Path: TopS2-ThesesDevelopment Studies1999

Kajian Dinamika Pengelolaan Sumberdaya Pesisir :
Pendekatan System Dynamics

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-03-21 19:02:45
Oleh : Ridwan Mulyana, S2 - Development Studies
Dibuat : 1999, dengan 1 file

Keyword : Sumberdaya pesisir dan lautan menjadi alternatif untuk pembangunan masa depan di Indonesia

Sumberdaya pesisir dan lautan menjadi alternatif untuk pembangunan masa depan di Indonesia karena memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Sangat disayangkan bahwa di beberapa daerah pesisir (termasuk di Kepulauan Seribu, Jakarta) telah terjadi pola pemanfaatan sumberdaya pesisir (terutama ikan dan hutan bakau) yang cenderung menguras sehingga dapat mengancam kelestarian dan keanekaragaman hayati (biodiversity) sumberdaya pesisir serta keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir yang sangat bergantung kepada potensi sumberdaya pesisir. Bila keadaan tersebut dibiarkan lebih lanjut, persoalan kerusakan lingkungan pesisir dan kemiskinan nelayan menjadi tidak terhindarkan.
Pembangunan wilayah pesisir harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan keberlanjutan sumberdaya dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir. Pemodelan sistem pengelolaan sumberdaya pesisir, yang mencakup elemen-elemen (variabel) dan hubungan antar elemen, sangat diperlukan untuk menganalisis kecenderungan dan sensitivitas sistem sehingga dapat digunakan untuk melacak kebijakan pembangunan wilayah pesisir yang dapat dikembangkan untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai.
Hasil simulasi pada skenario dasar menunjukkan kecenderungan pengurangan stok sumberdaya ikan dan hutan bakau di masa datang, upaya penangkapan ikan terus meningkat sehingga produktivitas penangkapan menjadi turun, sementara itu populasi penduduk terus mengalami peningkatan yang menyebabkan turunnya pendapatan per rumah tangga pertanian.
Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa perubahan dalam bioekonomi perikanan laut hasilnya sangat sensitif terhadap variabel-variabel penting model. Kebijakan pengelolaan sumberdaya pesisir yang relatif paling baik dicapai melalui skenario kebijakan keberlanjutan yang merupakan intisari skenario sumberdaya pesisir, misalnya dengan penerapan sanksi penangkapan ikan yang melebihi batas tangkap; pelarangan eksploitasi hutan bakau dan konversi lahan bakau; skenario bisnis non-pertanian; dan pengendalian populasi. Melalui kebijakan skenario keberlanjutan maka stok sumberdaya ikan dan hutan bakau dapat dipertahankan lebih baik, pertumbuhan populasi dapat ditekan sehingga pendapatan per rumah tangga pertanian tetap naik.

Deskripsi Alternatif :

Sumberdaya pesisir dan lautan menjadi alternatif untuk pembangunan masa depan di Indonesia karena memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Sangat disayangkan bahwa di beberapa daerah pesisir (termasuk di Kepulauan Seribu, Jakarta) telah terjadi pola pemanfaatan sumberdaya pesisir (terutama ikan dan hutan bakau) yang cenderung menguras sehingga dapat mengancam kelestarian dan keanekaragaman hayati (biodiversity) sumberdaya pesisir serta keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir yang sangat bergantung kepada potensi sumberdaya pesisir. Bila keadaan tersebut dibiarkan lebih lanjut, persoalan kerusakan lingkungan pesisir dan kemiskinan nelayan menjadi tidak terhindarkan.
Pembangunan wilayah pesisir harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan keberlanjutan sumberdaya dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir. Pemodelan sistem pengelolaan sumberdaya pesisir, yang mencakup elemen-elemen (variabel) dan hubungan antar elemen, sangat diperlukan untuk menganalisis kecenderungan dan sensitivitas sistem sehingga dapat digunakan untuk melacak kebijakan pembangunan wilayah pesisir yang dapat dikembangkan untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai.
Hasil simulasi pada skenario dasar menunjukkan kecenderungan pengurangan stok sumberdaya ikan dan hutan bakau di masa datang, upaya penangkapan ikan terus meningkat sehingga produktivitas penangkapan menjadi turun, sementara itu populasi penduduk terus mengalami peningkatan yang menyebabkan turunnya pendapatan per rumah tangga pertanian.
Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa perubahan dalam bioekonomi perikanan laut hasilnya sangat sensitif terhadap variabel-variabel penting model. Kebijakan pengelolaan sumberdaya pesisir yang relatif paling baik dicapai melalui skenario kebijakan keberlanjutan yang merupakan intisari skenario sumberdaya pesisir, misalnya dengan penerapan sanksi penangkapan ikan yang melebihi batas tangkap; pelarangan eksploitasi hutan bakau dan konversi lahan bakau; skenario bisnis non-pertanian; dan pengendalian populasi. Melalui kebijakan skenario keberlanjutan maka stok sumberdaya ikan dan hutan bakau dapat dipertahankan lebih baik, pertumbuhan populasi dapat ditekan sehingga pendapatan per rumah tangga pertanian tetap naik.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

Download...