Path: TopMembercaca@unix.lib.itb.ac.id

INFLUENCE OF SALT WATER IMMERSION ON THE OMPRESSIVE STRENGTH OF A HOT ROLLED SHEET MIXTURE

Master Theses from / 2005-02-19 11:47:01
Oleh : Buyung Oktarizal, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 1998-12-11, dengan 1 file

Keyword : HOT ROLLED SHEET MIXTURE
Kepala Subjek : DDC
Nomor Panggil (DDC) : T 658.85 OKT



Unjuk kerja jangka panjang dari suatu campuran bitumen dipengaruhi oleh keawetannya yakni kemampuannya untuk menahan pengaruh-pengaruh yang merusak dari kondisi iklim yang merugikan. Di laboratorium, ketahanan campuran terhadap air biasanya ditentukan dengan menilai pengaruh perendaman jangka waktu yang relatip pendek di air pada temperatur yang dinaikkan terhadap beberapa indikator dari kekuatan campuran. Akan tetapi penilaian keawetan cara ini tidak bisa menjelaskan dengan sepenuhnya akibat dari perusakan jangka panjang oleh air. Pada beberapa lokasi daerah pantai di Indonesia, material campuran bitumen berhubungan langsung dengan air garam untuk waktu yang lama. Pengaruh air garam terhadap keawetan campuran bitumen tersebut belum diteliti secara luas. Dalam penelitian yang diuraikan tesis ini, benda uji campuran HRS Klas A direndam dalam air garam pada temperatur lingkungan dan pada dua konsentrasi (5% dan 10%) untuk waktu 10, 20, 40, 60 dan 90 hari dan akibat bagi kekuatan tekan secara aksial dan ketahanan terhadap deformasi permanen dievaluasi. Kekuatan tekan ditentukan pada benda uji ukuran Marshall dan ketahanan deformasi pada uji wheel tracking. Untuk tujuan kontrol, uji yang sama dilakukan pada benda uji yang direndam di air tawar pada waktu yang sama. Campuran HRS yang diteliti memenuhi segala kriteria perencanaan Bina Marga dan khususnya mempunyai indeks ketahanan stabilitas 88%. Benda uji yang direndam di air tawar memperlihatkan kehilangan kekuatan sedikit tetapi secara menerus sampai 60 hari perendaman; Tidak ada kehilangan lebih lanjut bila masa perendaman bertambah menjadi 90 hari. Benda uji yang direndam di air garam, kekuatannya bertambah pada masa perendaman 10 dan 20 hari. Akan tetapi setelah 40 hari perendaman, kekuatannya berkurang 17.4% dan 20.3% (5% dan 10% kadar garam ) dibandingkan dengan kehilangan 13.2% untuk benda uji yang direndam di air tawar. Setelah 90 hari perendaman, kekuatan benda uji yang direndam di air mengandung 5% dan 10% garam akan berkurang secara berurut 32.9 dan 39.1%. Memperhatikan kehilangan kekuatan dalam istilah indeks durabilitas kedua seperti dimaksud oleh Craus dan rekan-rekan (1981), perendaman di air tawar dan garam selama 90 hari menghasilkan suatu kehilangan keawetan. Kehilangan kekuatan lebih besar bila campuran direndam di air garam dan kehilangan kekuatan lebih tinggi pada konsentrasi garam 10%. Pada up wheel tracking , kecepatan deformasi benda uji direndam di air garam untuk waktu yang lama, lebih tinggi dari benda uji yang direndam di air tawar; lebih tinggi kadar garam lebih besar kecepatan deformasinya.

Deskripsi Alternatif :

The long-term performance of a bituminous mix is significantly influenced by its durability i.e. its ability to resist the detrimental effects of adverse climatic conditions. In the laboratory, the resistance of the mix to water damage is normally determined by evaluating the effect of a relatively short period of immersion in water at elevated temperature on some indicator of the mix strength. However evaluation of durability in this way may not reflect fully the consequences of long term exposure to water. At some locations on the coastal plains of Indonesia, bituminous material is in contact with salt water for relatively long periods of time. The influence of salt water on the durability of bituminous mix has not been widely researched. In the research described in this thesis samples of HRS Class A mix were immersed in salt water at ambient temperature and at two concentration (5% and 10%) for periods of 10, 20, 40, 60 and 90 days and the consequences for uniaxial compressive strength and resistance to permanent deformation evaluated. Compressive strength was determined on Marshall-size samples and deformation resistance in the wheel tracking test. For control purposes, the same tests were performed on specimens immersed in fresh water for identical time periods. The HRS mix investigated complied In all respects with Bina Marga design criteria and in particular had an index of retained stability of 88%. Specimens immersed in fresh water exhibited a slight but progressive loss in strength up to 60 days immersion; there was no further loss in strength when the immersion period was extended to 90 days. Specimens immersed in salt water gained in strength at immersion periods of 10 and 20 days. However, after 40 days immersion, strength was reduced by 17.4% and 20.3% (5% and 10% salt respectively) as compared with a loss of 13.2% for specimens immersed in fresh water. After 90 days Immersion, the strength of specimens immersed in water containing 5% and 10% salt was reduced, respectively, by 32.9 and 39.1%. Considering strength loss in terms of the second durability index proposed by Craus et al (1981) immersion in either fresh or salt water over a 90-day period results in a durability loss. However the loss is greater when the mix is immersed in salt water and is significantly higher at the 10% salt concentration. In the wheel tracking test, the rate of deformation of specimens immersed in salt water for long periods of time is higher than that of specimens immersed in fresh water; the higher the salt content the greater the rate of deformation .

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1:Bambang I. Siswosoebrotho Pembimbing 2:James McElvaney Pembimbing 3: Trisno soegondo, Editor: caca@

File PDF...