Path: TopS2-ThesesIndustrial Engineering and Management-FTI1995

SIFAT-SIFAT KOPERASI YANG BERPENGARUH TERHADAP PENERAPAN PMT PADA UNIT USAHA DI KOPERASI

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:50:29
Oleh : Lien Herliani Kusumah, S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1995-00-00, dengan 1 file

Keyword :
Pengendalian Mutu Terpadu (PMT), Koperasi Produksi, Manajement Usaha Koperasi

ABSTRAK:

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meneliti sifat-sifat koperasi yang berpengaruh terhadap penerapan PMT pada unit usaha produksi di Koperasi. Koperasi Produksi adalah koperasi yang mempunyai unit produksi sendiri, yang fungsi utamanya adalah bagaimana dapat menghasilkan barang atau jasa seefisien mungkin sehingga kegiatan produksi tersebut dapat menguntungkan koperasi, anggota koperasi dan masyarakat umum : Sedangkan Pengendalian Mutu Terpadu (PMT) adalah merupakan kegiatan Kaizen (penyeinpurnaan) yang terorganisasi yang melibatkan semua orang dalam sebuah perusahaan, baik, manajer maupun karyawan dalam usaha yang saling berkaitan untuk menyempurnaka kegiatan di setiap unit. Tujuan kegiatan ini terutama unto, menghasilkan produk yang lebih memuaskan. Sedangkan sasarannya adalah: Untuk snencapai tujuan dan sasaran perusahaan secara efisien, meningkatkan hubungan baik antara karyawan dan meningkatkan semangat kerja, serta meningkatkan keterampilan dan daya pikir karyawan.

Dari ketiga sasaran ini, maka pada akhirnya akan inenghasilkan peningkatan produktivitas, keuntungan dan kemampuan sekaligus kesejahteraan karyawan. Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok variabel sifat-sifat koperasi dan kelompok variabel penerapan PMT. Kelompok variabei sifat sifat koperasi adalah variabel: Azas koperasi, prinsip-prinsip/sendi dasar koperasi, organisasi dan manajemen koperasi, serta permodalan koperasi; sedangkan kelompok variabel-penerapan PMT adalah variabel: Mentalitas PMT, sistem manajemen PMT, serta teknik dan cara dalaw PMT.

Informasi mengenai profil sifat-sifat koperasi diperoleh dari hasil jawaban kuesioner yang kriteria perwujudannya digambarkan secara deskriptif oleh jumlah persentase atas pilihan jawaban 1 (sangat tidak setuju) s/d 7 (sangat setuju). Variabel sifat-sifat koperasi yang telah diwujudkan dengan baik oleh Koperasi Produksi adalah seluruh aspek azas koperasi, sebagian besar aspek prinsip-prinsip/sendi dasar koperasi, sebagian besar aspek organisasi dan manajemen koperasi, dan seluruh aspek permodalan. koperasi. Sedangkan yang harus ditingkatkan kembali perwujudannya adalah beberapa aspek prinsip-prinsip/sendi dasar koperasi yang terdiri atas; seleksi terhadap calon anggota, pembagian SHU berdasarkan jumlah modal anggota, pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, partisipasi anggota dalam manajemen usaha koperasi secara perorangan, partisipasi anggota dalam manajemen usaha koperasi melalui wakil terpilih dan partisipasi anggota dalam kontrol usaha koperasi secara perorangan.

Aspek lain yang juga harus ditingkatkan perwujudannya adalah beberapa aspek organisasi dan manajemen yang terdiri atas; pelaksanaan pemeriksaan jalannya usaha koperasi oleh pihak ketiga dan pelaksanaan fungsi pengawasan dalam kegiatan usaha koperasi oleh Manajer. Pengolahan data dari hasil jawaban kuesioner yang bersifat ordinal dilakukan analisis penskalaan (skaling) dengan tujuan untuk mentransformasi skala data ordinal menjadi skala interval. Pengolahan data selanjutnya adalah menguji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa alat ukur yang dipakai adalah benar dan handal. Untuk mendapatkan gambaran tentang sejauhmana PMT yang telah diterapkan di Koperasi Produksi digunakan Analisis Komponen Utama, dan untuk menguji model penelitian digunakan Path Analisis. Hasil pengolahan dan analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut:


- Berdasarkan hasil Analisis Komponen Utama yang dilakukan untuk menggambarkan penerapan PMT di Koperasi Produksi menunjukkan bahwa aspek dominan PMT yang telah diterapkan dalam mentalitas PMT adalah aspek-aspek pengendalian kualitas maksimum, kerjasama kelompok untuk mewujudkan kualitas dan pemeriksaan/pengecekan ulang. Aspek dominan dalam sistem manajemen PMT adalah aspek-aspek kebijakan dan dukungan manajemen, aturan kelompok, staf kendali mutu dan dukungan manajemen puncak. Sedangkan aspek dominan dalam teknik dan cara dalam PMT adalah aspek-aspek alat-alat perbaikan dan kendali mutu, alat analisis hubungan faktor-faktor masalah, alat analisis pengelompokkan masalah dan alat analisis prioritas masalah.


