Path: TopMemberneneng@unix.lib.itb.ac.id

PENGEMBANGAN METODOLOGI PERENCANAAN STRATEGI PERUSAHAAN ( Studi Kasus : Perum XYZ )

Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-08-14 08:08:49
Oleh : Budi Santoso (NIM 23494002), S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1998-00-00, dengan 1 file

Keyword :

strategic planning method, Certo and Peter, Hax and Majluf,financial parameters,Kaplan,Riggs used objectives matrix (Omax),


Subjek :
Planning and policy making-corporate planning-strategic planning

Kepala Subjek :
Planning, policy making, control, quality management

Nomor Panggil (DDC) :
T 658.401 2 SAN

Sumber pengambilan dokumen : Tesis Magister Teknik dan Manajemen Industri Bidang Khusus Teknik Industri (20051800)

Abstrak :


Kondisi lingkungan usaha terus mengalami perubahan, perusahaan dituntut mampu merencanakan strateginya dengan baik agar dapat bertahan, tumbuh dan berkembang. Certo dan Peter memberikan metoda perencanaan strategi dengan diawali analisa terhadap lingkungan usaha, baru kemudian penentuan misi dan sasaran perusahaan, sedangkan Hax dan Majluf adalah sebaliknya. Perencanaan strategi Hax dan Majluf telah mencakup perusahaan dengan banyak unit bisnis (SBU) di bawahnya, sedangkan metoda Certo dan Peter tidak. Baik Hax-Majluf ataupun Cello-Peter menggunakan parameter finansial untuk menggambarkan tingkat keberhasilan kinerja perusahaan. Sedangkan menurut Kaplan penggunaan parameter finansial saja, tidak cukup, Riggs menyarankan penggunaan matriks sasaran (OMAX.

Penelitian ini mengembangkan metoda perencanaan strategi perusahaan dengan melibatkan unit bisnis strategis (SBU) didalamnya. Untuk pengukuran tingkat keberhasilan kinerja perusahaan selain parameter kinerja finansial dikembangkan parameter kinerja teknis Untuk memadukan berbagai parameter pengukuran kedalam satu nilai yang terintegratif digunakan matriks sasaran (OMAX). Pembobotan prioritas parameter kinerja dilakukan dengan proses analisis hirarkis (AHP).

Uji coba penerapan metoda yang dikembangkan dilakukan pada PT. XYZ, BUMN yang bergerak dalam bidang jasa transportasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan metoda yang dikembangkan layak untuk diterapakan pada kondisi nyata. 15 depo yang dimiliki PT. XYZ tingkatannya dapat disamakan dengan SBU pada suatu korporat, berbagai parameter untuk pengukuran kinerjanya dapat disusun dalam satu matriks sasaran yang menyangkut bidang finansial dan teknis.

Untuk depo H parameter evaluasi kinerjanya dapat dikelompokkan menjadi 5 kriteria kinerja meliputi : manajemen umum, teknik, operasi, keuangan serta personalia dan administrasi. Kriteria kinerja manajemen umum yang terdiri atas parameter rentabilitas, likuiditas dan solvabilitas mendapatkan pembobotan yang paling besar, diikuti kriteria kinerja keuangan, operasi, teknik serta personalia dan administrasi. Untuk depo l SBU lain kriteria kinerja yang diperlukan dan pembobotannya perlu dirancang tersendiri pada matriks sasaran (Omax), mengingat kondisi sumber daya dan pangsa pasar yang dimilikinya cukup berbeda dengan depo H.

Deskripsi Alternatif :

Abstract :


Condition of business circumstance is constantly changing. A company is challenged to have a good plan and to review it's strategy to be able survive and grow up. Certo and Peter have developed a model of strategic planning method, starting with analyzing the circumstance then define it's mission and goal objectives, whereas Hax and Majluf is on the contrary. Further, Hax and Majluf method have encompassed aspects strategic planning for company with unit business strategy as its part, while Certo and Peter have not. Both method, Hax-Majluf and Certo-Peter, use financial parameters to measure company performance success. According to Kaplan using financial parameters only is not enough. He emphasizes how important using technical parameter on company performance measurement. On the other side, Riggs used objectives matrix (Omax) to measure company performance that could contain any kind of criteria evaluation.

This research is concerned with company strategic planing method development, involving strategic business unit inside it. Measurement of success of company performance is not only using financial but also technical parameters as well. An objective matrix (Omax) is used here to get an integrated value representing all paramaters used. Priority ranking of performance parameter has been done using analytical hierarchy process (AHP).

The result of the research will be used as simulation for PT. XYZ; a BUMN where the business is concerned with public transportation service. The outcome of this simulation shows than 15-bus depot PT. XYZ could be placed on par with SBU in a corporate, and many kind of parameter for measurement Performance Company could be merged in the objective matrix which include financial and technical criteria. For bus depot H, its evaluation parameter of performance could be grouped into 5 criteria, including general management, technique, operation, financing, administration and personnel. General management performance criteria that consists of 3 parameter, i.e. : rentability, liquidity and solvability, got first priority from the rank, followed by financing, operation, technique, personnel and administration criteria. For other bus depots, as SBU, need different criteria and rank ordering in the Omax design, in order to match with their own facilities and their market.



Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing :
    Jann Hidajat, Ir.,MSc

    Scan :
    Neneng
    (2006-08-14)

    , Editor: neneng@#publisher#

File PDF...