Path: Top > Member > agus@unix.lib.itb.ac.id

CAPACITY AND DRIVER BEHAVIOUR IN OPPOSED SHARED LANES AT SIGNALISED INTERSECTIONS

Master Theses from / 2005-02-08 23:35:07
Oleh : BUDI PRIMA AGUSTA, S2 - Highway System Engineering
Dibuat : 1994-00-00, dengan 1 file

Keyword : analisis jalur, kendaraan, highway, analysis
Nomor Panggil (DDC) : T 625.794 AGU
Sumber pengambilan dokumen : 19944974

CAPACITY AND DRIVER BEHAVIOUR IN OPPOSED SHARED LANES AT SIGNALISED INTERSECTIONS, Agusta, Budi Prima, 1994, Program Sistem dan Teknik Jalan Raya, Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung. Survey yang dilakukan oleh Proyek Manual Kapasitas Jalan Indonesia menunjukkan bahwa terdapat banyak persimpangan yang mempunyai lajur bersama untuk kendaraan belok kanan dan kendaraan lurus, dibandingkan dengan yang mempunyai lajur khusus untuk belok kanan. Pengoperasian lajur-lajur bersama dalam phase yang sama di sebuah persimpangan akan menjadi rumit jika aturan prioritas kendaraan tidak begitu jelas dan disiplin terhadap marka jalan rendah. Studi ini mencoba untuk mengamati perilaku kendaraan belok kanan pada saat mereka melewati simpang dan juga memperkirakan nilai arus jenuh berdasarkan analisa lajur (lane by lane analysis). Semua cycle dimana pengendara bergerak sesuai dengan marka jalan dalam melewati jalur simpang dan daerah konflik digunakan dalam analisis lajur ("lane by lane" analysis). Hasilnya kemudian dibandingkan dengan hasil analisis yang menggunakan seluruh data yang didapat (analisis jalur atau "approach analysis"). Hasil yang didapat menunjukkan selama waktu hijau semua kendaraan dari ke dua arah saling menekan untuk dapat melewati persimpangan tanpa tertunda. Sekitar 60% - 70% kendaraan pertama dalam suatu antrian atau hampir 30% - 40% kendaraan belok kanan, memaksa kendaraan dari arah depan untuk mengalah agar dapat melewati simpang. Makin banyak kendaraan belok kanan di jalur simpang, makin rendah harga ERT. Nilai ERT ini menunjukkan kemampuan kendaraan belok kanan melewati suatu simpang, dibandingkan dengan kendaraan lurus, yang dipengaruhi oleh kendaraan lurus dari arah depan. Hasil dari model perhitungan nilai ERT menunjukkan bahwa banyak kendaraan belok kanan (60%-65% dari total kendaraan belok kanan) bergerak dalam suatu iring-iringan. Nilai arus jenuh dihitung berdasarkan analisis jalur (approach analysis) dan analisis lajur (lane by lane analysis). Hasil yang didapat menunjukkan bahwa secara umum analisis jalur memberikan nilai arus jenuh lebih besar dibanding dengan analisis jalur. Perbedaan rata-rata nilai saturation flow berdasarkan kedua analisis tersebut sekitar 20%. Makin besar nilai PRTA, makin kecil perbedaan antara kedua nilai arus jenuh berdasarkan analisis jalur dan lajur. Nilai PRTA adalah perbandingan antara jumlah kendaraan belok kanan dengan total kendaraan di jalur studi.

Deskripsi Alternatif :

CAPACITY AND DRIVER BEHAVIOUR IN OPPOSED SHARED LANES AT SIGNALISED INTERSECTIONS, Agusta, Budi Prima, 1994, Program Sistem dan Teknik Jalan Raya, Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung. A study of intersections with traffic signals in Indonesia carried out under the Indonesian Highway Capacity Manual project indicated that there is a large number of approaches Lo intersections having shared lanes rather than exclusive right-turn lanes. The operation of shared lanes at an intersection within the same phase becomes complicated if the priority rule is not clear and the lane discipline is low. This study has tried to observe the behaviour of right turning vehicles when they cross the intersection. Signal cycles in which the drivers did not cross the lane markings during their passage of the approach and the conflict area were used for "lane by lane" analysis. The results were then compared with the total data ("approach analysis"). An estimation of saturation flow based on "lane by lane flow analysis" has also been attempted. The results] indicate that during the green period all vehicles, from both directions, push to cross the intersection first. Around 60% - 70% of the first vehicle in a queue or around 30% - 40% of all the right turners force the opposing flow to give way when crossing the intersection. The results also indicate that the higher the right turning vehicles in an approach, the lower the ERT values. The ERT values indicate the ability of the right turners, relative to straight through vehicles, to cross the intersection against the influence of straight through opposing flows. From the results of the ERT model, it seems that many right turning vehicles (60%-65% of total right turning vehicles) cross the intersection in a platoon. The saturation flow values were estimated using approach and lane by lane analysis. The results indicate that, generally approach analysis gives higher values of saturation flow than lane by lane analysis. The average difference of the saturation flow values calculated using approach and lane by lane analysis is around 20%. The higher the PRTA values, the closer the difference in saturation flow values calculated using the approach and lane by lane analysis. The PRTA value is a ratio between the number of right turners to the total vehicles in a studied approach at specified time period.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID Publisher
OrganisasiS
Nama KontakYoka Adam Nugrahaa, S.Sos.
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon022 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing I : Trisno Soegondo
    Pembimbing II : Lennar Bang
    Scan : Agus Cuncun, Editor: agus@

File PDF...