Path: TopMembermudjiono@cyberlib.itb.ac.id

INFLUENCE OF BIOCATALYST STABILIZER (EMC2) ON STRENGTH AND COMPACTION CHARACTERISTICS OF THREE JAVA SOIL

Master Theses from / 2005-03-01 10:27:52
Oleh : Sri Sunarjono, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 1995-00-00, dengan 1 file

Keyword : the strength , compaction characteristics
Nomor Panggil (DDC) : T.625.732.SUN
Sumber pengambilan dokumen : 19953977

INFLUENCE OF BIOCATALYST STABILIZER (EMC2) ON STRENGTH AND COMPACTION CHARACTERISTICS OF THREE JAVA SOILS, SRI SUNARJONO, 1995, Program Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya, Program Pascasarjana, Institute Teknologi Bandung. Studi mengenai pengaruh bahan stabilisasi biokatalis, Earth Material Catalyst Squared (EMC2) terhadap karakteristik kuat geser dan kepadatan telah dilakukan pada tiga jenis tanah di Pulau Jawa yakni tanah Cepu, Purwakarta dan Bandung. Janis uji yang dilakukan pads tanah untreated, adalah klasifikasi, kepadatan standard dan CBR, tes uji tersebut diatas juga dilakukan pada tanah treated kecuali tes klasifikasi. Disamping itu, pengaruh waktu perawatan terhadap peningkatan kuat geser juga diselidiki. EMC2 adalah formulasi biokatalis yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan sementasi dan stabilitas dari tanah kompaksi. Tes uji tanah treated dilakukan terhadap contoh uji pada kondisi kadar air optimum. Diselidiki tiga rasio 2 pencampuran air (perbandingan antara EMC dan air mould) yang berbeda yakni 1:30, 1:60 dan 1:90. Ketiga tanah yang diselidiki digolongkan sebagai tanah berbutir halus, lempung kelanauan. Tanah Cepu diklasifikasikan sebagai CH (plastisitas tinggi), tanah Purwakarta sebagai MH dan tanah Bandung sebagai MV. Tanah Cepu relatif bersifat ekspansif, sedangkan tanah Bandung dan Purwakarta mempunyai swelling potential yang rendah. Ditemukan bahwa penggunaan EMC2 tidak berpengaruh pada kepadatan kering tanah yang diselidiki. Kepadatan kering yang dihasilkan sebanding dengan kepadatan kering tanah untreated dari beberapa variasi penggunaan EMC2. Tampaknya, tipe tanah mempengaruhi kinerja EMC2 terhadap karakteristik kuat geser dan swelling; secara umum kedua karakter tersebut dapat diperbaiki dengan meningkatnya waktu perawatan yang diberikan. Pada tanah Cepu, EMC2 mempunyai pengaruh terbesar pads rasio pencampuran air 1:30; dibanding tanah untreated, nilai CBR meningkat dari 3.9 % menjadi 6.4 % pada 3 hari perawatan dan swelling menurun dari 2.11 % menjadi 0.24 %. Nilai CBR tanah Purwakarta dan Bandung setelah 3 hari perawatan masing-masing meningkat dari 6.5 % menjadi 13.9 % dan dari 7.5 % menjadi 10.8 % pads rasio pencampuran air 1:60 dan 1!9n

Deskripsi Alternatif :

INFLUENCE OF BIOCATALYST STABILIZER (EMCZ) ON STRENGTH AND COMPACTION CHARACTERISTICS OF THREE JAVA SOILS, SRI SUNARJONO, 1995, Program Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya, Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung. A study of the influence of a biocatalyst stabilizer, Earth Material Catalyst (EMC Z), on the strength and compaction characteristics of three Java soils sampled at Cepu, Purwakarta and Bandung has been undertaken. Tests on untreated soil included classification, standard compaction and CBR, while tests on the treated soil include in addition to the above an investigation of the influence of curing time on strength development. EMC2 is a biocatalyst formulation designed to economically improve the cementation and stability of compacted earth material. Tests on material treated with EMC were made on samples prepared at optimum moisture content. Three different dilution ratios (parts by volume of EMC2 to parts by volume of water) were investigated e.g. 1:30, 1:60 and 1:90. The soils investigated may be described as fine-grained, silty clay. Cepu soil is classified as CH (high plasticity), Purwakarta soil as MH and Bandung soil as MV. Cepu soil is relatively expansive, the Bandung and Purwakarta soils appears to have low swelling potential. The application of EMC2 was found not to effect the compacted density of the soils; the density obtained does not vary significantly with dilution ratio and is comparable with that obtained for untreated soil. Soil type appears to influence the effect of EMCZ on strength and swelling characteristics; in general both of these properties improved with increase in curing time. In the case of Cepu soil, EMCZ had maximum effect at a dilution ratio of 1:30; compared to untreated soil, CBR increased from 3.9 % to 6.4 % after a curing time of 3 days and swelling reduced from 2.11 % to 0.24 %. The CBR of Purwakarta and Bandung soils after a curing time of 3 days increased from 6.5 S to 13.9 % and from 7.5 % to 10.8 %, respectively, at dilution ratios of 1:60 and 1:90

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: 1. J.Mc.Elvaney,2. Siswo Subrotho,3. Trisno Soegondo, Scan: Mudjiono, Editor: mudjiono@

File PDF...