Path: TopS2-ThesesCivil Engineering-FTSL2000

STUDI PENENTUAN LOKASI TRAFFIC COUNT TERBAIK DAN JUMLAH DATA ARUS LALULINTAS OPTIMUM DALAM ESTIMASI MATRIKS ASAL TUJUAN (MAT)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:26
Oleh : Rudi Sugiono Suyono, S2 - Civil Engineering (rudi_sugiono@eudoramail.com)
Dibuat : 2000-10, dengan 1 file

Keyword : Matriks Asal Tujuan, Lokasi Terbaik, Jumlah Data Optimum, Tingkat Akurasi

Untuk mengestimasi Matriks Asal-Tujuan (MAT) berdasarkan informasi arus lalulintas (traffic count), arus lalulintas merupakan masukan utama yang sangat mempengaruhi tingkat akurasi MAT yang dihasilkan. Sehingga, setiap proses yang berkaitan dengannya seperti jumlah serta lokasinya harus dipertimbangkan dengan baik agar hasil yang diperoleh optimal. Secara teoritis, semakin banyak data yang digunakan maka akan semakin tinggi tingkat akurasi MAT yang dihasilkannya. Hal tersebut sudah tentu membutuhkan biaya sangat besar dan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi terbaik dan jumlah optimum data arus lalulintas yang dapat menghasilkan MAT berakurasi tinggi.
Model seleksi lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan 3 (tiga) faktor utama: (a) proporsi pergerakan lalulintas antarzona yang menggunakan setiap ruas jalan, (b) hubungan antarruas seperti kondisi saling ketergantungan (independence) dan ketidak-konsistenan (inconsistency) dari arus lalulintas, dan (c) kondisi ruas jalannya. Selanjutnya, penentuan jumlah data optimum didasarkan pada pertimbangan efisiensi yaitu penggunaan jumlah data seminimal mungkin namun masih menghasilkan MAT berakurasi tinggi. Studi dilakukan dalam wilayah studi Kotamadya Bandung yang meliputi 145 zona pergerakan serta mempertimbangkan 2485 ruas jalan sebagai lokasi data arus lalulintas yang terdiri dari jalan arteri, kolektor, dan lokal. Pada studi ini proses analisis dilakukan berdasarkan Model Gravity Opportunity (GO) dan Model Maksimum Entropi (ME). Untuk analisis berdasarkan Model GO, hasil tahap I berhasil menyaring 969 ruas dari 2485 ruas jalan yang ada (1516 gugur), sedangkan untuk Model ME berhasil tersaring 1.052 ruas jalan (1.433 ruas gugur) pada tahap I. Selanjutnya 646 ruas tersaring pada tahap II (323 ruas kembali gugur) untuk Model GO dan 684 ruas tersaring (368 ruas gugur) untuk Model ME. Peringkat ruas terbaik pada tahap II dievalusi kembali dengan kriteria kondisi ruas jalan sehingga menghasilkan peringkat ruas terbaik yaitu 646 ruas untuk Model GO dan 684 ruas untuk Model ME. Penelitian menghasilkan bahwa jumlah data arus lalulintas optimum yang dibutuhkan untuk Model GO adalah sebanyak 90 buah (sekitar 3,6% dari seluruh ruas jalan yang ada) dan untuk Model ME adalah sebanyak 80 buah data (sekitar 3,2 %).
Selain itu berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh banhwa penggunaan data arus lalulintas secara terurut berdasarkan peringkat lokasi terbaik hasil analisis akan menghasilkan MAT dengan tingkat akurasi yang jauh lebih baik daripada analisis yang dilakukan pemilihan datanya secara acak.

Deskripsi Alternatif :

Untuk mengestimasi Matriks Asal-Tujuan (MAT) berdasarkan informasi arus lalulintas (traffic count), arus lalulintas merupakan masukan utama yang sangat mempengaruhi tingkat akurasi MAT yang dihasilkan. Sehingga, setiap proses yang berkaitan dengannya seperti jumlah serta lokasinya harus dipertimbangkan dengan baik agar hasil yang diperoleh optimal. Secara teoritis, semakin banyak data yang digunakan maka akan semakin tinggi tingkat akurasi MAT yang dihasilkannya. Hal tersebut sudah tentu membutuhkan biaya sangat besar dan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi terbaik dan jumlah optimum data arus lalulintas yang dapat menghasilkan MAT berakurasi tinggi.
Model seleksi lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan 3 (tiga) faktor utama: (a) proporsi pergerakan lalulintas antarzona yang menggunakan setiap ruas jalan, (b) hubungan antarruas seperti kondisi saling ketergantungan (independence) dan ketidak-konsistenan (inconsistency) dari arus lalulintas, dan (c) kondisi ruas jalannya. Selanjutnya, penentuan jumlah data optimum didasarkan pada pertimbangan efisiensi yaitu penggunaan jumlah data seminimal mungkin namun masih menghasilkan MAT berakurasi tinggi. Studi dilakukan dalam wilayah studi Kotamadya Bandung yang meliputi 145 zona pergerakan serta mempertimbangkan 2485 ruas jalan sebagai lokasi data arus lalulintas yang terdiri dari jalan arteri, kolektor, dan lokal. Pada studi ini proses analisis dilakukan berdasarkan Model Gravity Opportunity (GO) dan Model Maksimum Entropi (ME). Untuk analisis berdasarkan Model GO, hasil tahap I berhasil menyaring 969 ruas dari 2485 ruas jalan yang ada (1516 gugur), sedangkan untuk Model ME berhasil tersaring 1.052 ruas jalan (1.433 ruas gugur) pada tahap I. Selanjutnya 646 ruas tersaring pada tahap II (323 ruas kembali gugur) untuk Model GO dan 684 ruas tersaring (368 ruas gugur) untuk Model ME. Peringkat ruas terbaik pada tahap II dievalusi kembali dengan kriteria kondisi ruas jalan sehingga menghasilkan peringkat ruas terbaik yaitu 646 ruas untuk Model GO dan 684 ruas untuk Model ME. Penelitian menghasilkan bahwa jumlah data arus lalulintas optimum yang dibutuhkan untuk Model GO adalah sebanyak 90 buah (sekitar 3,6% dari seluruh ruas jalan yang ada) dan untuk Model ME adalah sebanyak 80 buah data (sekitar 3,2 %).
Selain itu berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh banhwa penggunaan data arus lalulintas secara terurut berdasarkan peringkat lokasi terbaik hasil analisis akan menghasilkan MAT dengan tingkat akurasi yang jauh lebih baik daripada analisis yang dilakukan pemilihan datanya secara acak.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

File PDF...