Path: Top > Member > yatir@lib.itb.ac.id

EVALUASI DAN ALTERNATIF KEBIJAKAN
PENGADAAN AIR MINUM UNTUK KEBUTUHAN MASYARAKAT
DI DKI-JAKARTA

Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-07-19 11:33:19
Oleh : K.A. Rochim Agam, S2 - Development Studies
Dibuat : 2000-11-00, dengan 1 file

Keyword : Pengadaan air minum, kebutuhan masyarakat
Subjek : Lingkungan dan Pemukiman
Nomor Panggil (DDC) : T 363.61 AGA
Sumber pengambilan dokumen : Tesis (Magister Lingkungan dan Pemukiman-Studi Pembangunan) (20051953)

Abstrak:


Pertumbuhan penduduk yang tinggi (untuk DKI-Jakarta ini sebesar 2,4%/tahunnya) telah mendorong tumbuhnya dan meningkatnya berbagai kebutuhan. Diantaranya adalah meningkatnya kebutuhan akan air minum dan meningkatnya produksi sampah, baik sampah padat maupun limbah. PEMDA/PDAM dalam usahanya untuk melayani kebutuhan air bersih bagi seluruh masyarakat, baru mencakup 46% dari populasi. Selebihnya mendapatkannya dari air tanah dan air sungai. Karena besarnya penggunaan air tanah tersebut, maka telah mengakibatkan terjadinya intrusi air laut.


Meningkatnya produksi sampah dan limbah serta ditambah dengan meningkatnya intrusi air laut, telah mengakibatkan meningkatnya pencemaran yang terjadi pada badan air, sehingga mengkibatkan munculnya masalah kesehatan didalam masyarakat karena mengkonsumsi air tersebut. Pencemaran yang terjadi juga telah mengakibatkan meningkatnya biaya operasional dari PDAM, karena naiknya biaya pemurnian air baku serta meningkatnya biaya pemeliharaan sarana-sarana produksi dan distribusi. Kondisi seperti ini berkecendrungan untuk semakin memperkecil kemampuan PDAM dalam mengembangkan pelayanan air bersih untuk masyarakat. Sedangkan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih yang sehat bertambah besar dan mendesak.


Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu kiranya dicarikan seperangkat kebijakan yang dapat mempercepat pemerataan dalam mengkonsumsi air yang sehat untuk seluruh masyarakat, dengan tarif air yang terjangkau, sesuai dengan kondisi dari masyarakat pemakainya, dan PDAM sendiri dapat meningkatkan pendapatan dari menjual produknya serta dapat menekan biaya operationalnya. Sehingga PDAM akan lebih mampu dalam meningkatkan cakupan pelayanan air bersihnya. Agar maksud tersebut diatas dapat dicapai, perlu dilakukan tindakan-tindakan yang dapat menekan pencemaran yang terjadi pada badan air.


Pencarian kebijakan-kebijakan tersebut, adalah juga merupakan tujuan dari pembahasan ini. Untuk mencari kumpulan kebijakan yang dimaksud, telah dipakai metoda rasional. Sedangkan untuk mendapatkan alternatif kebijakan yang terbaik, dilakukan evaluasi dengan kriteria pembanding yang diambil dari sasaran tujuan diatas.


Namun dalam menekan tingkat pencemaran yang terjadi pada badan, disamping dilakukan oleh para produsen, juga diperlukan optimalisasi dari kinerja institusi PEMDA yang bertanggung jawab terhadap masalah sampah dan limbah. Tanpa usaha tersebut, maka implementasi dari kebijakan yang dimaksud, akan terasa kurang bermanfaat.

Deskripsi Alternatif :

Abstract:


Higher population growth (for the City of Jakarta; 2.4% per year) has resulted in higher growth of needs such as drinking water and higher garbage production, either solid or liquid. PEMDA ("Local Government") or PDAM ("Municipal Waterworks") in their efforts to serve fresh water for the urban community contributes only 46% of the population. The remaining gets ground or river water. And the more use of ground water has led to sea-water intrusion.


The increased garbage and waste production plus higher sea-water intrusion have resulted in pollution in water-bed that it causes public health problems subject to consumption of that contaminated-water. The pollution has also increased operating cost of the PDAM because of higher purification cost of standard water and higher maintenance costs of production and distribution facilities. This condition tends to minimize PDAM's capacity to improve fresh-water services to the public community. While social demand for fresh and sanitary water becomes more and more higher and urgent.


To solve that case, one must find out some set of policies that may accelerate distribution of sanitary water consumption for the whole public community at reasonable water rate according to the user's condition and PDAM itself can increase its income by selling products and reducing operating cost that PDAM shall become more capable to improve coverage of fresh water services. To achieve that goal, one must take measures to decrease pollution in water-bed.


Policy findings serve also the objectives of this discussion. To gather the policies, one uses rational methods while for the best alternative of policies, one carries out evaluation and comparative criteria drawn from the objectives mentioned above.


However, to minimize rate of pollution which occurs in water-bed, in addition to what producers have done, one also requires the optimum performance of the PEMDA Institution which is in charge of the garbage and water problems. Without them, the implementation of policies shall be useless.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing I:
    Widjajono Partowidagdo, DR., Ir.

    PembimbingII:
    Son Diamar, Ir., Ph.D.

    Scan:
    Yati Rohmah
    (2006-07-19)

    , Editor: yatir@#publisher#

File PDF...