSITIF

PAROMOMISIN DAN SENSITIF TEMPERATUR

Saccharomyces cerevisiae

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:39:37
Oleh : A. A. ISTRI RATNADEWI, BIDANG KHUSUS BIOKIMIA
Dibuat : 2001, dengan 1 file

Keyword : Mutans, paromomysin hipersensitive

Proses tenninasi translasi dalam sel eukariot merupakan suatu proses yang kompleks. Proses ini dimediasi oleh release factors eRFl dan eRF3 yang masing-masing dikode oleh gen SAL4/SUP45 dan

SAL3/SUP35. Protein eRFI dan eRF3 membentuk kompleks yang fungsional sebagai release factors. Untuk mendapatkan informasi lebih

lanjut mengenai mekanisme translasi di eukariot, khususnya mengenai interaksi antara eRFI dengan eRF3 atau faktor terminasi yang lain,

telah dilakukan studi struktur fungsi protein tersebut, melalui analisis mutan sup45 Saccharomyces cerevisiae. Pada penelitian ini telah dilakukan studi ekspresi protein eRFI pada mutan sup45-23 dan sup45-42. Kedua mutan disamping bersifat allosuppressor juga bersifat hipersensitif paromomisin dan sensitif temperatur. Tingkat ekspresi protein mutan sup45 diamati melalui analisis Western blot. Antibodi

anti eRFl diperoleh melalui hasil reaksi serologis terhadap antigen eRFl-(His) 6„ eRFl-(His) 6 produk pemurnian dari gen SUP45 yang

dioverekspresi di Eschenchia coli dengan menggunakan kolom kromatografi afinitas ion nikel teramobilisasi. Analisis hasil ekspresi

kedua protein mutan menunjukkan adanya tingkat ekspresi yang sama dengan galur wild type (1148 dan nMT604). Hal ini menyarankan bahwa fenotipik allosuppressor, hipersensitif paromomisin dan sensitif temperatur mutan sup45-23 dan sup45-42 bukan disebabkan oleh rendahnya ekspresi protein eRFl dalam sel, tetapi lebih dimungkinkan

oleh adanya perubahan konformasi protein eRFI.

Deskripsi Alternatif :

Proses tenninasi translasi dalam sel eukariot merupakan suatu proses yang kompleks. Proses ini dimediasi oleh release factors eRFl dan eRF3 yang masing-masing dikode oleh gen SAL4/SUP45 dan

SAL3/SUP35. Protein eRFI dan eRF3 membentuk kompleks yang fungsional sebagai release factors. Untuk mendapatkan informasi lebih

lanjut mengenai mekanisme translasi di eukariot, khususnya mengenai interaksi antara eRFI dengan eRF3 atau faktor terminasi yang lain,

telah dilakukan studi struktur fungsi protein tersebut, melalui analisis mutan sup45 Saccharomyces cerevisiae. Pada penelitian ini telah dilakukan studi ekspresi protein eRFI pada mutan sup45-23 dan sup45-42. Kedua mutan disamping bersifat allosuppressor juga bersifat hipersensitif paromomisin dan sensitif temperatur. Tingkat ekspresi protein mutan sup45 diamati melalui analisis Western blot. Antibodi

anti eRFl diperoleh melalui hasil reaksi serologis terhadap antigen eRFl-(His) 6„ eRFl-(His) 6 produk pemurnian dari gen SUP45 yang

dioverekspresi di Eschenchia coli dengan menggunakan kolom kromatografi afinitas ion nikel teramobilisasi. Analisis hasil ekspresi

kedua protein mutan menunjukkan adanya tingkat ekspresi yang sama dengan galur wild type (1148 dan nMT604). Hal ini menyarankan bahwa fenotipik allosuppressor, hipersensitif paromomisin dan sensitif temperatur mutan sup45-23 dan sup45-42 bukan disebabkan oleh rendahnya ekspresi protein eRFl dalam sel, tetapi lebih dimungkinkan

oleh adanya perubahan konformasi protein eRFI.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiB
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr.Muliawati Sindumarta, Editor:

File PDF...