Path: TopS2-ThesesChemical Engineering2000

Pembuatan adsorben desulfurisasi berbasis besi oksida hidrat dengan aditif aluminium dan pembuatan alat uji adsorpsi dinamik.

Master Theses from JBPTITBPP / 2008-07-28 14:28:13
Oleh : Nurul Dewanti, S2-Chemical Engineering
Dibuat : 2000-09, dengan 7 file

Keyword : Adsorption; Desulphurization

Pada saat ini, katalis-katalis yang digunakan dalam pabrik-pabrik amonia, metanol dan hidrogen modern bersifat sangat aktif dan memiliki selektivitas yang sangat tinggi, namun sangat sensitif terhadap zat-zat racun. Jadi, untuk mencapai tingkat produksi yang ekonomis dalam jangka waktu yang lama, perlu dipastikan bahwa semua fluida proses, misalnya gas bumi, bebas zat racun.

Gas bumi yang menjadi bahan mentah utama pembuatan NH3 dan CO2, perlu melewati tahap pemurnian terlebih dahulu karena mengandung beberapa pengotor, diantaranya adalah senyawa sulfur (berupa H2S, RSH dan RSSH). Sebagai contoh, kadarnya dalam gas bumi yang dimanfaatkan PT PIM adalah sekitar 100 ppm. Proses desulfurisasi tahap pertama adalah penyingkiran H2S dengan adsorben berbasis Fe2O3 berupa Sponge atau Mixed Iron Oxide yaitu adsorben yang mengandung Fe2O3.H2O (TC-77) atau hamparan serbuk Fe2O3.H2O pada serpihan kayu (Ferro Sweet - 15 Physichem). PIM mengkonsumsi adsorben sebanyak 240 m3/tahun dan mengeluarkan biaya 400 juta rupiah per tahun (komponen biaya transportasi paling besar) untuk mengimpornya dari Amerika Serikat, karena tak dapat diperoleh di dalam negeri dan dari negeri lain yang lebih dekat. Jadi, penghematan devisa yang tidak sedikit dapat dicapai jika Indonesia dan khususnya PT PIM dapat memproduksi sendiri adsorben ini.

Tujuan penelitian ini adalah memahami metode pembuatan adsorben secara presipitasi, membuat adsorben dengan metode ini (dengan bahan baku FeSO4 teknis dan Na2CO3), membuat peralatan uji adsorben berkarakter dinamik serta memahami pengaruh penambahan alumunium (Al2(SO4)3 teknis) terhadap unjuk kerja adsorben.

Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pemahaman tentang metoda presipitasi sehingga dapat diperoleh adsorben berkualitas baik. Adsorben FF2 terbukti memiliki profil XRD mirip dengan struktur alpha FeOOH. Peralatan uji dinamik dapat menghasilkan aliran H2S dengan konsentrasi dan laju alir relatif konstan selama 6 jam. hasil uji dinamik adalah AF20 dan AF30 menunjukkan unjuk kerja yang berimbang dan relatif lebih baik dari AF40 dan ITB3 dari segi kapasitas dan konversinya. Analisis adsorben menunjukkan bahwa 1) AF20, AF30 dan Af40 memiliki puncak karakteristik XRD utama yang sama dan 2) alumunium meningkatkan luas permukaan spesifik namun menurunkan kristalinitas adsorben.

Deskripsi Alternatif :

Pada saat ini, katalis-katalis yang digunakan dalam pabrik-pabrik amonia, metanol dan hidrogen modern bersifat sangat aktif dan memiliki selektivitas yang sangat tinggi, namun sangat sensitif terhadap zat-zat racun. Jadi, untuk mencapai tingkat produksi yang ekonomis dalam jangka waktu yang lama, perlu dipastikan bahwa semua fluida proses, misalnya gas bumi, bebas zat racun.

Gas bumi yang menjadi bahan mentah utama pembuatan NH3 dan CO2, perlu melewati tahap pemurnian terlebih dahulu karena mengandung beberapa pengotor, diantaranya adalah senyawa sulfur (berupa H2S, RSH dan RSSH). Sebagai contoh, kadarnya dalam gas bumi yang dimanfaatkan PT PIM adalah sekitar 100 ppm. Proses desulfurisasi tahap pertama adalah penyingkiran H2S dengan adsorben berbasis Fe2O3 berupa Sponge atau Mixed Iron Oxide yaitu adsorben yang mengandung Fe2O3.H2O (TC-77) atau hamparan serbuk Fe2O3.H2O pada serpihan kayu (Ferro Sweet - 15 Physichem). PIM mengkonsumsi adsorben sebanyak 240 m3/tahun dan mengeluarkan biaya 400 juta rupiah per tahun (komponen biaya transportasi paling besar) untuk mengimpornya dari Amerika Serikat, karena tak dapat diperoleh di dalam negeri dan dari negeri lain yang lebih dekat. Jadi, penghematan devisa yang tidak sedikit dapat dicapai jika Indonesia dan khususnya PT PIM dapat memproduksi sendiri adsorben ini.

Tujuan penelitian ini adalah memahami metode pembuatan adsorben secara presipitasi, membuat adsorben dengan metode ini (dengan bahan baku FeSO4 teknis dan Na2CO3), membuat peralatan uji adsorben berkarakter dinamik serta memahami pengaruh penambahan alumunium (Al2(SO4)3 teknis) terhadap unjuk kerja adsorben.

Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pemahaman tentang metoda presipitasi sehingga dapat diperoleh adsorben berkualitas baik. Adsorben FF2 terbukti memiliki profil XRD mirip dengan struktur alpha FeOOH. Peralatan uji dinamik dapat menghasilkan aliran H2S dengan konsentrasi dan laju alir relatif konstan selama 6 jam. hasil uji dinamik adalah AF20 dan AF30 menunjukkan unjuk kerja yang berimbang dan relatif lebih baik dari AF40 dan ITB3 dari segi kapasitas dan konversinya. Analisis adsorben menunjukkan bahwa 1) AF20, AF30 dan Af40 memiliki puncak karakteristik XRD utama yang sama dan 2) alumunium meningkatkan luas permukaan spesifik namun menurunkan kristalinitas adsorben.

Beri Komentar ?#(1) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr.Ir. Tatang H. Soerawidjaja dan Dr.Ir. Subagjo, Editor:

Download...