Path: TopS2-ThesesCivil Engineering-FTSL2000

OPTIMASI PRODUKTIVITAS SUMUR DI CEKUNGAN BANDUNG TIMUR

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:27
Oleh : Bhudi Setiawan, S2 - Civil Engineering
Dibuat : 2000-02-00, dengan 1 file

Keyword : groundwater, aquifer, well

Perkembangan industri di cekungan Bandung Timur berkembang cukup pesat, dengan jenis industri terbanyak adalah tekstil dan pakaian jadi. Jervis industri tersebut banyak menggunakan air dalam proses kegiatannya. Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, industri menggunakan airtanah. Penyebaran industri ini terkonsentrasi di tiga kawasan industri yaitu Rancaekek, Majalaya dan Cikancung. Meskipun ada curah hujan yang cukup besar sebagai cumber imbuhan utama (recharge) airtanah, namun tidak semua air hujan meresap ke dalam tanah dan mengisi kembali lapisan pembawa air ( akuifer) dalam. Berdasarkan perhitungan aliran alami airtanah, yang diperhitungkan sebagai imbuhan terhadap airtanah dalam diketahui besarnya imbuhan tersebut adalah 15,8 juta m3/tahun. Eksploitasi airtanah yang dilakukan oleh industri meningkat dan 3,88 m3/tahun pads tahun 1992 meningkat menjadi 114,9 juta m3 /tahun pads tahun 1998 telah menjadikan cadangan airtanah di cekungan Bandung Timur menjadi kritis. Hal ini perlu ditangani secara serius, sebab perkembangan industri di kawasan ini masih terus meningkat. Dampak negatif dari pengambilan airtanah adalah semakin menurunnya piezometric head di cekungan Bandung Timur. Berda_s1rkan hasil kompilasi dan pemodelan airtanah di kawasan ini, tercatat penurunan terbesar terjadi di sumur pantau Kahatex sebesar 28,12 meter bmt. Akibat penurunan ini terbentuknya kerucut depresi di kawasan industri Rancaekek, yang jika tidak ada upaya untuk pengurangan debit pengambilan akan semakin meluasDebit optimum pengambilan airtanah di kawasan industri Rancaekek adalah tidak melebihi 100 m3/hari per sumur untuk mencegah terjadi penurunan yang lebih besar. Untuk kawasan industri Majalaya sedah merupakan kawasan yang dilarang pembuatan sumur barn untuk keperluan industri. Kawasan industri Cikancung masih memungkinkan, tetapi dengan melakukan pembatasan pengambilan airtanah.

Deskripsi Alternatif :

Perkembangan industri di cekungan Bandung Timur berkembang cukup pesat, dengan jenis industri terbanyak adalah tekstil dan pakaian jadi. Jervis industri tersebut banyak menggunakan air dalam proses kegiatannya. Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, industri menggunakan airtanah. Penyebaran industri ini terkonsentrasi di tiga kawasan industri yaitu Rancaekek, Majalaya dan Cikancung. Meskipun ada curah hujan yang cukup besar sebagai cumber imbuhan utama (recharge) airtanah, namun tidak semua air hujan meresap ke dalam tanah dan mengisi kembali lapisan pembawa air ( akuifer) dalam. Berdasarkan perhitungan aliran alami airtanah, yang diperhitungkan sebagai imbuhan terhadap airtanah dalam diketahui besarnya imbuhan tersebut adalah 15,8 juta m3/tahun. Eksploitasi airtanah yang dilakukan oleh industri meningkat dan 3,88 m3/tahun pads tahun 1992 meningkat menjadi 114,9 juta m3 /tahun pads tahun 1998 telah menjadikan cadangan airtanah di cekungan Bandung Timur menjadi kritis. Hal ini perlu ditangani secara serius, sebab perkembangan industri di kawasan ini masih terus meningkat. Dampak negatif dari pengambilan airtanah adalah semakin menurunnya piezometric head di cekungan Bandung Timur. Berda_s1rkan hasil kompilasi dan pemodelan airtanah di kawasan ini, tercatat penurunan terbesar terjadi di sumur pantau Kahatex sebesar 28,12 meter bmt. Akibat penurunan ini terbentuknya kerucut depresi di kawasan industri Rancaekek, yang jika tidak ada upaya untuk pengurangan debit pengambilan akan semakin meluasDebit optimum pengambilan airtanah di kawasan industri Rancaekek adalah tidak melebihi 100 m3/hari per sumur untuk mencegah terjadi penurunan yang lebih besar. Untuk kawasan industri Majalaya sedah merupakan kawasan yang dilarang pembuatan sumur barn untuk keperluan industri. Kawasan industri Cikancung masih memungkinkan, tetapi dengan melakukan pembatasan pengambilan airtanah.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Sri Legowo; Scan: Caca Mulyana

    , Editor:

File PDF...