Path: Top > Member > cecep@unix.lib.itb.ac.id

OVERALL CAPACITY OF TWO UNSIGNALISED JUNCTIONS IN BANDUNG

Master Theses from / 2005-02-12 01:16:55
Oleh : FERRY RUSGIYARTO, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 1995-00-00, dengan 1 file

Keyword : The overall capacity of two unsignalised junctions, Indonesian Highway, four-arm junctions.
Nomor Panggil (DDC) : T 625.794 RUS
Sumber pengambilan dokumen : 1995/3950

This study deals with an analysis of the overall capacity of two unsignalised junctions in Bandung. The objectives were to derive overall capacities using several methods and compare them with results from the Indonesian Highway Capacity Manual Project. Data were collected, using a video camera, at two four-arm junctions, i.e. LLRE Martadinata-Anggrek Junction and LLRE Martadinata-Cihapit Junction. Both junctions were observed for about two hours during peak morning, midday and afternoon periods. Data reduction was done in the laboratory. The Anggrek junction had generally higher capacity values and thus the two junctions were analysed separately. Using Method 1, an analysis of cumulative flow data for 720 30-second time periods for each junction resulted in a too wide scatter of peak hour flows. The mean values were 2831 lvu/h and 2502 lvu/h for Anggrek and Cihapit Junctions respectively. It is suggested that this analysis is better performed for certain predefined saturated conditions to obtain capacity values from a narrower range of deviation. Using Method 2, an analysis of predefined saturated conditions, with at least two queueing vehicles in each approach, gave a design capacity of 2525 lvu/h and 2553 lvu/h respectively for Anggrek and Cihapit Junctions. Using Method 3, a best fit maximum flow curve derived from an analysis of overall junction flows versus number of stopped vehicles in all approaches gave design capacities of 2799 lvu/h and 2344 lvu/h at 9 and 6 stopped vehicles respectively for the Anggrek and Cihapit junctions. Method 3 was more precise than Method 2 as shown by the difference in scatter of data. IHCM design capacity values, defined at 15 seconds delay (D15), were respectively 3631 lvu/h and 3263 lvu/h for Anggrek and Cihapit junctions. These values are 29.7 % - 39.2 % higher than values of Method 3. for Anggrek and Cihapit junctions, respectively. Police control at the Anggrek Junction tended to give higher capacity values, but results were inconclusive because of limited data. It is suggested to investigate in further studies whether the maximum overall flows always occur at a certain total number of stopped vehicles on all approaches.

Deskripsi Alternatif :

Tesis ini membahas analisis kapasitas total simpang tanpa lampu lalu lintas untuk dua buah simpangempat di Bandung. Tujuan studi adalah menurunkan nilai kapasitas total simpang tanpa lampu lalu lintas dengan berbagai metode dan membandingkannya dengan hasil dari Proyek Manual Kapasitas Jalan Indonesia (IHCM). Data dikumpulkan dengan kamera video dari dua simpang empat, yaitu Simpang LLRE Martadinata-Anggrek dan Simpang LLRE Martadinata-Cihapit. Kedua simpang diamati selama dua jam untuk masing-masing kondisi sibuk pagi, siang dan sore. Reduksi data dilaksanakan di laboratorium. Simpang Anggrek secara umum menghasilkan nilai kapasitas lebih tinggi, sehingga kedua simpang dianalisis terpisah. Metode 1, analisis 720 data arus kumulatif untuk perioda 30 detik untuk masing-masing simpang menghasilkan data arus sibuk yang sangat tersebar. Nilai rataan adalah 2831 satuan kendaraan ringan/jam (skr/j) dan 2502 skr/j untuk Simpang Anggrek dan Cihapit. Disarankan untuk melaksanakan Metoda 1 pada kondisi jenuh tertentu agar didapat nilai kapasitas dari sebaran data yang lebih kecil. Metoda 2, analisis pada kondisi jenuh yang didefinisikan dengan minimum dua kendaraan antri pada masingmasing pendekat memberikan nilai kapasitas 2525 skr/j dan 2553 skr/j untuk simpang Anggrek dan Cihapit. Metoda 3, analisis arus simpang total terhadap jumlah kendaraan berhenti di semua pendekat memberikan arus rerata terbesar 2799 skr/j dan 2344 skr/j pada 9 dan 6 kendaraan berhenti untuk simpang Anggrek dan Cihapit. Metoda 3 lebih teliti daripada metode 2, yang ditunjukkan oleh perbedaan sebaran data. Nilai kapasitas IHCM, didefinisikan pada tundaan 15 detik (D15) adalah 3631 skr/j dan 3263 skr/j untuk simpang Anggrek dan Cihapit. Nilai tersebut 29.72 % - 39,21 % lebih tinggi dari nilai kapasitas Metoda 3 untuk Simpang Anggrek dan Cihapit. Pengaturan Polisi pada simpang Anggrek cenderung memberikan nilai kapasitas yang lebih tinggi, tetapi tidak disimpulkan karena kekurangan data. Disarankan juga untuk menyelidiki apakah nilai maksimum arus total selalu terjadi pada jumlah tertentu dari kendaraan berhenti pada semua pendekat.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Supervisor: Willy Tumewu; Supervisor: Nicholas W. Marler, Editor: cecep@

File PDF...