Path: TopMemberyatir@lib.itb.ac.id

PENGATURAN AIR TANAH UNTUK IRIGASI
PADA LAHAN TADAH HUJAN.
(Studi Kasus pada Pertanaman Cabe (Capsicum annuum) di Desa Babakan Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka)

Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-06-26 09:46:18
Oleh : Jua Herdianti, S2 - Mining Engineering
Dibuat : 1997-02-00, dengan 1 file

Keyword : Air tanah, irigasi, lahan tadah hujan, tanaman cabe
Subjek : Hydrogeology
Nomor Panggil (DDC) : T 551.49 HER
Sumber pengambilan dokumen : Tesis (Magister Hidrogeologi-Rekayasa Pertambangan) (20060207)

Abstrak:


Untuk mengimbangi perkembangan pembangunan di berbagai sektor serta peningkatan jumlah penduduk yang pesat perlu dilakukan upaya peningkatan pangan, sandang dan papan. Upaya peningkatan pangan yang mudah dan murah adalah meningkatkan produktivitas lahan tadah hujan dengan penambahan air irigasi dari air tanah yang tidak bergantung kepada musim.


Air tanah mahal dan terbatas, sehingga perlu dilakukan pengaturan yang efisien dan efektif dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi air tanah di lokasi penelitian dan sekitarnya serta menghitung berapa kebutuhan air tanaman cabe dan komoditi lainnya yang sesuai untuk lokasi tersebut serta dihitung penyusunan pola tanam yang paling menguntungkan baik secara ekonomis maupun teknis. Dengan kondisi air tanah yang ada dihitung pula luasan lahan tadah hujan yang dapat diproduktifkan, terutama pada musim kemarau.


Penelitian ini dimulai dengan menghitung kondisi hidrogeologi dan hidrologi lokasi penelitian dari data sumur bor dan dari data stasiun pengamat di sekitar lokasi. Kebutuhan air tanaman cabe, semangka dan padi dihitung, kemudian untuk cabe diaplikasikan ke lapangan dalam dua musim tanam. Faktor perlakuan yang diamati adalah pengaruhnya terhadap 3 varietas cabe, pemberian naungan plastik transparan serta pemberian air irigasi 4 dan 7 kali sehari. Setiap kombinasi diulang 3 kali.


Kondisi hidrogeologi di daerah penelitian menunjukkan cadangan air tanah yang dapat mengairi 12 022,65 hektar lahan tadah hujan di musim kemarau dari 5 sumur bor yang sudah ada dan dipompa sesuai dengan debit optimumnya. Bila dihitung cadangan air yang dapat diambil dengan debit optimum di daerah penelitian dan sekitarnya seluas 90,18 km 2 maka dapat diproduktifkan lahan tadah hujan seluas
3 182 164,0 hektar. Aliran air tanah di lokasi penelitian menuju ke utara. Kebutuhan air irigasi terjadi antara bulan April sampai dengan Oktober.


Kombinasi perlakuan pertanaman cabe yang paling menguntungkan adalah varietas Jatilaba yang tidak dinaungi dan diairi 7 hari sekali. Sedangkan pola tanam yang menguntungkan secara ekonomi adalah cabe-cabe dan secara teknis adalah cabe-padi-semangka. Harga air irigasi dari air tanah adalah Rp 209,54,- per meter kubik.


Disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan pada pemberian air lebih dari 7 hari sekali serta perancangan sumur bor untuk irigasi sebaiknya dipadukan dengan untuk keperluan lainnya seperti air minum dan industri rumah.

Deskripsi Alternatif :

Abstract:


To balance expansion of development in each sectors and high growth population it necessary define the way out to increase the productivity of food, wear and household. The effort to increase the easy and cheap of the food productivity is to increase the dry-land productivity with ground water irrigation in which independent to the season.


Ground water begin as expensive and limited material, it is necessary the effective and efficiency controlled in employed it. This research objective is to define the ground water condition in research area and beyond, to calculate the water need for red chili and other commodity which appropriate with the local condition, also to define plant pattern with give most beneficial either economically and technically. With present ground water condition also calculated dry land area with can be productivity especially in dry season.


The research started with calculated and analysis the hydrogeology and hydrology condition of research area based on well drill and climate control station. The water necessity for red chili, water melon and rice plant are calculated and than for the red chili necessity applied in two plant season. The research focused on the effects of the water supply to three chili varieties, employment of the transparent plastic protection and water supply frequency 4 and 7 days each. Each combination repeated three times.


Research area hydrology condition indicate that ground water source sufficient to supply 12,022.65 hectare of dry land in dry season coming from 5 existing well drill pumped in optimum debit. The water source calculated from the area 90.18 km2 can supply 3,182,164.0 hectares of dry land. The ground water flow in research area are to north direction. The Water irrigation need in April until October.


The most beneficial of red chili plant treatment combination is Jatilaba variety with unprotected and 7 days water supply frequency. On the other hand the most economic-beneficial plant pattern is red chili-red chili, and the most technical-beneficial plant pattern is red chili-rice-water melon. The irrigation water price is Rp.209.54 per meter3.


It suggested to continue the research with the water supply frequency more than 7 days, and well drill design for the irrigation it is better to combine with other requirement i.e.: water drink and home industry.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1:
    Sudarto Notosiswoyo, Dr., Ir.

    Pembimbing2:
    Budi Sulistijo, Dr.,Ir.

    Scan:
    Yati Rohmah
    (26-06-2006)

    , Editor: yatir@#publisher#

File PDF...