Path: TopS2-ThesesDevelopment Studies2000

Telaah Tentang Kemungkinan Memproduksi Biodiesel
Dari Minyak Jarak Pagar Sebagai Bahan Pengganti Automotive Diesel Oil

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-21 19:02:45
Oleh : Melanie Cornelia, S2 - Development Studies (melcor@mailcity.com)
Dibuat : 2000-10, dengan 1 file

Keyword : biodiesel, Jarak Pagar, bahan bakar cair pengganti untuk transportasi

Minyak solar (Automotive Diesel Oil) mengalami perkembangan permintaan dan mempunyai pertumbuhan yang tinggi bila dibandingkan dengan bahan bakar cair lainnya di Indonesia, dan yang mengkonsumsi minyak solar terbesar adalah sektor transportasi. Melihat kenyataan bahwa impor minyak solar juga yang tertinggi diantara impor bahan bakar minyak yang disebabkan keterbatasan produksinya, maka dilakukan telaah tentang kemungkinan mensubstitusi minyak solar dengan biodiesel yang berasal dari minyak jarak pagar.

Minyak jarak pagar (Jatropha curcas) dipilih sebagai bahan baku biodiesel karena (a) sifat fisika-kimia nya sesuai dengan sifat bahan baku untuk memproduksi biodiesel, (b) minyak jarak tidak termasuk minyak pangan, (c) tanaman jarak dapat tumbuh baik di lahan kering/kritis sehingga berpotensi mengubah lahan kritis menjadi lahan yang produktif.

Dalam kajian awal ini, secara khusus diajukan beberapa pertanyaan:

(a) faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas biji jarak dan berapa besar biaya usahanya.

(b) bagaimana gambaran proses produksi biodiesel dari minyak jarak pagar dan bagaimana perhitungan ekonominya, diantaranya biaya investasi, biaya operasi dan kemampulabaan untuk mengekstraksi minyak jarak dari bijinya sampai dikonversikannya menjadi biodiesel

(c) apa implikasi yang ditimbulkan terhadap perekonomian masyarakat dan terhadap lingkungan.

Kesimpulan umum yang ditarik dari kajian ini adalah sebagai berikut:

(a) Saat ini tingkat produktivitas penanaman biji jarak di Indonesia kira-kira 2 ton/ha untuk sekali musim panen, dengan masa tanam selama
6 bulan dan penanaman biasanya dilakukan selama musim kemarau. Produktivitas ini dapat ditingkatkan sampai 5 ton/ha dengan cara memilih bibit yang lebih baik dan menggunakan dosis pupuk yang sesuai.

(b) Rendemen ekstraksi minyak jarak kurang lebih 42% dan minyak hasil ekstraksi dapat dikonversikan menjadi biodiesel melalui proses trans- esterifikasi dengan menggunakan metanol atau etanol, yang dapat dilakukan dengan system proses yang relatif sederhana. Proses konversi tersebut mempunyai rendemen kurang lebih 98% dan menghasilkan produk samping yang bernilai tinggi, seperti gliserol.

(c) Dengan asumsi produktivitas biji jarak 5 ton/ha dan rendemen proses seperti diatas, maka biaya produksi untuk biodiesel per liter diperkirakan
Rp 1.224,-. Perhitungan didasarkan pada nilai investasi pabrik dengan kapasitas 3000 ton biodiesel per tahun yang diperkirakan senilai
Rp 3.271.520.000,-. Hal ini menunjukkan bahwa biaya produksi biodiesel masih kompetitif dengan biaya produksi minyak solar, terutama apabila subsidi dihapuskan.

(d) Berbagai dampak menguntungkan dapat diperoleh dengan masuknya biodiesel sebagai komponen bahan bakar di Indonesia:
(i) pengurangan kebutuhan impor bahan bakar minyak secara nyata akan dapat dicapai. Misalnya dengan tingkat impor minyak solar saat ini sejumlah 5.770 juta liter per tahun, maka pengeluaran biaya impor yang dapat dihemat, diperkirakan senilai USD 1.154 juta.
(ii) berpotensi memberikan pendapatan kepada masyarakat di pedesaan sebesar Rp 376,- untuk tiap liter biodiesel yang dihasilkan, dan berpeluang menyerap tenaga kerja sebanyak 277 orang untuk perkebunan dan mengoperasikan pabrik biodiesel dengan kapasitas 3000 ton/tahun
(iii) penanaman jarak pagar untuk menghasilkan biodiesel mampu memperbaiki areal lahan kritis seluas 2.800.000 ha menjadi lahan yang produktif
(iv) berpotensi mengurangi emisi karbon sebanyak 2.636 gram CO2 equivalent untuk setiap pembakaran 1 liter biodiesel, dengan demikian secara global berpotensi untuk mengurangi emisi gas-gas rumah kaca

Merpertimbangkan banyaknya potensi dampak yang menguntungkan dengan masuknya biodiesel sebagai bahan bakar cair di Indonesia, dapatlah direkomendasikan penelitian lanjutan yang meliputi kajian khusus untuk meningkatkan produktivitas penanaman, aspek teknis penggunaan biodiesel pada mesin diesel kendaraan dan standar mutu yang dibutuhkannya, potensi pasar untuk ekspor biodiesel, dan implikasinya terhadap perekonomian masyarakat dari penanaman jarak pagar secara menyeluruh.

