Path: TopS2-ThesesRegional and City Planning2000

Analisis kesesuaian lahan sebagai masukan pengembangan wilayah Kecamatan Lembang.

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-04-09 19:21:24
Oleh : Jossi Erwindy, S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2000-09-00, dengan 1 file

Keyword : convertion;deviation;land suitability; subdistrict development; baseon land suitability; slope stability; rainfall; soil; soil texture.

Kecamatan Lembang termasuk ke dalam wilayah Bandung Utara yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pengembangan wilayahnya karena merupakan daerah resapan air bagi wilayah Bandung. Potensi wilayah, berupa panorama alam yang indah dan kedudukannya yang strategis karena sebagian wilayahnya dilaui koridor Jakarta-Bandung, membawa konsekuensi bagi perkembangan wilayahnya, yaitu meningkatnya perkembangan penduduk dan tingginya permintaan terhadap lahan terbangunyang dapat menyebabkan terjadinya konversi dan penyimpangan penggunaan lahan terhadap kesesuaian lahan. Hal ini dapat mengancam fungsi Kecamatan Lembang sebagai daerah resapan air. Studi ini bertujuan untuk memberikan arahan pengembangan wilayah Kecamatan Lembang berdsarakan kesesuaian lahan agar wilayah ini masih dapat mengakomodasikan berbagai kegiatan pembangunan dengan mempertimbangkan fungsinya sebagai daerah resapan air tetap optimal.Upaya menganalisis kesesuaian lahan digunakan metoda analisis kualitatif yaitu membandingkan antara keadan di lapangan dengan standar atau kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria yang digunakan dalam analisis kesesuaian lahan adalah kemiringan lereng, ketinggian, curah hujan, jenis tanah, kedalaman efektif tanah, dan tekstur tanah. Berdasarkan hasil studi, lahan di Kecamatan Lembang sesuai untuk kawasan lindung seluas 3083,02 hektar (29,03%) dan kawasan budidaya seluas 7536,99 hektar (77,97%). Untuk kawasan kesesuaian lahan gabungan budidaya, terdapat 4 (empat) kombinasi kawasan kesesuaian lahan, yaitu perkebunanan dan kebun campuran, kebun campuran; sawah dan kebun campuran; serta pemukiman, peternakan, Dan kebun campuran. Kombinasi ini secara umum merupakan kesesuaian lahan untuk berbagai kegiatan dalam suatu kawasan. Dari hasil analisis kesesuaian lahan gabungan dengan penggunaan lahan saat ini, perbandingan antara lahan yang sesuai dengan tidak sesuai adalah 98,21%; 1,79%. Keadaan ini menggambarkan bahwa penggunaan lahan saat ini sebagaian besar telah sesuai dengan kesesuaian lahannya. Penyimpangan ( penggunaan lahan yang tidak sesuai) terhadap kesesuaian lahan di wilayah studi, terdiri dari penyimpangan pada kawasan lindung yang didominasi oleh kebun campuran dan penyimpangan pada kawasan budidaya yang didominasioleh permukiman. Untuk menja kelestarian wilayah Lembang yang berfungsi sebagai resapan air, maka arahan tindakan pengembangan Kecamatan Lembang didasrakan pada hasil analisis kesesuaian lahan, terdiri dari arah lingkungan fisik dan kelembagaan.

Deskripsi Alternatif :

Kecamatan Lembang termasuk ke dalam wilayah Bandung Utara yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pengembangan wilayahnya karena merupakan daerah resapan air bagi wilayah Bandung. Potensi wilayah, berupa panorama alam yang indah dan kedudukannya yang strategis karena sebagian wilayahnya dilaui koridor Jakarta-Bandung, membawa konsekuensi bagi perkembangan wilayahnya, yaitu meningkatnya perkembangan penduduk dan tingginya permintaan terhadap lahan terbangunyang dapat menyebabkan terjadinya konversi dan penyimpangan penggunaan lahan terhadap kesesuaian lahan. Hal ini dapat mengancam fungsi Kecamatan Lembang sebagai daerah resapan air. Studi ini bertujuan untuk memberikan arahan pengembangan wilayah Kecamatan Lembang berdsarakan kesesuaian lahan agar wilayah ini masih dapat mengakomodasikan berbagai kegiatan pembangunan dengan mempertimbangkan fungsinya sebagai daerah resapan air tetap optimal.Upaya menganalisis kesesuaian lahan digunakan metoda analisis kualitatif yaitu membandingkan antara keadan di lapangan dengan standar atau kriteria yang telah ditetapkan. Kriteria yang digunakan dalam analisis kesesuaian lahan adalah kemiringan lereng, ketinggian, curah hujan, jenis tanah, kedalaman efektif tanah, dan tekstur tanah. Berdasarkan hasil studi, lahan di Kecamatan Lembang sesuai untuk kawasan lindung seluas 3083,02 hektar (29,03%) dan kawasan budidaya seluas 7536,99 hektar (77,97%). Untuk kawasan kesesuaian lahan gabungan budidaya, terdapat 4 (empat) kombinasi kawasan kesesuaian lahan, yaitu perkebunanan dan kebun campuran, kebun campuran; sawah dan kebun campuran; serta pemukiman, peternakan, Dan kebun campuran. Kombinasi ini secara umum merupakan kesesuaian lahan untuk berbagai kegiatan dalam suatu kawasan. Dari hasil analisis kesesuaian lahan gabungan dengan penggunaan lahan saat ini, perbandingan antara lahan yang sesuai dengan tidak sesuai adalah 98,21%; 1,79%. Keadaan ini menggambarkan bahwa penggunaan lahan saat ini sebagaian besar telah sesuai dengan kesesuaian lahannya. Penyimpangan ( penggunaan lahan yang tidak sesuai) terhadap kesesuaian lahan di wilayah studi, terdiri dari penyimpangan pada kawasan lindung yang didominasi oleh kebun campuran dan penyimpangan pada kawasan budidaya yang didominasioleh permukiman. Untuk menja kelestarian wilayah Lembang yang berfungsi sebagai resapan air, maka arahan tindakan pengembangan Kecamatan Lembang didasrakan pada hasil analisis kesesuaian lahan, terdiri dari arah lingkungan fisik dan kelembagaan.


Beri Komentar ?#(2) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Regional and City Planning
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...