Path: TopS2-ThesesRegional and City Planning1999

PROFIL RESILIENSI EKONOMI WILAYAH: Studi Kasus pada Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Cimahi Selatan di Kabupaten Bandung

Master Theses from JBPTITBPP / 2007-04-09 19:21:23
Oleh : Agung Eko Pitono, S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 1999-10-00, dengan 1 file

Keyword : Regional economic resilience; South Cimahi; Katapang; Regency of Bandung

Studi kasus pada Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Cimahi Selatan di Kabupaten Bandung. Pada pertengahan tahun 1997 terjadilah krisis yang dipicu dari devaluasi mata uang Thailand, dan kemudian secara cepat menyebar ke beberapa negara di Asia Timur dan Tenggara. Gejolak krisis tersebut telah menyebar kedalam skala yang luas. Guna mengetahui bagaimana suatu wilayah itu dapat bertahan atau berhasil dalam menghadapi tekanan ekonomi yang menimpa wilayahnya maka diperlukan pemahaman tentang resiliensi ekonomi wilayah dan pemanfaatannya dalam rangka pengembangan wilayah. Langkah penelitian yang ditempuh guna mencapai tujuan tersebut adalah sebagai berikut : tahap pertama dari studi ini adalah mengkaji konsep resiliensi ekonomi wilayah. Resiliensi bisa diteliti dari kesatuan dari tiga fenomena. Pertamma, adanya tekanan ekonomi yang menimpa wilayah. Kedua, adanya kekuatan pentulihan akibat depresi atau tekanan ekonomi. Ketiga, terjadinya perubahan struktur. Ketiga hal tersebut berkaitan dengan efek kondisi internal maupun eksternal wilayah. Untuk mendukung ketiga konsep resiliensi ekonomi wilayah maka ditetapkan variabel-variabel agar resiliensi dapat diukur secara empiris. Tahap kedua, penentuan wilayah studi yang sesuai dengan tujuan studi. Penentuan wilayah studi ditentukan dari perbedaan tingkat diversifikasi struktur lapangan usaha utama rumah tangganya. Akhirnya studi ini akan menetapkan kesimpulan tingkat resiliensi ekonomi wilayah dengan mempertimbangkan tingkat depresi yang dialami suatu wilayah, kekuatan atau kemampuan pemulihan kondisi ekonomi akibat adanya depresi ekonomi dan perubahan struktur yang terjadi pada wilayah tersebut. Hasil studi ini memperoleh gambaran bahwa impuls siklus terbagi dua tipe. Tipe pertama fluktuasi permintaan pada wilayah yang lebih luas menghasilkan tekanan siklus ditingkat nasional. Tipe kedua dari dua tipe impuls adalah impuls yang dihasilkan dan semata-mata tekanan wilayah dan selanjutnya ditransmisikan ke seluruh sistem wilayah melalui keterkaitan antar wilayah. Dampak tekanan ekonomi yang terjadi di samping dipengaruhi oleh impuls dari luar wilayah juga diperberat oleh pengaruh kuatnya tekanan dari dalam wilayah itu sendiri. Tekanan dari dalam wilayah Kecamatan Cimahi Selatan lebih berat dibanding Kecamatan Ketapang. Tekanan berat yang berasal dari dalam wilayah Kecamatan Cimahi Selatan dibanding Kecamatan Ketapang juga didukung kenyataan buruknya kinerja perusahaan di Kecamatan Cimahi Selatan dibanding Kecamatan Ketapang. Studi ini juga menunjukkan bahwa tingkat pemulihan signifikan pada variabel migrasi ke luar wilayah sedangkan pada variabel perpindahan lokasi dan variabel rumah tangga yang memperoleh kembali pekerjaan sesudah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Kecamatan Ketapang dan Cimahi Selatan. Tidak terdapatnya perbedaan dipengaruhi adanya kenyataan bahwa momentum pertumbuhan menurun secara menyeluruh sehingga terjadi kemunduran absolut. Terkait dengan kemampuan pemulihan, kinerja variabel tingkat migrasi keluar wilayah di Kecamatan Ketapang lebih baik dibanding Kecamatan Cimahi Selatan. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan peluang ketersediaan pekerjaan di sektor formal di Kecamatan Ketapang lebih besar dibanding di Kecamatan Cimahi Selatan. Studi ini juga mempunyai keterbatasan dalam hal karakteristik wilayah pada skala yang lebih luas mempunyai karaktertik tingkat diversifikasi yang lebih beragam. Keterbatasan lainnya ialah pada skala waktu yang terbatas perubahan struktur wilayah belum menggambarkan perubahan struktur wilayah secara permanen. Keterbatasan peneliti juga mempengaruhi ketelitian estimasi statistik yang dilakukan mengingat jumlah dalam penelitian relatif kecil. Studi ini memberikan manfaat bagi pengembangan wilayah terutama dalam rangka menciptakan kesehatan ekonomi wilayah maka kita perlu mengetahui sejauh mana posisi relatif suatu wilayah terhadap wilayah lainnya. Pemahaman ini perlu diketahui agar momentum keutuhan ekonomi di wilayah lainnya tidak membawa akibat yang dalam bagi perekonomian wilayah. Manfaat lain yang dapat dipetik dari studi ini bagi pengembangan wilayah berkaitan dengan perlunya kita mempertimbangkan perimbangan antar sektor dalam wilayah agar tidak terjadi dominasi sektor atau lapangan usaha yang mencolok. Manfaat lain yang dapat dipetik dari hasil studi ini adalah dalam menetapkan tujuan pengembangan wilayah maka perencana perlu mengetahui pola yang terjadi di suatu wilayah akibat adanya kondisi dinamis dalam dinamika pertumbuhan wilayah.