-Berdasarkan hasil analisis jalur (Path Analisis) menggambarkan bahwa sifat-sifat koperasi yang berpengaruh terhadap penerapan PMT dapat diuraikan dalam hasil analisis secara parsial dan hasil analisis total. Analisis parsial menunjukkan sifat-sifat koperasi yang berpengaruh terhadap mentalitas PMT adalah azas koperasi, prinsip-prinsip/sendi dasar koperasi, organisasi dan manajemen koperasi serta permodalan koperasi dengan pengaruh total sebesar 40,91 %; sifat-sifat koperasi yang berpengaruh terhadap sistem manajemen PMT adalah prinsip- prinsip/sendi dasar koperasi serta organisasi dan manajemen koperasi dengan pengaruh total sebesar 43,11 %; dan sifat-sifat koperasi yang berpengaruh terhadap teknik dan cara dalam PMT adalah prinsip -prinsip/sendi dasar koperasi, organisasi dan manajemen koperasi serta permodalan koperasi-dengan pengaruh total sebesar 24.06 X . Sedangkan analisis total menunjukkan sifat-sifat koperasi yang berpengaruh terhadap penerapan PMT adalah prinsip-prinsip/sendi dasar koperasi serta organisasi dan manajemen koperasi dengan pengaruh total sebesar 43,34 %.

Berdasarkan hasil dari kedua analisis tersebut maka perlu dilakukan beberapa hal yang merupakan penyesuaian-penyesuaian dalam penerapan PMT yaitu meliputi penyesuaian untuk organisasi dan usaha Koperasi Produksi dan penyesuaian untuk metode penerapan PMT. Penyesuaian yang perlu dilakukan untuk organisasi dan usaha adalah melaksanakan secara benar seluruh karakteristik organisasi dan usaha Koperasi Produksi yang digambarkan oleh sifat-sifat Koperasi Produksi, sedangkan penyesuaian yang perlu dilakukan untuk penerapan PMT adalah partisipasi anggota kelompok, orientasi pada pemakai serta kualitas dan pengendaliannya di setiap bagian pekerjaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk memperbaiki pola kegiatan usaha Koperasi Produksi, sehingga dapat memberikan hasil produksi yang lebih bermutu, mampu bersaing di pasaran, dapat meningkatkan efisiensi usaha dan pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas organisasi dan usaha koperasi sebagai tujuan utama dari metode Pengendalian Mutu Terpadu (PMT).

Deskripsi Alternatif :

ABSTRAK:

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meneliti sifat-sifat koperasi yang berpengaruh terhadap penerapan PMT pada unit usaha produksi di Koperasi. Koperasi Produksi adalah koperasi yang mempunyai unit produksi sendiri, yang fungsi utamanya adalah bagaimana dapat menghasilkan barang atau jasa seefisien mungkin sehingga kegiatan produksi tersebut dapat menguntungkan koperasi, anggota koperasi dan masyarakat umum : Sedangkan Pengendalian Mutu Terpadu (PMT) adalah merupakan kegiatan Kaizen (penyeinpurnaan) yang terorganisasi yang melibatkan semua orang dalam sebuah perusahaan, baik, manajer maupun karyawan dalam usaha yang saling berkaitan untuk menyempurnaka kegiatan di setiap unit. Tujuan kegiatan ini terutama unto, menghasilkan produk yang lebih memuaskan. Sedangkan sasarannya adalah: Untuk snencapai tujuan dan sasaran perusahaan secara efisien, meningkatkan hubungan baik antara karyawan dan meningkatkan semangat kerja, serta meningkatkan keterampilan dan daya pikir karyawan.

Dari ketiga sasaran ini, maka pada akhirnya akan inenghasilkan peningkatan produktivitas, keuntungan dan kemampuan sekaligus kesejahteraan karyawan. Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok variabel sifat-sifat koperasi dan kelompok variabel penerapan PMT. Kelompok variabei sifat sifat koperasi adalah variabel: Azas koperasi, prinsip-prinsip/sendi dasar koperasi, organisasi dan manajemen koperasi, serta permodalan koperasi; sedangkan kelompok variabel-penerapan PMT adalah variabel: Mentalitas PMT, sistem manajemen PMT, serta teknik dan cara dalaw PMT.

Informasi mengenai profil sifat-sifat koperasi diperoleh dari hasil jawaban kuesioner yang kriteria perwujudannya digambarkan secara deskriptif oleh jumlah persentase atas pilihan jawaban 1 (sangat tidak setuju) s/d 7 (sangat setuju). Variabel sifat-sifat koperasi yang telah diwujudkan dengan baik oleh Koperasi Produksi adalah seluruh aspek azas koperasi, sebagian besar aspek prinsip-prinsip/sendi dasar koperasi, sebagian besar aspek organisasi dan manajemen koperasi, dan seluruh aspek permodalan. koperasi. Sedangkan yang harus ditingkatkan kembali perwujudannya adalah beberapa aspek prinsip-prinsip/sendi dasar koperasi yang terdiri atas; seleksi terhadap calon anggota, pembagian SHU berdasarkan jumlah modal anggota, pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal, partisipasi anggota dalam manajemen usaha koperasi secara perorangan, partisipasi anggota dalam manajemen usaha koperasi melalui wakil terpilih dan partisipasi anggota dalam kontrol usaha koperasi secara perorangan.

Aspek lain yang juga harus ditingkatkan perwujudannya adalah beberapa aspek organisasi dan manajemen yang terdiri atas; pelaksanaan pemeriksaan jalannya usaha koperasi oleh pihak ketiga dan pelaksanaan fungsi pengawasan dalam kegiatan usaha koperasi oleh Manajer. Pengolahan data dari hasil jawaban kuesioner yang bersifat ordinal dilakukan analisis penskalaan (skaling) dengan tujuan untuk mentransformasi skala data ordinal menjadi skala interval. Pengolahan data selanjutnya adalah menguji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa alat ukur yang dipakai adalah benar dan handal. Untuk mendapatkan gambaran tentang sejauhmana PMT yang telah diterapkan di Koperasi Produksi digunakan Analisis Komponen Utama, dan untuk menguji model penelitian digunakan Path Analisis. Hasil pengolahan dan analisis data dapat disimpulkan sebagai berikut:


- Berdasarkan hasil Analisis Komponen Utama yang dilakukan untuk menggambarkan penerapan PMT di Koperasi Produksi menunjukkan bahwa aspek dominan PMT yang telah diterapkan dalam mentalitas PMT adalah aspek-aspek pengendalian kualitas maksimum, kerjasama kelompok untuk mewujudkan kualitas dan pemeriksaan/pengecekan ulang. Aspek dominan dalam sistem manajemen PMT adalah aspek-aspek kebijakan dan dukungan manajemen, aturan kelompok, staf kendali mutu dan dukungan manajemen puncak. Sedangkan aspek dominan dalam teknik dan cara dalam PMT adalah aspek-aspek alat-alat perbaikan dan kendali mutu, alat analisis hubungan faktor-faktor masalah, alat analisis pengelompokkan masalah dan alat analisis prioritas masalah.


-Berdasarkan hasil analisis jalur (Path Analisis) menggambarkan bahwa sifat-sifat koperasi yang berpengaruh terhadap penerapan PMT dapat diuraikan dalam hasil analisis secara parsial dan hasil analisis total. Analisis parsial menunjukkan sifat-sifat koperasi yang berpengaruh terhadap mentalitas PMT adalah azas koperasi, prinsip-prinsip/sendi dasar koperasi, organisasi dan manajemen koperasi serta permodalan koperasi dengan pengaruh total sebesar 40,91 %; sifat-sifat koperasi yang berpengaruh terhadap sistem manajemen PMT adalah prinsip- prinsip/sendi dasar koperasi serta organisasi dan manajemen koperasi dengan pengaruh total sebesar 43,11 %; dan sifat-sifat koperasi yang berpengaruh terhadap teknik dan cara dalam PMT adalah prinsip -prinsip/sendi dasar koperasi, organisasi dan manajemen koperasi serta permodalan koperasi-dengan pengaruh total sebesar 24.06 X . Sedangkan analisis total menunjukkan sifat-sifat koperasi yang berpengaruh terhadap penerapan PMT adalah prinsip-prinsip/sendi dasar koperasi serta organisasi dan manajemen koperasi dengan pengaruh total sebesar 43,34 %.

Berdasarkan hasil dari kedua analisis tersebut maka perlu dilakukan beberapa hal yang merupakan penyesuaian-penyesuaian dalam penerapan PMT yaitu meliputi penyesuaian untuk organisasi dan usaha Koperasi Produksi dan penyesuaian untuk metode penerapan PMT. Penyesuaian yang perlu dilakukan untuk organisasi dan usaha adalah melaksanakan secara benar seluruh karakteristik organisasi dan usaha Koperasi Produksi yang digambarkan oleh sifat-sifat Koperasi Produksi, sedangkan penyesuaian yang perlu dilakukan untuk penerapan PMT adalah partisipasi anggota kelompok, orientasi pada pemakai serta kualitas dan pengendaliannya di setiap bagian pekerjaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk memperbaiki pola kegiatan usaha Koperasi Produksi, sehingga dapat memberikan hasil produksi yang lebih bermutu, mampu bersaing di pasaran, dapat meningkatkan efisiensi usaha dan pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas organisasi dan usaha koperasi sebagai tujuan utama dari metode Pengendalian Mutu Terpadu (PMT).

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...


  • Pembimbing I:
    Harsono Taroepratjeka

    Pembimbing II:
    Nurhayati Ma'mun

    Scanner:
    Korry
    , Editor:

File PDF...