Path: Top > Member > neneng@unix.lib.itb.ac.id

KAJIAN PEMBANGUNAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN
DI PROPINSI JAWA TIMUR

Master Theses from #PUBLISHER# / 2006-04-05 14:03:18
Oleh : Mochamad T. Safirin, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1995-10-07, dengan 1 file

Keyword :

Pembangunan subsektor perkebunan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Nomor Panggil (DDC) :
T 658.401 2 SAF

Sumber pengambilan dokumen : 20051289

Abstrak


Secara absolut pembangunan subsektor perkebunan Propinsi Jawa Timur mampu menyumbangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sebesar 933.904 juta rupiah pada tahun 1988,meningkat menjadi 1.558.486,2 juta rupiah pada tahun 1992 (meningkat rata-rata 13,85 persen per tahun).


Tetapi kontribusi relatif subsektor perkebunan dibanding sektor-sektor lain, terus
menerus mengalami penurunan. Di sisi lain kontribusi relatif sektor-sektor non pertanian terus menerus mengalami peningkatan.
Peningkatan absolut PDRB perkebunan juga belum banyak meningkatkan Pendapatan perkapita perkebunan. Sehingga tidak mengherankan bila hasil survey Bappenas 1994, menyimpulkan bahwa sebagian besar dari 27 juta penduduk miskin Indonesia hidup dari sektor pertanian (termasuk perkebunan).


Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari perilaku dinamis sistem pembangunan subsektor perkebunan dan berusaha lebih meningkatkan pendapatan per kapita perkebunan,
khususnya di Propinsi Jawa timur. Tujuan penelitian tersebut dicapai dengan melakukan percobaan simulasi beberapa alternatif kebijaksanaan.


Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pada kondisi acuan dibiarkan berjalan apa adanya seperti sekarang, pendapatan perkapita petani perkebunan atas dasar harga konstan 1983, mengalami peningkatan dari 233.000 rupiah pada tahun 1995 menjadi 468.600 pada tahun 2020
(meningkat rata-rata 4,04 persen per tahun).Peningkatan ini adalah peningkatan riil nilai produksi perkebunan.


Pendapatan per kapita atas dasar harga berlaku
mengalairii peningkatan dari 646.100 rupiah pada tahun 1995 menjadi 1.833.000 rupiah pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 4,24 persen per tahun). Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan volume produksi dan peningkatan harga karena pengaruh inflasi.
PDRB atas dasar harga konstan 1983 mengalami peningkatan dari 715,90 milyar rupuah pada tahun 1995 menjadi 1.476,00 milyar rupiah pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 4,24 persen per tahun). PDRB atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan dari 1.985,00 milyar rupiah pada tahun 1995 nienjadi 5.772,00 milyar rupiah pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 7,63).


Volume produksi perkebunan mengalami peningkatan dari 1.638,00 juta ton pada 1995 menjadi 1.708,00 juta ton pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 0,17 persen per tahun).
Penerapan beberapa alternatif kebijaksannaan melalui percobaan simulasi menunjukkan bahwa semua kebijaksanaan mampu meningkatkan pendapatan per kapita, PDRB dan Volume produksi perkebunan dari kondisi acuan. Kebijaksanaan kombinasi peningkatan luas lahan produktif sebesar 10 persen dan peningkatan produktifitas lahan sebesar 10 persen (Skenario VII) berpengaruh paling kuat dalam meningkatkan
pendapatan perkapita perkebunan. Kebijaksanaan ini mampu meningkatkan pendapatan per kapita atas dasar harga konstan 1983 dari 233.000 rupiah pada tahun 1995 nienjadi 568.500 rupiah pada tahun 2020 (meningkat rata-rata sebesar 5,76 persen). Peningkatan ini disebabkan oleh adanya peningkatan rill nilai produksi sebagai akibat dari peningkatan luas lahan produktif dan produktifitas lahan.


Pendapatan per kapita atas dasar harga berlaku
meningkat dari 646.100 rupiah pada tahun 1995 menjadi 2.224.000 rupiah pada tahun 2020(meningkat rata-rata sebesar 9,77 persen per tahun).


PDRB atas dasar harga konstan mengalami peningkatan dari 715,90 milyar rupiah pada tahun 1995 menjadi 1.791,00 milyar rupiah pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 6,00 persen per tahun). PDRB atas dasar harga berlaku meningkat dari 1.985,00 ,ilyar rupiah pada tahun 1995 menjadi 7.005,00 milyar rupiah pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 10,12 persen per tahun).
Volume produksi mengalami peningkatan dari 1.638,00 juta ton pada tahun 1995 menjadi 2.072,00 juta ton pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 1,08 persen per tahun).
Kebijaksanaan berikutnya yang berpengaruh kuat
terhadap peningkatan pendapatan per kapita, PDRB dan Volume produksi perkebunan adalah kebijaksanaan penurunan pertumbuhan penduduk sebesar 10% dan peningkatan luas lahan produktif sebesar 10 persen (Skenario V) dan kebijaksanaan penurunan pertumbuhan penduduk sebesar 10 persen dan peningkatan produktifitas lahan sebesar 10 persen (Skenario VI). Kemudian diikuti kebijaksanaan peningkatan luas lahan produktif sebesar 10 persen (Skenario III)dan
kebijaksanaan peningkatan produktifitas lahan sebesar 10 persen (Skenario IV).


Kebijaksanaan peningkatan luas lahan produktif (ekstensifikasi) dan kebijaksanaan peningkatan produktifitas lahan (intensifikasi) mempunyai pengaruh yang sama dalam meningkatkan pendapatan per kapita.
Peningkatan paling rendah terjadi pada kebijaksanaan penurunan pertumbuhan penduduk sebesar 10 persen (Skenario II).

Deskripsi Alternatif :

Abstrak


Secara absolut pembangunan subsektor perkebunan Propinsi Jawa Timur mampu menyumbangkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sebesar 933.904 juta rupiah pada tahun 1988,meningkat menjadi 1.558.486,2 juta rupiah pada tahun 1992 (meningkat rata-rata 13,85 persen per tahun).


Tetapi kontribusi relatif subsektor perkebunan dibanding sektor-sektor lain, terus
menerus mengalami penurunan. Di sisi lain kontribusi relatif sektor-sektor non pertanian terus menerus mengalami peningkatan.
Peningkatan absolut PDRB perkebunan juga belum banyak meningkatkan Pendapatan perkapita perkebunan. Sehingga tidak mengherankan bila hasil survey Bappenas 1994, menyimpulkan bahwa sebagian besar dari 27 juta penduduk miskin Indonesia hidup dari sektor pertanian (termasuk perkebunan).


Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari perilaku dinamis sistem pembangunan subsektor perkebunan dan berusaha lebih meningkatkan pendapatan per kapita perkebunan,
khususnya di Propinsi Jawa timur. Tujuan penelitian tersebut dicapai dengan melakukan percobaan simulasi beberapa alternatif kebijaksanaan.


Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pada kondisi acuan dibiarkan berjalan apa adanya seperti sekarang, pendapatan perkapita petani perkebunan atas dasar harga konstan 1983, mengalami peningkatan dari 233.000 rupiah pada tahun 1995 menjadi 468.600 pada tahun 2020
(meningkat rata-rata 4,04 persen per tahun).Peningkatan ini adalah peningkatan riil nilai produksi perkebunan.


Pendapatan per kapita atas dasar harga berlaku
mengalairii peningkatan dari 646.100 rupiah pada tahun 1995 menjadi 1.833.000 rupiah pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 4,24 persen per tahun). Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan volume produksi dan peningkatan harga karena pengaruh inflasi.
PDRB atas dasar harga konstan 1983 mengalami peningkatan dari 715,90 milyar rupuah pada tahun 1995 menjadi 1.476,00 milyar rupiah pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 4,24 persen per tahun). PDRB atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan dari 1.985,00 milyar rupiah pada tahun 1995 nienjadi 5.772,00 milyar rupiah pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 7,63).


Volume produksi perkebunan mengalami peningkatan dari 1.638,00 juta ton pada 1995 menjadi 1.708,00 juta ton pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 0,17 persen per tahun).
Penerapan beberapa alternatif kebijaksannaan melalui percobaan simulasi menunjukkan bahwa semua kebijaksanaan mampu meningkatkan pendapatan per kapita, PDRB dan Volume produksi perkebunan dari kondisi acuan. Kebijaksanaan kombinasi peningkatan luas lahan produktif sebesar 10 persen dan peningkatan produktifitas lahan sebesar 10 persen (Skenario VII) berpengaruh paling kuat dalam meningkatkan
pendapatan perkapita perkebunan. Kebijaksanaan ini mampu meningkatkan pendapatan per kapita atas dasar harga konstan 1983 dari 233.000 rupiah pada tahun 1995 nienjadi 568.500 rupiah pada tahun 2020 (meningkat rata-rata sebesar 5,76 persen). Peningkatan ini disebabkan oleh adanya peningkatan rill nilai produksi sebagai akibat dari peningkatan luas lahan produktif dan produktifitas lahan.


Pendapatan per kapita atas dasar harga berlaku
meningkat dari 646.100 rupiah pada tahun 1995 menjadi 2.224.000 rupiah pada tahun 2020(meningkat rata-rata sebesar 9,77 persen per tahun).


PDRB atas dasar harga konstan mengalami peningkatan dari 715,90 milyar rupiah pada tahun 1995 menjadi 1.791,00 milyar rupiah pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 6,00 persen per tahun). PDRB atas dasar harga berlaku meningkat dari 1.985,00 ,ilyar rupiah pada tahun 1995 menjadi 7.005,00 milyar rupiah pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 10,12 persen per tahun).
Volume produksi mengalami peningkatan dari 1.638,00 juta ton pada tahun 1995 menjadi 2.072,00 juta ton pada tahun 2020 (meningkat rata-rata 1,08 persen per tahun).
Kebijaksanaan berikutnya yang berpengaruh kuat
terhadap peningkatan pendapatan per kapita, PDRB dan Volume produksi perkebunan adalah kebijaksanaan penurunan pertumbuhan penduduk sebesar 10% dan peningkatan luas lahan produktif sebesar 10 persen (Skenario V) dan kebijaksanaan penurunan pertumbuhan penduduk sebesar 10 persen dan peningkatan produktifitas lahan sebesar 10 persen (Skenario VI). Kemudian diikuti kebijaksanaan peningkatan luas lahan produktif sebesar 10 persen (Skenario III)dan
kebijaksanaan peningkatan produktifitas lahan sebesar 10 persen (Skenario IV).


Kebijaksanaan peningkatan luas lahan produktif (ekstensifikasi) dan kebijaksanaan peningkatan produktifitas lahan (intensifikasi) mempunyai pengaruh yang sama dalam meningkatkan pendapatan per kapita.
Peningkatan paling rendah terjadi pada kebijaksanaan penurunan pertumbuhan penduduk sebesar 10 persen (Skenario II).

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing :
    S.B.Hari Lubis,Dr.Ir.

    Scan :
    Neneng
    (2006-04-05)

    , Editor: neneng@#publisher#

File PDF...