Path: TopS2-ThesesCivil Engineering-FTSL2000

Studi eksperimentasi laboratorium kekuatan tarik pondasi tiang alas lebar pada tanah buatan campuran pasir dan kaolin.

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:26
Oleh : Geni Firuliadhim, S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2000-00-00, dengan 1 file

Keyword : Soil mechanics; Cemented soils

Kekuatan tarik pondasi tiang alas lebar sangat dipengaruhi oleh 3 faktor : gaya grafitasi, kuat tarik/geser tanah dan kuat hisap (suction). Suction cenderung bekerja ketika pondasi ditarik pada tanah yang lembab dan atau pondasi yang dalam.
Tanah buatan campuran pasir dan kaolin yang dipadatkan dengan cara ditekan (statis) menghasilkan tanah yang cemented. Kandungan kohesi c dan sudut geser dalam (f) yang dimilikinya akan mempengaruhi bentuk keruntuhan tanah pondasi. Untuk tanah yang memiliki c besar dan f yang kecil bentuk dinding runtuh cenderung linier dan sebaliknya bentuk dinding runtuh cenderung lengkung (parabolik) ke arah permukaan tanah. Bentuk alas pondasi sedikit mempengaruhi bentuk keruntuhan di permukaan tanah. Makin dalam alasnya, bentuk runtuh di permukaan tanah makin tidak dipengaruhi bentuk alas pondasi. Umumnya bentuk runtuh permukaan adalah melingkar/lingkaran.
Suction pada tanah pondasi dapat dimodelkan dengan piston dalam bejana prismatis yang menghisap zat cair dalam pipa S. Kontribusi gaya hisap rata-rata terhadap kapasitas tarik sistem pondasi dalam adalah 5%.
Untuk rasio kedalaman-lebar alas D/B < 5 nampak dengan jelas bahwa alas pondasi berbentuk bujur sangkar permukaan atas konus mempunyai kapasitas tarik terbesar dibandingkan dengan bentuk yang lain, dengan perbedaan 15-20%. Peningkatan rasio D/B satu satuan akan meningkatkan kapasitas tarik pondasi 20-30%. Pondasi tarik akan runtuh rata-rata pada rasio displacement-kedalaman pondasi sekitar 3%.
Untuk keperluan disain maka asumsi keruntuhan tarik merupakan pilihan terbaik. Kontribusi berat konus tanah terhadap kapasitas tarik sistem pondasi dalam skala lapangan mencapai 60%. Makin dalam pondasi maka makin besar radius runtuh di permukaan. Radius runtuh ditemukan hingga 6 kali diameter alas pondasi untuk D/B < 5 dan hingga 9 kali diameter alas pondasi untuk 5 < D/B < 8, dimana D=kedalaman dan B=lebar alas pondasi.

Deskripsi Alternatif :

Kekuatan tarik pondasi tiang alas lebar sangat dipengaruhi oleh 3 faktor : gaya grafitasi, kuat tarik/geser tanah dan kuat hisap (suction). Suction cenderung bekerja ketika pondasi ditarik pada tanah yang lembab dan atau pondasi yang dalam.
Tanah buatan campuran pasir dan kaolin yang dipadatkan dengan cara ditekan (statis) menghasilkan tanah yang cemented. Kandungan kohesi c dan sudut geser dalam (f) yang dimilikinya akan mempengaruhi bentuk keruntuhan tanah pondasi. Untuk tanah yang memiliki c besar dan f yang kecil bentuk dinding runtuh cenderung linier dan sebaliknya bentuk dinding runtuh cenderung lengkung (parabolik) ke arah permukaan tanah. Bentuk alas pondasi sedikit mempengaruhi bentuk keruntuhan di permukaan tanah. Makin dalam alasnya, bentuk runtuh di permukaan tanah makin tidak dipengaruhi bentuk alas pondasi. Umumnya bentuk runtuh permukaan adalah melingkar/lingkaran.
Suction pada tanah pondasi dapat dimodelkan dengan piston dalam bejana prismatis yang menghisap zat cair dalam pipa S. Kontribusi gaya hisap rata-rata terhadap kapasitas tarik sistem pondasi dalam adalah 5%.
Untuk rasio kedalaman-lebar alas D/B < 5 nampak dengan jelas bahwa alas pondasi berbentuk bujur sangkar permukaan atas konus mempunyai kapasitas tarik terbesar dibandingkan dengan bentuk yang lain, dengan perbedaan 15-20%. Peningkatan rasio D/B satu satuan akan meningkatkan kapasitas tarik pondasi 20-30%. Pondasi tarik akan runtuh rata-rata pada rasio displacement-kedalaman pondasi sekitar 3%.
Untuk keperluan disain maka asumsi keruntuhan tarik merupakan pilihan terbaik. Kontribusi berat konus tanah terhadap kapasitas tarik sistem pondasi dalam skala lapangan mencapai 60%. Makin dalam pondasi maka makin besar radius runtuh di permukaan. Radius runtuh ditemukan hingga 6 kali diameter alas pondasi untuk D/B < 5 dan hingga 9 kali diameter alas pondasi untuk 5 < D/B < 8, dimana D=kedalaman dan B=lebar alas pondasi.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: