Path: Top S3-Dissertations Mathematics and Natural Science 1988

HUBUNGAN KANDUNGAN LEMAK IKAN LEMURU DENGAN BEBERAPA SIFAT BIOLOGINYA

PhD Theses from JBPTITBPP / 2010-08-18 12:39:46
Oleh : R. MOELJANTO
Dibuat : 1988, dengan file

Keyword :
length, height, width, and total weight of the fish, the weight of gonade and the weight of food in the stomach

ABSTRAK DESERTASI:






Ikan lemuru (Sardinella longiceps) adalah jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis penting. Jenis ikan ini merupakan salah satu sumberdaya ikan yang sangat penting karena potensinya cukup besar dan mempunyai prospek pemanfaatan yang baik. Dalam pemanfaatannya, ikan lemuru dapat diolah menjadi ikan lemuru kaleng (= sardencis), ikan pindang (= cue), ikan asin dan limbahnya dapat diolah menjadi tepung ikan. Ikan lemuru juga dapat digunakan sebagai umpan. Ikan lemuru adalah ikan berlemak (fatty fish) karena kandungan lemaknya relatif tinggi pada saat tertentu dan bervariasi dari tahun ke tahun. Hal ini sering menjadi kendala dalam usaha pengolahan ikan lemuru. Pengamatan pendahuluan dan studi pustaka menunjukkan bahwa variasi kandungan lemak ikan lemuru sangat dipengaruhi oleh beberapa sifat biologinya. Dipihak lain, lemak lemuru mengandung cukup banyak asam-asam lemak polienoat penting (EPA = C20:5 ω3) dan DHA = C22: ω3) yang dianggap bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung koroner. Berdasarkan informasi dan pemikiran seperti yang telah diuraikan diatas akan dilihat kemungkinan adanya korelasi antara beberapa sifat biologi ikan lemuru dengan kandungan lemak total dan profil asam lemaknya. Dengan demikian kandungan lemak total dan profil asam lemaknya dapat dipraduga dari sifat-sifat biologi tersebut. Untuk mengetahui apakah perkiraan korelasi itu ada, maka dilakukan pendekatan melalui studi pustaka dan pengambilan contoh ikan lemuru segar langsung di tempat pendaratan ikan di pantai selat Bali.

Kemudian dilakukan pengamatan berat dan besar ikan (panjang,tebal, tinggi dan berat ikan), berat gonada danberat isi lambung, dilakukan analisa kimia kandungan lemak total dan sifat-sifat kimia minyak lemuru serta analisa komposisi asam lemak. Data dan informasi tentang lingkungan seperti kesuburan perairan, suhu dan salinitas perairan selat Bali juga digunakan. Data yang diperoleh lalu dianalisa dengan analisa regresi (regresi linier berganda dan regresi linier). Berdasarkan hasil analisa dapat diambil beberapa kesimpulan. Ada korelasi antara beberapa sifat biologi dengan lemak ikan lemuru, sehingga kandungan lemak totalnya dapat dipraduga dari sifat-sifat biologinya. Korelasi antara beberapa sifat biologi ikanlemuru dengan profil asam lemak adalah terbatas, sehingga komposisi asam lemak tidak dapat dipraduga dari sifat-sifat biologinya. Korelasi antarasifat-sifat biologi dengan kandungan lemak total dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:( ADA RUMUS ) dimana Xi =,panjang ikan; X2 = tinggi; X3 = tebal; X4 = berat ikan; ,5 = berat gonada;X6 = berat isi lambung.Dari data pengambilan'contoh tiap bulan diketahui bahwa kandungan lemak totalbervariasi dari bulan ke bulan (kisaran bervariasi dari 6,31 - 28,14% untuk tahun 1982 dan 6,17 - 26,73% untuk 1983), juga dari tahun ke tahun (rata-rata 16,77% pada tahun 1982 dan 14,10% pada tahun 1983). Adapun sifat-sifat biologi yang merupakan faktor penting dan mempengaruhi kandungan lemak total adalah panjang dan berat ikan, berat gonada dan berat isi lambung. Analisa lebih lanjut (analisa bertahap)menunjukkan bahwa berat gonada merupakan sifat biologi yang paling dominan diantara empat faktor tersebut.

Persamaan regresi menunjukkan bahwa makin besar ikannya dan makin masak gonadanya kandungan lemak total ikan lemuru Makin rendah. Berdasarkan analisa data selanjutnya (analisa parsial) juga dik:etahui bahwa sifatsifat biologi dan kandungan lemak total mempunyai tingkat korelasi sangat terbatas dengan komposisi asam lemak. Lemuru, sebagai ikan berlemak, mengandung lebih dari 10% lemak dan sebagian besar lemak itu disimpan di dalam rongga perut (belly cavity). Tingkat kandungan lemak mencapai titik minimum menjelang dan sesudah memijah, di dalam rongga perut tidak terdapat cadangan lemak Dibandingkan dengan ikan sardine dari daerah beriklim sedang, ikansardine (lemuru) Indonesia, yang hidup di daerah tropis, kandungan lemaknya lebih rendah. Dalam kehidupan ikan lemuru faktor lingkungan sangat berpengaruh. Pada saat musim.angin Tenggara arus Equator Selatan mengalir ke arah Barat di sepanjang pantai Selatan Lombok - Bali - Jawa sehingga menyebabkan terjadinya satu phenomena, yang dikenal sebagai up-welling. Keadaan ini menyebabkan perairan selat Bali menjadi sangat subur, menyediakan banyak makanan bagi ikan lemuru selama musim ikan. Hal ini menyebabkan kandungan lemak total tinggi dan kandungan asam lemak polienoat yang juga relatif tinggi. Sedangkan selama belum musim ikan kesuburan perairan dan kandungan lemak total adalah rendah. Oleh karena itu kesuburan perairan dianggap sebagai faktor lingkungan utama yang penting. Peranan up-welling terhadap kandungan lemak total dan profil asam lemaknya dapat dilihat dari komposisi asam lemak maupun variasi kandungan lemak total. Selama up-welling lemak lemuru mengandung 34,76: asam lemak .Jenuh dan 65,24 % asam lemak tidak jenuh. Pada saat sebelum up-welling bilangan yod dari lemaknya rendah dan pada saat k:andungan,lemak;nya tinggi, bilangan yod juga lebih tinggi. Minyak lemuru yang dianggap sebagai kendala dalam pengolahan ikan lemuru, dapat dimanfaatkan menjadi produk yang berharga. Dari satu kilogram lemuru segar dengan kandungan lemak total 21,31%, dapat diperoleh 207 mililiter minyak.

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAK DESERTASI:






Ikan lemuru (Sardinella longiceps) adalah jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis penting. Jenis ikan ini merupakan salah satu sumberdaya ikan yang sangat penting karena potensinya cukup besar dan mempunyai prospek pemanfaatan yang baik. Dalam pemanfaatannya, ikan lemuru dapat diolah menjadi ikan lemuru kaleng (= sardencis), ikan pindang (= cue), ikan asin dan limbahnya dapat diolah menjadi tepung ikan. Ikan lemuru juga dapat digunakan sebagai umpan. Ikan lemuru adalah ikan berlemak (fatty fish) karena kandungan lemaknya relatif tinggi pada saat tertentu dan bervariasi dari tahun ke tahun. Hal ini sering menjadi kendala dalam usaha pengolahan ikan lemuru. Pengamatan pendahuluan dan studi pustaka menunjukkan bahwa variasi kandungan lemak ikan lemuru sangat dipengaruhi oleh beberapa sifat biologinya. Dipihak lain, lemak lemuru mengandung cukup banyak asam-asam lemak polienoat penting (EPA = C20:5 ω3) dan DHA = C22: ω3) yang dianggap bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung koroner. Berdasarkan informasi dan pemikiran seperti yang telah diuraikan diatas akan dilihat kemungkinan adanya korelasi antara beberapa sifat biologi ikan lemuru dengan kandungan lemak total dan profil asam lemaknya. Dengan demikian kandungan lemak total dan profil asam lemaknya dapat dipraduga dari sifat-sifat biologi tersebut. Untuk mengetahui apakah perkiraan korelasi itu ada, maka dilakukan pendekatan melalui studi pustaka dan pengambilan contoh ikan lemuru segar langsung di tempat pendaratan ikan di pantai selat Bali.

Kemudian dilakukan pengamatan berat dan besar ikan (panjang,tebal, tinggi dan berat ikan), berat gonada danberat isi lambung, dilakukan analisa kimia kandungan lemak total dan sifat-sifat kimia minyak lemuru serta analisa komposisi asam lemak. Data dan informasi tentang lingkungan seperti kesuburan perairan, suhu dan salinitas perairan selat Bali juga digunakan. Data yang diperoleh lalu dianalisa dengan analisa regresi (regresi linier berganda dan regresi linier). Berdasarkan hasil analisa dapat diambil beberapa kesimpulan. Ada korelasi antara beberapa sifat biologi dengan lemak ikan lemuru, sehingga kandungan lemak totalnya dapat dipraduga dari sifat-sifat biologinya. Korelasi antara beberapa sifat biologi ikanlemuru dengan profil asam lemak adalah terbatas, sehingga komposisi asam lemak tidak dapat dipraduga dari sifat-sifat biologinya. Korelasi antarasifat-sifat biologi dengan kandungan lemak total dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:( ADA RUMUS ) dimana Xi =,panjang ikan; X2 = tinggi; X3 = tebal; X4 = berat ikan; ,5 = berat gonada;X6 = berat isi lambung.Dari data pengambilan'contoh tiap bulan diketahui bahwa kandungan lemak totalbervariasi dari bulan ke bulan (kisaran bervariasi dari 6,31 - 28,14% untuk tahun 1982 dan 6,17 - 26,73% untuk 1983), juga dari tahun ke tahun (rata-rata 16,77% pada tahun 1982 dan 14,10% pada tahun 1983). Adapun sifat-sifat biologi yang merupakan faktor penting dan mempengaruhi kandungan lemak total adalah panjang dan berat ikan, berat gonada dan berat isi lambung. Analisa lebih lanjut (analisa bertahap)menunjukkan bahwa berat gonada merupakan sifat biologi yang paling dominan diantara empat faktor tersebut.

Persamaan regresi menunjukkan bahwa makin besar ikannya dan makin masak gonadanya kandungan lemak total ikan lemuru Makin rendah. Berdasarkan analisa data selanjutnya (analisa parsial) juga dik:etahui bahwa sifatsifat biologi dan kandungan lemak total mempunyai tingkat korelasi sangat terbatas dengan komposisi asam lemak. Lemuru, sebagai ikan berlemak, mengandung lebih dari 10% lemak dan sebagian besar lemak itu disimpan di dalam rongga perut (belly cavity). Tingkat kandungan lemak mencapai titik minimum menjelang dan sesudah memijah, di dalam rongga perut tidak terdapat cadangan lemak Dibandingkan dengan ikan sardine dari daerah beriklim sedang, ikansardine (lemuru) Indonesia, yang hidup di daerah tropis, kandungan lemaknya lebih rendah. Dalam kehidupan ikan lemuru faktor lingkungan sangat berpengaruh. Pada saat musim.angin Tenggara arus Equator Selatan mengalir ke arah Barat di sepanjang pantai Selatan Lombok - Bali - Jawa sehingga menyebabkan terjadinya satu phenomena, yang dikenal sebagai up-welling. Keadaan ini menyebabkan perairan selat Bali menjadi sangat subur, menyediakan banyak makanan bagi ikan lemuru selama musim ikan. Hal ini menyebabkan kandungan lemak total tinggi dan kandungan asam lemak polienoat yang juga relatif tinggi. Sedangkan selama belum musim ikan kesuburan perairan dan kandungan lemak total adalah rendah. Oleh karena itu kesuburan perairan dianggap sebagai faktor lingkungan utama yang penting. Peranan up-welling terhadap kandungan lemak total dan profil asam lemaknya dapat dilihat dari komposisi asam lemak maupun variasi kandungan lemak total. Selama up-welling lemak lemuru mengandung 34,76: asam lemak .Jenuh dan 65,24 % asam lemak tidak jenuh. Pada saat sebelum up-welling bilangan yod dari lemaknya rendah dan pada saat k:andungan,lemak;nya tinggi, bilangan yod juga lebih tinggi. Minyak lemuru yang dianggap sebagai kendala dalam pengolahan ikan lemuru, dapat dimanfaatkan menjadi produk yang berharga. Dari satu kilogram lemuru segar dengan kandungan lemak total 21,31%, dapat diperoleh 207 mililiter minyak.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
Organisasi
Nama KontakDrs. Mahmudin, SIP.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOdigilib@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...


  • Pembimbing:
    Oei Ban Liang

    scanner:
    kory
    , Editor: