Path: TopMembercaca@unix.lib.itb.ac.id

PERFORMANCE OF ASPHALT CONCRETE USING
SUPERPAVE (SUPERIOR PERFORMING ASPHALT
PAVEMENT) AGGREGATE GRADATIONS

Master Theses from / 2005-03-10 13:51:27
Oleh : Faisal, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 1999-09-13, dengan 1 file

Keyword : ASPHALT CONCRETE USING SUPERPAVE
Nomor Panggil (DDC) : T 625.85 FAI

The Strategic Highway Research Program (SHRP) di USA telah membuat spesifikasi baru untuk gradasi campuran aspal yang disebut Superpave. Lima jenis gradasi aggregate dikatagorikan dalam ukuran nominal maksimum. Ciri-ciri utama dari gradasi ini adalah sebuah daerah terbatas (restricted zone) yang harus dihindari. Tesis ini menguraikan hasil penyelidikan laboratorium dari campuran lapis pengikat aspal beton yang terdiri dari lima gradasi agregat, dan memenuhi batas spesifikasi gradasi agregat Superpave untuk ukuran nominal maksimal 19 mm; satu gradasi melalui daerah terbatas dan satu menggunakan gradasi Bina Marga Jenis V yang melalui bagian tengah. Analisa Marshall menunjukkan bahwa kadar aspal optimum terendah adalah gradasi Bina Marga (5.5%) dan tertinggi adalah batas bawah (kasar) gradasi Superpave (5.9%). Semua campuran memenuhi kriteria desain campuran The Asphalt Institute dan tidak ada petunjuk yang berarti bahwa campuran yang dibuat dengan gradasi melalui daerah terbatas mempunyai sifat lebih rendah dengan campuran lainnya. Semua campuran memenuhi kriteria Bina Marga tentang ketahanan terhadap pengaruh air. Campuran disiapkan pada kadar aspal optimum untuk pengujian indirect tensile strength (static load), ketahanan terhadap deformasi permanen dengan uji wheel tracking dan indeks kemudahan pekerjaan menggunakan uji Gyropac. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja campuran gradasi Bina Marga adalah lebih baik dan kinerja gradasi batas bawah Superpave lebih rendah, sedangkan dari data yang didapatkan untuk kinerja tiga gradasi Superpave lainnya cenderung terletak antara kedua kinerja gradasi di atas. Sekali lagi, tidak ada petunjuk yang dapat memperlihatkan bahwa campuran yang dibuat dengan menggunakan gradasi agregat Superpave yang melalui daerah terbatas mempunyai kinerja tidak memuaskan. Dalam penelitian ini, benda uji disiapkan dan dianalisa sesuai dengan prosedure Marshall. Untuk itu diharapkan penelitian yang akan datang, penyiapan benda uji menggunakan prosedure dan pemadatan dengan alat gyropac sesuai spesifikasi Superpave .

Deskripsi Alternatif :

The Strategic Highway Research Program (SHRP) in the USA has developed a new specification for asphalt mix gradation that is called Superpave. Five aggregate gradings, classified in terms of nominal maximum aggregate particle size, are specified. A major feature of the gradation is a restricted zone from which the gradation is excluded. This thesis describes a laboratory investigation of asphalt concrete binder course mix containing five different aggregate gradings, all within the envelope specified by Superpave for a 19 mm nominal maximum size aggregate; one grading passed through the restricted zone. In addition mix prepared to the median of the Bina Marga (BM) envelope specified for the material (Grading Type V) was investigated. Marshall analysis showed that the optimum bitumen content was lowest for the BM gradation (5.5%) and highest for the mix prepared at the lower (coarser) limit of the Superpave gradation (5.9%). Mixes at all gradations satisfied The Asphalt Institute mix design criteria and there was no evidence to suggest that the mix made to the gradation that passed through the restricted zone was significantly inferior to other mixes. All of the mixes satisfied the BM criterion for resistance to water damage. Mixes prepared at optimum bitumen content were tested for indirect tensile strength (static load), resistance to permanent deformation in the wheel tracking test and workability index using the gyropac test. The best performance in these tests was recorded for the mix prepared to the BM gradation while the mix prepared at the lower limit of the Superpave gradation showed the worst performance; data determined for mixes prepared at the other three Superpave gradations tended to cluster midway between these extremes. Again there was no evidence to suggest that unsatisfactory performance could be expected from mix prepared to the gradation that passed through the restricted zone. In the investigation, specimens were prepared and analysed according to the Marshall procedure. The Superpave specification is based on samples prepared by gyratory compaction and this procedure should be followed in future investigations .

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1: Bambang I Siswosoaebrotho pembimbing 2: James McElvaney Pembimbing 3:Trisno Soegondo, Editor: caca@

File PDF...