Path: TopS2-ThesesHighway Engineering and Development-FTSL1995

HEAD INJURIES OF MOTORCYCLE RIDER CASUALTIES IN BANDUNG

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:21:01
Oleh : Agus Bari Sailendra, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 1995-05-00, dengan 1 file

Keyword : Head injuries; Motorcycle rider

Jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang tercatat selama dekade terakhir (1980-1990) menunjukan penurunan yang cukup tajam (49%), tetapi jumlah korban mati memperlihatkan angka yang tetap (10.000 omati/tahun). Dibandingkan dengan beberapa negara, korban mati per 10.000 kendaraan menunjukan nilai 6 kali lebih besar dari nilai dari negara maju; 34% korban mati dari kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepedamotor. Di Bandung (1990), sekitar 43% korban kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepeda motor. Sejak tahun 1985, pihak Kepolisian mengkampanyekan penggunaan helmet bagi pengendara sepeda motor dalam upaya meningkatkan keselamatan para pengendara. Tujuan studi ini adalah (1) mengetahui seberapa banyak luka di kepala bagi pengendara sepeda motor akibat kecelakaan lalu lintas, (2) mencari hubungan antara pemakaian helmet dengan luka di kepala, (3) meneliti seberapa jauh manfaat potensial dari pemakaian helmet yang benar di Indonesia. Studi ini dilakukan di kota Bandung dan didasarkan kepada data kecelakaan lalu lintas dari Polisi (3-L) selama 1989-1993, bagian pencatatan medik RSHS untuk tahun 1991-1993, dan secara khusus melakukan pengisian formulir kecelakaan di Gawat Darurat RSHS selama 45 hari (15 Februari-31 Maret 1994). Juga diamati penggunaan helmet oleh pengendara selama 3 jam sibuk di sembilan link jalan. Asumsi dari studi ini adalah bahwa semua helmet adalah standard, dengan hipotesis (1) bahwa persentase korban mati atau luka berat (3-L & EmU) bagi yang memakai helmet harus lebih rendah dibandingkan dengan persentase bagi yang tanpa helmet, (2) persentase pemakaian helmet bagi yang mengalami luka di kepala lebih kecil dibandingkan dengan persentase dari pemakaian helmet di jalan. Hasil perhitungan mengindikasikan bahwa lebih dari sepertiga korban kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepeda motor, dimana sekitar 56% dari mereka mati di tempat kecelakaan atau luka berat. Sekitar 40% korban mengalami luka di kepala. Data lapangan dan data lainnya menunjukan bahwa penggunaan helmet adalah lebih dari 85%, namun hanya sekitar 42% yang menggunakan helmet dengan benar. Dari uji statistik diperoleh hasil bahwa tidak ada perbedaan yang berarti antara pemakaian helmet dengan tanpa helmet bagi pengendara sepedamotor pada tingkat kepercayaan 95%, yaitu menggunakan helmet dibandingkan tanpa helmet tidak mengurangi angka kematian ataupun luka di kepala. Jadi, pada saat ini, penggunaan helmet belum memberikan manfaat keselamatan bagi pengendara motor. Bagaimanapun, ternyata estimasi pemakaian helmet dari berbagai sumber data memberikan perbedaan yang nyata.

Deskripsi Alternatif :

Jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang tercatat selama dekade terakhir (1980-1990) menunjukan penurunan yang cukup tajam (49%), tetapi jumlah korban mati memperlihatkan angka yang tetap (10.000 omati/tahun). Dibandingkan dengan beberapa negara, korban mati per 10.000 kendaraan menunjukan nilai 6 kali lebih besar dari nilai dari negara maju; 34% korban mati dari kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepedamotor. Di Bandung (1990), sekitar 43% korban kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepeda motor. Sejak tahun 1985, pihak Kepolisian mengkampanyekan penggunaan helmet bagi pengendara sepeda motor dalam upaya meningkatkan keselamatan para pengendara. Tujuan studi ini adalah (1) mengetahui seberapa banyak luka di kepala bagi pengendara sepeda motor akibat kecelakaan lalu lintas, (2) mencari hubungan antara pemakaian helmet dengan luka di kepala, (3) meneliti seberapa jauh manfaat potensial dari pemakaian helmet yang benar di Indonesia. Studi ini dilakukan di kota Bandung dan didasarkan kepada data kecelakaan lalu lintas dari Polisi (3-L) selama 1989-1993, bagian pencatatan medik RSHS untuk tahun 1991-1993, dan secara khusus melakukan pengisian formulir kecelakaan di Gawat Darurat RSHS selama 45 hari (15 Februari-31 Maret 1994). Juga diamati penggunaan helmet oleh pengendara selama 3 jam sibuk di sembilan link jalan. Asumsi dari studi ini adalah bahwa semua helmet adalah standard, dengan hipotesis (1) bahwa persentase korban mati atau luka berat (3-L & EmU) bagi yang memakai helmet harus lebih rendah dibandingkan dengan persentase bagi yang tanpa helmet, (2) persentase pemakaian helmet bagi yang mengalami luka di kepala lebih kecil dibandingkan dengan persentase dari pemakaian helmet di jalan. Hasil perhitungan mengindikasikan bahwa lebih dari sepertiga korban kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepeda motor, dimana sekitar 56% dari mereka mati di tempat kecelakaan atau luka berat. Sekitar 40% korban mengalami luka di kepala. Data lapangan dan data lainnya menunjukan bahwa penggunaan helmet adalah lebih dari 85%, namun hanya sekitar 42% yang menggunakan helmet dengan benar. Dari uji statistik diperoleh hasil bahwa tidak ada perbedaan yang berarti antara pemakaian helmet dengan tanpa helmet bagi pengendara sepedamotor pada tingkat kepercayaan 95%, yaitu menggunakan helmet dibandingkan tanpa helmet tidak mengurangi angka kematian ataupun luka di kepala. Jadi, pada saat ini, penggunaan helmet belum memberikan manfaat keselamatan bagi pengendara motor. Bagaimanapun, ternyata estimasi pemakaian helmet dari berbagai sumber data memberikan perbedaan yang nyata.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing I: Willy Tumewu; Pembimbing II: Nicholas W. Marler; Pembimbing III: Trisno Soegondo; Scan: Caca, Editor:

File PDF...