Deskripsi Alternatif :

Studi kasus pada Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Cimahi Selatan di Kabupaten Bandung. Pada pertengahan tahun 1997 terjadilah krisis yang dipicu dari devaluasi mata uang Thailand, dan kemudian secara cepat menyebar ke beberapa negara di Asia Timur dan Tenggara. Gejolak krisis tersebut telah menyebar kedalam skala yang luas. Guna mengetahui bagaimana suatu wilayah itu dapat bertahan atau berhasil dalam menghadapi tekanan ekonomi yang menimpa wilayahnya maka diperlukan pemahaman tentang resiliensi ekonomi wilayah dan pemanfaatannya dalam rangka pengembangan wilayah. Langkah penelitian yang ditempuh guna mencapai tujuan tersebut adalah sebagai berikut : tahap pertama dari studi ini adalah mengkaji konsep resiliensi ekonomi wilayah. Resiliensi bisa diteliti dari kesatuan dari tiga fenomena. Pertamma, adanya tekanan ekonomi yang menimpa wilayah. Kedua, adanya kekuatan pentulihan akibat depresi atau tekanan ekonomi. Ketiga, terjadinya perubahan struktur. Ketiga hal tersebut berkaitan dengan efek kondisi internal maupun eksternal wilayah. Untuk mendukung ketiga konsep resiliensi ekonomi wilayah maka ditetapkan variabel-variabel agar resiliensi dapat diukur secara empiris. Tahap kedua, penentuan wilayah studi yang sesuai dengan tujuan studi. Penentuan wilayah studi ditentukan dari perbedaan tingkat diversifikasi struktur lapangan usaha utama rumah tangganya. Akhirnya studi ini akan menetapkan kesimpulan tingkat resiliensi ekonomi wilayah dengan mempertimbangkan tingkat depresi yang dialami suatu wilayah, kekuatan atau kemampuan pemulihan kondisi ekonomi akibat adanya depresi ekonomi dan perubahan struktur yang terjadi pada wilayah tersebut. Hasil studi ini memperoleh gambaran bahwa impuls siklus terbagi dua tipe. Tipe pertama fluktuasi permintaan pada wilayah yang lebih luas menghasilkan tekanan siklus ditingkat nasional. Tipe kedua dari dua tipe impuls adalah impuls yang dihasilkan dan semata-mata tekanan wilayah dan selanjutnya ditransmisikan ke seluruh sistem wilayah melalui keterkaitan antar wilayah. Dampak tekanan ekonomi yang terjadi di samping dipengaruhi oleh impuls dari luar wilayah juga diperberat oleh pengaruh kuatnya tekanan dari dalam wilayah itu sendiri. Tekanan dari dalam wilayah Kecamatan Cimahi Selatan lebih berat dibanding Kecamatan Ketapang. Tekanan berat yang berasal dari dalam wilayah Kecamatan Cimahi Selatan dibanding Kecamatan Ketapang juga didukung kenyataan buruknya kinerja perusahaan di Kecamatan Cimahi Selatan dibanding Kecamatan Ketapang. Studi ini juga menunjukkan bahwa tingkat pemulihan signifikan pada variabel migrasi ke luar wilayah sedangkan pada variabel perpindahan lokasi dan variabel rumah tangga yang memperoleh kembali pekerjaan sesudah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Kecamatan Ketapang dan Cimahi Selatan. Tidak terdapatnya perbedaan dipengaruhi adanya kenyataan bahwa momentum pertumbuhan menurun secara menyeluruh sehingga terjadi kemunduran absolut. Terkait dengan kemampuan pemulihan, kinerja variabel tingkat migrasi keluar wilayah di Kecamatan Ketapang lebih baik dibanding Kecamatan Cimahi Selatan. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan peluang ketersediaan pekerjaan di sektor formal di Kecamatan Ketapang lebih besar dibanding di Kecamatan Cimahi Selatan. Studi ini juga mempunyai keterbatasan dalam hal karakteristik wilayah pada skala yang lebih luas mempunyai karaktertik tingkat diversifikasi yang lebih beragam. Keterbatasan lainnya ialah pada skala waktu yang terbatas perubahan struktur wilayah belum menggambarkan perubahan struktur wilayah secara permanen. Keterbatasan peneliti juga mempengaruhi ketelitian estimasi statistik yang dilakukan mengingat jumlah dalam penelitian relatif kecil. Studi ini memberikan manfaat bagi pengembangan wilayah terutama dalam rangka menciptakan kesehatan ekonomi wilayah maka kita perlu mengetahui sejauh mana posisi relatif suatu wilayah terhadap wilayah lainnya. Pemahaman ini perlu diketahui agar momentum keutuhan ekonomi di wilayah lainnya tidak membawa akibat yang dalam bagi perekonomian wilayah. Manfaat lain yang dapat dipetik dari studi ini bagi pengembangan wilayah berkaitan dengan perlunya kita mempertimbangkan perimbangan antar sektor dalam wilayah agar tidak terjadi dominasi sektor atau lapangan usaha yang mencolok. Manfaat lain yang dapat dipetik dari hasil studi ini adalah dalam menetapkan tujuan pengembangan wilayah maka perencana perlu mengetahui pola yang terjadi di suatu wilayah akibat adanya kondisi dinamis dalam dinamika pertumbuhan wilayah.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Widiarto; Scan: Caca Mulyana, Editor:

Download...