Path: Top > Member > cecep@unix.lib.itb.ac.id

OVERTAKING MANOEUVRES ON TWO-LANE TWO-WAY
RURAL ROADS

Master Theses from / 2005-02-11 23:20:59
Oleh : SETYAWAN HERU SUCAHYO, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 1994-00-00, dengan 1 file

Keyword : Safe execution of overtaking manoeuvres, the congestion on a road, two-lane two-way roads.
Nomor Panggil (DDC) : T 625.7 SUC
Sumber pengambilan dokumen : 1994/1941

For safe execution of overtaking manoeuvres, which would reduce the congestion on a road, time gaps in the oncoming vehicle flow should be greater than the time traveled in the opposing lane by an overtaking driver. Incorrect judgement of gap creates a risk of collision. This varies from one driver to another, depending on the skill and experience of the driver, especially on two-lane two-way roads. This study of overtaking manoeuvres was conducted on two-lane, two-way rural roads. The data was collected by two cameras placed at the rear and the front of a test vehicle, and observations were made at four different test vehicle speeds i.e 30 km/h, 40 km/h, 50 km/h and 60 km/h. Data were obtained on the initial manoeuvre distance and time, distance gap and tracking-gap time at start of overtaking, time and distance traveled in opposing lane, distance gap and tracking-gap time at end of overtaking, accepted time/distance gap to on-coming vehicle and safety margin. The measurements were grouped on the basis of test vehicle speeds and the mean, 85 percentile, 15 percentile values were calculated. The data analysis indicates that :
1) time and distance of initial manoeuvre increased with increase in speed of overtaken vehicle.
2) intial acceleration decreased with increase in speed of overtaken vehicle.
3) time and distance traveled in the opposing lane increased with increase in speed of overtaken vehicle.
4) distance and time gaps to on-coming vehicle accepted by overtaking vehicle increased with increase in speed of overtaken vehicle.
5) the analysis of the relationship between overtaken vehicle speed and safety margin, tracking-gap time and distance gap at end of overtaking were inconclusive.
The average of observed distance traveled in the opposing lane is generally not significantly different, at the 5 percent level, than the value recommended by Bina Marga, except for speed group 40 km/h, while the average of observed time spent in the opposing lane is greater than the value recommended by Bina Marga, except for speed group 30 km/h.

Deskripsi Alternatif :

Untuk pelaksanaan gerakan menyiap yang aman, yang akan mengurangi kemacetan suatu jalan, gap waktu kendaraan dari arah berlawanan harus lebih besar dari pada waktu yang diperlukan bagi kendaraan untuk menyiap di jalur lawan. Kesalahan dalam memperkirakan gap dapat berakibat kecelakaan dan hal ini berbeda dari satu pengemudi dengan yang lain, tergantung pada keahlian dan pengalaman dari pengemudi khususnya pada jalan dua jalur dua arah. Studi pola gerakan ini dilakukan pada ruas jalan dua lajur dua arah. Data didapat melalui dua kamera yang masing-masing ditempatkan di belakang dan di depan kendaraan uji dan pengamatan dilakukan dengan empat kecepatan yang berbeda yaitu, 30 km/jam, 40 km/jam, 50 km/jam dan 60 km/jam. Telah diperoleh hasil temuan berhubungan dengan jarak dan waktu gerakan awal, waktu dan jarak antara (gap) pada awal penyiapan, waktu dan jarak tempuh selama berada di jalur lawan, waktu dan jarak antara (gap) pada akhir penyiapan, gap waktu/ jarak terhadap kendaraan yang datang dari arah lawan yang diterima dan jarak aman (safety margin). Perhitungan dilakukan dengan mengelompokan data-data kedalam kelompok kecepatan kendaraan uji dan setiap parameter dihitung dalam harga rata-rata, 85 percentile dan 15 percentile. Mari analisa data diperoleh :
1) waktu dan jarak gerakan awal meningkat dengan meningkatnya kecepatan kendaraan yang disiap.
2) percepatan awal menurun dengan meningkatnya kecepatan.
3) waktu dan jarak tempuh selama berada di jalur lawan meningkat dengan meningkatnya kecepatan kendaraan yang disiap.
4) gap jarak dan gap waktu terhadap kendaraan yang datang dari arah lawan yang diterima meningkat dengan meningkatnya kecepatan kendaraan yang disiap.
5) analisa hubungan antara kecepatan kendaraan yang disiap dengan jarak aman (safety margin), waktu dan jarak antara (gap) pada akhir gerakan menyiap tidak memberikan hasil yang meyakinkan.
Harga rata-rata jarak tempuh selama berada di jalur lawan yang dihasilkan dalam studi tidak menunjukkan perbedaan yang berarti pada tingkat keberartian 5 persen dibandingkan dengan harga yang dianjurkan oleh Bina Marga. kecuali untuk kelompok kecepatan 40 km/jam, sedangkan rata-rata waktu tempuh dijalur lawan lebih besar dari pada harga yang dianjurkan oleh Bina Marga kecuali untuk kelompok kecepatan 30 km/jam.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Supervisor: Trisno Soegondo; Supervisor: Frank Montgomery, Editor: cecep@

File PDF...