Deskripsi Alternatif :

Minyak solar (Automotive Diesel Oil) mengalami perkembangan permintaan dan mempunyai pertumbuhan yang tinggi bila dibandingkan dengan bahan bakar cair lainnya di Indonesia, dan yang mengkonsumsi minyak solar terbesar adalah sektor transportasi. Melihat kenyataan bahwa impor minyak solar juga yang tertinggi diantara impor bahan bakar minyak yang disebabkan keterbatasan produksinya, maka dilakukan telaah tentang kemungkinan mensubstitusi minyak solar dengan biodiesel yang berasal dari minyak jarak pagar.

Minyak jarak pagar (Jatropha curcas) dipilih sebagai bahan baku biodiesel karena (a) sifat fisika-kimia nya sesuai dengan sifat bahan baku untuk memproduksi biodiesel, (b) minyak jarak tidak termasuk minyak pangan, (c) tanaman jarak dapat tumbuh baik di lahan kering/kritis sehingga berpotensi mengubah lahan kritis menjadi lahan yang produktif.

Dalam kajian awal ini, secara khusus diajukan beberapa pertanyaan:

(a) faktor apa saja yang mempengaruhi produktivitas biji jarak dan berapa besar biaya usahanya.

(b) bagaimana gambaran proses produksi biodiesel dari minyak jarak pagar dan bagaimana perhitungan ekonominya, diantaranya biaya investasi, biaya operasi dan kemampulabaan untuk mengekstraksi minyak jarak dari bijinya sampai dikonversikannya menjadi biodiesel

(c) apa implikasi yang ditimbulkan terhadap perekonomian masyarakat dan terhadap lingkungan.

Kesimpulan umum yang ditarik dari kajian ini adalah sebagai berikut:

(a) Saat ini tingkat produktivitas penanaman biji jarak di Indonesia kira-kira 2 ton/ha untuk sekali musim panen, dengan masa tanam selama
6 bulan dan penanaman biasanya dilakukan selama musim kemarau. Produktivitas ini dapat ditingkatkan sampai 5 ton/ha dengan cara memilih bibit yang lebih baik dan menggunakan dosis pupuk yang sesuai.

(b) Rendemen ekstraksi minyak jarak kurang lebih 42% dan minyak hasil ekstraksi dapat dikonversikan menjadi biodiesel melalui proses trans- esterifikasi dengan menggunakan metanol atau etanol, yang dapat dilakukan dengan system proses yang relatif sederhana. Proses konversi tersebut mempunyai rendemen kurang lebih 98% dan menghasilkan produk samping yang bernilai tinggi, seperti gliserol.

(c) Dengan asumsi produktivitas biji jarak 5 ton/ha dan rendemen proses seperti diatas, maka biaya produksi untuk biodiesel per liter diperkirakan
Rp 1.224,-. Perhitungan didasarkan pada nilai investasi pabrik dengan kapasitas 3000 ton biodiesel per tahun yang diperkirakan senilai
Rp 3.271.520.000,-. Hal ini menunjukkan bahwa biaya produksi biodiesel masih kompetitif dengan biaya produksi minyak solar, terutama apabila subsidi dihapuskan.

(d) Berbagai dampak menguntungkan dapat diperoleh dengan masuknya biodiesel sebagai komponen bahan bakar di Indonesia:
(i) pengurangan kebutuhan impor bahan bakar minyak secara nyata akan dapat dicapai. Misalnya dengan tingkat impor minyak solar saat ini sejumlah 5.770 juta liter per tahun, maka pengeluaran biaya impor yang dapat dihemat, diperkirakan senilai USD 1.154 juta.
(ii) berpotensi memberikan pendapatan kepada masyarakat di pedesaan sebesar Rp 376,- untuk tiap liter biodiesel yang dihasilkan, dan berpeluang menyerap tenaga kerja sebanyak 277 orang untuk perkebunan dan mengoperasikan pabrik biodiesel dengan kapasitas 3000 ton/tahun
(iii) penanaman jarak pagar untuk menghasilkan biodiesel mampu memperbaiki areal lahan kritis seluas 2.800.000 ha menjadi lahan yang produktif
(iv) berpotensi mengurangi emisi karbon sebanyak 2.636 gram CO2 equivalent untuk setiap pembakaran 1 liter biodiesel, dengan demikian secara global berpotensi untuk mengurangi emisi gas-gas rumah kaca

Merpertimbangkan banyaknya potensi dampak yang menguntungkan dengan masuknya biodiesel sebagai bahan bakar cair di Indonesia, dapatlah direkomendasikan penelitian lanjutan yang meliputi kajian khusus untuk meningkatkan produktivitas penanaman, aspek teknis penggunaan biodiesel pada mesin diesel kendaraan dan standar mutu yang dibutuhkannya, potensi pasar untuk ekspor biodiesel, dan implikasinya terhadap perekonomian masyarakat dari penanaman jarak pagar secara menyeluruh.

Beri Komentar ?#(5) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...