Path: TopMembercaca@unix.lib.itb.ac.id

STUDI PERBANDINGAN PERHITUNGAN TEBAL LAPIS TAMBAH
METODA BINA MARGA DAN METODA AASHTO' 1986

Master Theses from / 2005-02-12 11:36:53
Oleh : Lexie F.Kereh, S2 - Civil Engineering
Dibuat : 1994-00-00, dengan 1 file

Keyword : PERBANDINGAN ,PERHITUNGAN, BINA MARGA
Nomor Panggil (DDC) : T 625.794 KER

Perkerasan suatu jalan yang telah melayani lalu-lintas dalam jumlah tertentu sejak mulai dipakai tentunya akan mengalami perobahan baik pada permukaan jalan maupun pada permukaan perkerasan seluruhnya, khususnya yang menyangkut menurunnya tingkat pelayanan, kemampuan konstruksinya, maupun kenyamanan dan keamanan bagi para pemakai jalan. Pekerjaan lapis tambah diatas perkerasan lama merupakan salah satu alternatif pemecahan dalam meningkatkan kemampuan, keamanan dan kenyamanan dari ruas jalan tersebut. Tesis ini mencoba membandingkan perhitungan tebal lapis tambah menurut Metoda Bina Marga dan Metoda AASHTO 1986. Metoda Bina Marga menggunakan alat Benkelman Beam untuk men dapatkan besar lendutan balik pada perkerasan jalan yang ada dan selanjutnya dipakai untuk menghitung tebal lapis tambah yang diperlukan. Metoda AASHTO 1986 menggunakan alat Falling Weight Deflectometer untuk mendapatkan modulus elastisitas masing-masing lapis perkerasan dan seterusnya dipakai untuk menghitung tebal lapis tambah. Dari hasil perhitungan ternyata Metoda AASHTO 1986 memberikan hasil yang lebih tebal dari Metoda Bina Marga. Hal ini disebabkan karena model perhitungan kekuatan sisa perkerasan dari Metoda AASHTO 1986 memberikan faktor keamanan yang lebih besar, dibandingkan Metoda Bina Marga. Akan tetapi aplikasi Metoda AASHTO 1986 untuk kondisi perke rasan di Indonesia, masih memerlukan penelitian lebih lanjut .

Deskripsi Alternatif :

Perkerasan suatu jalan yang telah melayani lalu-lintas dalam jumlah tertentu sejak mulai dipakai tentunya akan mengalami perobahan baik pada permukaan jalan maupun pada permukaan perkerasan seluruhnya, khususnya yang menyangkut menurunnya tingkat pelayanan, kemampuan konstruksinya, maupun kenyamanan dan keamanan bagi para pemakai jalan. Pekerjaan lapis tambah diatas perkerasan lama merupakan salah satu alternatif pemecahan dalam meningkatkan kemampuan, keamanan dan kenyamanan dari ruas jalan tersebut. Tesis ini mencoba membandingkan perhitungan tebal lapis tambah menurut Metoda Bina Marga dan Metoda AASHTO 1986. Metoda Bina Marga menggunakan alat Benkelman Beam untuk men dapatkan besar lendutan balik pada perkerasan jalan yang ada dan selanjutnya dipakai untuk menghitung tebal lapis tambah yang diperlukan. Metoda AASHTO 1986 menggunakan alat Falling Weight Deflectometer untuk mendapatkan modulus elastisitas masing-masing lapis perkerasan dan seterusnya dipakai untuk menghitung tebal lapis tambah. Dari hasil perhitungan ternyata Metoda AASHTO 1986 memberikan hasil yang lebih tebal dari Metoda Bina Marga. Hal ini disebabkan karena model perhitungan kekuatan sisa perkerasan dari Metoda AASHTO 1986 memberikan faktor keamanan yang lebih besar, dibandingkan Metoda Bina Marga. Akan tetapi aplikasi Metoda AASHTO 1986 untuk kondisi perke rasan di Indonesia, masih memerlukan penelitian lebih lanjut .

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS2 - Civil Engineering
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing 1: Bambang Sugeng Subagio Pembimbing 2: R.M. Tunggal Brotopriyono, Editor: caca@

Download...